KOMPAS.com – Ramadhan selalu menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi umat Islam di berbagai penjuru dunia.
Jika di Indonesia waktu berpuasa relatif stabil sekitar 13 jam, di sejumlah negara lain durasinya bisa menembus 20 jam lebih. Sebaliknya, ada pula wilayah yang hanya berpuasa sekitar 11 jam.
Perbedaan ini bukan sekadar angka. Ia berkaitan erat dengan letak geografis, rotasi bumi, hingga dinamika pergerakan matahari yang memengaruhi panjang siang dan malam.
Lantas, negara mana saja yang diperkirakan mengalami durasi puasa terpanjang dan terpendek pada Ramadhan 2026?
Puasa Ramadhan berlangsung sejak terbit fajar (subuh) hingga terbenam matahari (maghrib). Karena itu, lamanya puasa mengikuti panjang siang hari di suatu wilayah.
Secara astronomis, bumi memiliki kemiringan sumbu sekitar 23,5 derajat. Dalam buku Astronomy: A Physical Perspective karya Marc L. Kutner dijelaskan bahwa kemiringan ini menyebabkan variasi panjang siang dan malam sepanjang tahun, terutama di wilayah lintang tinggi.
Ramadhan 2026 diperkirakan berlangsung pada Februari–Maret, mendekati ekuinoks Maret, saat belahan bumi utara mulai mengalami siang yang lebih panjang.
Negara-negara di Eropa Utara dan kawasan Arktik pun merasakan waktu siang yang jauh lebih lama dibanding wilayah khatulistiwa.
Semakin jauh suatu negara dari garis ekuator, semakin ekstrem perbedaan panjang siangnya.
Baca juga: Durasi Puasa Ramadhan 2026 di Dunia, Jakarta 12,5 Jam Termasuk Terpendek
Di Islandia, durasi puasa diperkirakan mencapai 20–21 jam per hari. Matahari hanya tenggelam sebentar dan langit tidak sepenuhnya gelap. Fenomena ini dikenal sebagai midnight twilight, ketika cahaya senja bertahan sangat lama.
Wilayah Tromsø berada di atas Lingkar Arktik. Durasi puasa bisa mencapai 19–20 jam, terutama menjelang akhir Ramadhan ketika siang semakin panjang.
Ibu kota Swedia diperkirakan mengalami puasa sekitar 18,5–19 jam. Komunitas Muslim di sana telah lama beradaptasi dengan jadwal berbuka yang sangat larut.
Durasi puasa di Helsinki diperkirakan 18–19 jam. Pada periode tertentu, malam hanya berlangsung singkat sebelum fajar kembali menyingsing.
Beberapa kota di wilayah utara Kanada mengalami puasa hingga 19 jam, tergantung tanggal dan posisi matahari.
Dalam situasi ekstrem seperti ini, sebagian ulama memperbolehkan umat Islam mengikuti jadwal Makkah atau negara terdekat dengan durasi normal. Pendekatan ini didasarkan pada prinsip kemudahan dalam syariat.
Sebaliknya, di belahan bumi selatan, siang hari relatif lebih singkat pada periode Februari–Maret.
Beberapa negara dengan durasi puasa lebih pendek antara lain:
Durasi puasa di wilayah ini diperkirakan sekitar 11–12 jam per hari. Perbedaan posisi matahari membuat waktu siang lebih singkat dibanding wilayah utara.
Baca juga: Ramadhan 2026: Puasa 29 atau 30 Hari? Ini Perkiraan Awal, Akhir, dan Durasi Ibadah
Islam memberikan prinsip kemudahan dalam menjalankan ibadah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
Yurīdu-llāhu bikumu al-yusra wa lā yurīdu bikumu al-'usra.
Artinya: “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Ayat ini sering menjadi rujukan para ulama ketika membahas kondisi puasa di wilayah ekstrem.
Dalam buku Fiqh al-Shiyam karya Yusuf al-Qaradawi dijelaskan bahwa umat Islam yang berada di daerah dengan siang atau malam berkepanjangan dapat mengikuti jadwal wilayah terdekat yang memiliki siklus normal, demi menjaga kesehatan dan keselamatan.
Pendekatan ini juga didukung oleh sejumlah lembaga fatwa internasional, seperti European Council for Fatwa and Research (ECFR), yang memberikan panduan bagi Muslim di Eropa Utara.
Indonesia yang terletak di sekitar garis khatulistiwa memiliki durasi siang dan malam yang relatif stabil sepanjang tahun. Pada Ramadhan 2026, waktu puasa diperkirakan sekitar 13–13,5 jam.
Dalam konteks geografis global, durasi ini tergolong moderat. Tidak terlalu panjang seperti di Islandia dan tidak sesingkat di Argentina bagian selatan.
Baca juga: Libur Awal Puasa Ada Long Weekend? Cek Jadwal Libur Nasional Terbaru
Meski durasi berbeda, esensi Ramadhan tetap sama. Allah berfirman:
Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba 'alaikumush-shiyāmu kamā kutiba 'alalladzīna min qablikum la'allakum tattaqūn.
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Tujuan utama puasa bukan semata menahan lapar dan dahaga, melainkan membentuk ketakwaan. Baik 11 jam maupun 21 jam, nilai spiritualnya terletak pada kesungguhan hati dan ketaatan.
Ramadhan memperlihatkan wajah Islam yang beragam secara geografis, namun tetap satu secara spiritual.
Di satu sisi, ada Muslim di Islandia yang berbuka hampir tengah malam. Di sisi lain, ada Muslim di Argentina yang berbuka lebih awal.
Perbedaan ini menjadi pengingat bahwa Islam hadir dalam berbagai konteks budaya dan geografis. Tantangan yang berbeda justru memperkaya pengalaman ibadah umat di seluruh dunia.
Ramadhan 2026 pun kembali mengajarkan bahwa di tengah variasi panjang siang dan malam, nilai kesabaran, solidaritas, dan ketakwaan tetap menjadi inti yang menyatukan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang