Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Durasi Puasa Ramadan 2026 di Dunia, Jakarta 12,5 Jam Termasuk Terpendek

Kompas.com, 8 Februari 2026, 17:54 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Ramadhan 2026 atau 1447 Hijriah memiliki durasi puasa yang berbeda di berbagai belahan dunia.

Perbedaan ini dipengaruhi posisi matahari dan letak geografis masing-masing negara.

Umat Islam menjalankan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.

Di beberapa negara, waktu puasa berlangsung lebih dari 17 jam, sementara di wilayah lain hanya sekitar 11 jam.

Baca juga: Puasa Sunnah Sabtu dan Minggu, Makruh atau Boleh?

Ramadhan merupakan bulan kesembilan dalam kalender Islam dan menjadi salah satu periode paling penting bagi umat Muslim.

Bulan ini memperingati turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi momentum ibadah, refleksi diri, dan penguatan kebersamaan.

Faktor Penyebab Perbedaan Durasi Puasa

Dilansir dari Islamic Information, perbedaan lama puasa terjadi akibat kemiringan bumi dan pergerakan matahari.

Wilayah yang berada dekat garis khatulistiwa umumnya memiliki durasi puasa lebih singkat dan stabil.

Sebaliknya, negara-negara di lintang utara dan selatan mengalami waktu siang lebih panjang pada periode tertentu.

Kondisi ini membuat durasi puasa di beberapa wilayah dapat melebihi 20 jam.

Di wilayah ekstrem seperti Greenland dan Alaska, tempat matahari tidak terbenam, para ulama menganjurkan umat Islam mengikuti waktu puasa Makkah, Arab Saudi.

Baca juga: Ramadhan 1447 H Bertepatan Musim Dingin, Puasa di Arab Saudi Diprediksi Lebih Singkat

Negara dengan Durasi Puasa Terpanjang Ramadhan 2026

Berikut daftar kota dan negara dengan durasi puasa terpanjang selama Ramadan 2026:

  • Helsinki, Finlandia: 17,5 jam
  • Nuuk, Greenland: 17 jam
  • Glasgow, Skotlandia: 16,5 jam
  • Ottawa, Kanada: 16,5 jam
  • Zurich, Swiss: 16,5 jam
  • Roma, Italia: 16,5 jam
  • Madrid, Spanyol: 16 jam
  • London, Inggris: 16 jam
  • Paris, Prancis: 15,5 jam
  • Reykjavik, Islandia: 15 jam

Negara dengan Durasi Puasa Terpendek Ramadhan 2026

Sementara itu, beberapa negara di belahan bumi selatan dan dekat khatulistiwa memiliki durasi puasa lebih singkat:

Christchurch, Selandia Baru: 11,5 jam

Puerto Montt, Chile: 11,5 jam

Karachi, Pakistan: 12 jam

Buenos Aires, Argentina: 12 jam

Cape Town, Afrika Selatan: 12,5 jam

New Delhi, India: 12,5 jam

Jakarta, Indonesia: 12,5 jam

Dubai, Uni Emirat Arab: 13 jam

Nairobi, Kenya: 13 jam

Baca juga: Doa Buka Puasa Syaban: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya

Selama Ramadan, umat Islam menahan diri dari makan dan minum pada siang hari.

Selain ibadah puasa, Ramadhan juga diisi dengan salat, doa, sedekah, dan aktivitas sosial.

Ibadah ini bertujuan menumbuhkan keimanan, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama.

Perbedaan durasi puasa menjadi bagian dari keragaman pengalaman Ramadan umat Muslim di seluruh dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bacaan Tahlil Singkat Lengkap Arab, Latin, dan Artinya untuk Arwah
Bacaan Tahlil Singkat Lengkap Arab, Latin, dan Artinya untuk Arwah
Doa dan Niat
Jadwal Hari Besar Islam 2026 Usai Lebaran dan Cuti Bersama
Jadwal Hari Besar Islam 2026 Usai Lebaran dan Cuti Bersama
Aktual
Bolehkah Puasa Syawal Digabung Senin Kamis? Ini Hukum dan Niatnya
Bolehkah Puasa Syawal Digabung Senin Kamis? Ini Hukum dan Niatnya
Aktual
Niat Puasa Qadha Kapan Dibaca? Waktu, Niat dan Ketentuannya
Niat Puasa Qadha Kapan Dibaca? Waktu, Niat dan Ketentuannya
Doa dan Niat
Surat Yasin Lengkap Bahasa Indonesia: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya
Surat Yasin Lengkap Bahasa Indonesia: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya
Aktual
Khutbah Jumat 27 Maret 2026: Menjaga Ruh Ramadhan di Bulan Syawal dan Seterusnya
Khutbah Jumat 27 Maret 2026: Menjaga Ruh Ramadhan di Bulan Syawal dan Seterusnya
Aktual
Sekolah Tetap Masuk usai Lebaran 2026, Pemerintah Batalkan Wacana Belajar Hybrid
Sekolah Tetap Masuk usai Lebaran 2026, Pemerintah Batalkan Wacana Belajar Hybrid
Aktual
Hukum Menggabung Puasa Qadha dan Syawal, Boleh atau Harus Dipisah? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Menggabung Puasa Qadha dan Syawal, Boleh atau Harus Dipisah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Halal Bihalal dengan ASN, Wabup Bangkalan Minta Kinerja Pegawai Tak Menurun Hingga Hemat BBM
Halal Bihalal dengan ASN, Wabup Bangkalan Minta Kinerja Pegawai Tak Menurun Hingga Hemat BBM
Aktual
Parenting 'Orang Kaya' Disorot, Islam Ajarkan Adab & Karakter Anak
Parenting "Orang Kaya" Disorot, Islam Ajarkan Adab & Karakter Anak
Aktual
Cuaca Ekstrem Ancam Makkah dan Madinah, Saudi Keluarkan Peringatan
Cuaca Ekstrem Ancam Makkah dan Madinah, Saudi Keluarkan Peringatan
Aktual
Inspirasi Outfit Pria Muslim April 2026: Koko Oversize, Kurta, hingga Warna Earth Tone
Inspirasi Outfit Pria Muslim April 2026: Koko Oversize, Kurta, hingga Warna Earth Tone
Aktual
Bacaan Sujud Tilawah Lengkap: Doa, Tata Cara dan Keutamaannya Lengkap
Bacaan Sujud Tilawah Lengkap: Doa, Tata Cara dan Keutamaannya Lengkap
Aktual
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan Saat WFA
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan Saat WFA
Aktual
Ayat Seribu Dinar: Bacaan Lengkap, Arti, dan Rahasia Keutamaannya
Ayat Seribu Dinar: Bacaan Lengkap, Arti, dan Rahasia Keutamaannya
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com