Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Ramadhan 2026, Kemenag Latih Kreator dan Influencer Muda Soal Pengamatan Hilal

Kompas.com, 10 Februari 2026, 15:08 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Kementerian Agama membuka program pelatihan pengamatan hilal bagi konten kreator dan pemengaruh muda menjelang penetapan awal Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

Program ini ditujukan untuk memperkuat literasi publik terkait proses rukyatul hilal yang selama ini menjadi dasar penetapan pemerintah.

Pelatihan digelar secara hybrid dan menyasar generasi muda yang aktif di media sosial agar mampu menyampaikan informasi keagamaan secara akurat.

Upaya ini dilakukan untuk meredam kebingungan publik akibat derasnya arus informasi digital menjelang Ramadhan.

Program tersebut akan dilaksanakan pada Selasa (17/2/2026), dengan kuota hingga sekitar 1.000 peserta yang mengikuti secara daring dan luring.

Baca juga: 15 Lokasi Pengamatan Hilal Awal Ramadhan 1447 H di Jawa Tengah, Digelar 17 Februari 2026

Pelatihan Hilal untuk Kreator dan Influencer Muda

Kementerian Agama membuka pendaftaran pelatihan bertajuk Yasalūnaka ‘an al-Ahillah: Hilal Observation Coaching bagi konten kreator dan influencer berusia maksimal 35 tahun.

Program ini dikhususkan bagi peserta yang berdomisili di wilayah Jabodetabek serta memiliki akun media sosial aktif dengan minimal 3.000 pengikut.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menegaskan bahwa persoalan hilal bukan isu baru dalam Islam dan perlu dijelaskan secara ilmiah.

“Persoalan hilal bukan isu baru. Sejak masa Rasulullah, umat sudah bertanya tentangnya. Karena itu, penjelasannya harus berbasis ilmu, bukan asumsi atau spekulasi,” ujar Arsad Hidayat dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Baca juga: Daftar 96 Lokasi Pemantauan Hilal Awal Ramadhan 1447 H di Indonesia

Peran Strategis Kreator di Ruang Digital

Menurut Arsad, di tengah derasnya arus informasi digital, kreator konten memiliki posisi strategis dalam menyampaikan isu-isu keagamaan kepada masyarakat luas.

Pemahaman yang utuh mengenai hisab dan rukyat dinilai penting agar informasi yang disebarkan tidak menimbulkan kebingungan atau polarisasi di tengah publik.

Ia menjelaskan bahwa melalui Hilal Observation Coaching, peserta tidak hanya diperkenalkan pada hasil penetapan awal bulan Hijriah, tetapi juga diajak memahami proses ilmiah di baliknya.

Materi mencakup konsep hilal, parameter astronomis, hingga mekanisme pengambilan keputusan pemerintah.

“Kami ingin para konten kreator memahami prosesnya secara menyeluruh. Dengan begitu, konten yang disampaikan kepada masyarakat bersifat edukatif, menyejukkan, dan memperkuat kepercayaan publik,” katanya.

Edukasi, Simulasi, hingga Visualisasi Hilal

Pelatihan ini dikemas melalui pendekatan edukasi, simulasi, dan visualisasi pengamatan hilal.

Peserta akan dikenalkan dengan instrumen rukyat serta teknik menyampaikan informasi falak secara sederhana namun tetap akurat dan bertanggung jawab.

Arsad menyebut, Kementerian Agama terus membuka ruang kolaborasi dengan generasi muda guna memperkuat literasi keislaman yang moderat dan berwawasan ilmiah, khususnya pada isu-isu yang kerap mengemuka menjelang Ramadhan.

“Dengan edukasi yang tepat, perbedaan dalam penentuan awal bulan dapat disikapi secara dewasa, saling menghormati, dan tetap dalam bingkai persatuan,” katanya.

Skema Hybrid dan Harapan Kemenag

Kegiatan ini akan digelar secara hybrid. Sebanyak 30 peserta dengan jumlah pengikut terbanyak akan diundang mengikuti pelatihan secara luring di Auditorium HM Rasjidi, sementara sekitar 1.000 peserta lainnya mengikuti secara daring dari berbagai daerah.

Arsad berharap para peserta dapat menjadi mitra strategis Kementerian Agama dalam menyebarkan literasi keislaman berbasis ilmu pengetahuan, sehingga masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh dan proporsional terkait penetapan awal Ramadhan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar