Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Harlah Satu Abad NU di Malang

Kompas.com, 8 Februari 2026, 08:36 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com-Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU).

Kegiatan tersebut digelar di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, pada Minggu (8/2/2026) pagi.

Kehadiran Presiden disambut antusias oleh ribuan nahdliyin yang telah memadati lokasi sejak dini hari.

Acara ini menjadi bagian dari puncak rangkaian peringatan satu abad NU yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Baca juga: Jelang Ramadan 1447 H, Prabowo Doakan Indonesia Tetap Bersatu

Disambut Ribuan Nahdliyin Sejak Pagi

Dilansir dari Antara, suasana Stadion Gajayana tampak dipenuhi jamaah.

Ribuan warga NU terlihat antusias menyambut kedatangan Presiden Prabowo yang tiba di lokasi sekitar pukul 06.50 WIB.

Ia didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Alunan Sholawat Sambut Kedatangan Presiden

Setibanya di lokasi, suasana khidmat berubah riuh namun tetap tertib.

Alunan sholawat Thola’al Badru Alaina bergema menyambut kehadiran Kepala Negara.

Prabowo kemudian berjalan menuju barisan depan untuk menyalami para peserta.

Keakraban terlihat saat Presiden menyapa ibu-ibu yang melambaikan tangan sambil memanjatkan doa.

Baca juga: Prabowo Kutip QS Ar Ra’d Ayat 11, Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi

Dihadiri Jajaran Kabinet dan Ulama

Acara Mujahadah Kubro ini turut dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih.

Sejumlah menteri yang hadir antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, serta Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Hadir pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sejumlah ulama kharismatik serta jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jawa Timur juga tampak hadir.

Puncak Harlah Satu Abad NU di Jawa Timur

Mujahadah Kubro yang berlangsung pada 7–8 Februari 2026 merupakan puncak rangkaian Harlah Satu Abad NU.

Kegiatan ini diselenggarakan PWNU Jawa Timur.

Panitia memperkirakan jumlah peserta mencapai sekitar 105.000 orang.

Acara ini menjadi momentum refleksi dan penguatan spiritual warga NU.

Baca juga: Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter di Bundaran HI untuk Gedung MUI dan Lembaga Umat Islam

Rangkaian Kegiatan Satu Abad NU

Sebelum Mujahadah Kubro, rangkaian kegiatan telah diawali dengan kick off dan Sarasehan Pesantren di Universitas Islam Malang (Unisma) pada 7 Januari 2026.

PWNU Jatim juga menggelar ziarah muassis dan muharrik NU se-Jawa Timur pada 24 Januari.

Agenda lainnya meliputi Hadrah Lailatul Ishari di Masjid Kemayoran Surabaya pada 29 Januari.

Pameran lukisan nasional bertema “Mangsa Kalasubo” digelar di Galeri Dewan Kesenian Surabaya pada 30 Januari 2026.

NUConomic dan Kegiatan Pemberdayaan Warga

Selain kegiatan keagamaan, PWNU Jatim mengadakan program pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan parenting dan pesantren sehat digelar LKKNU-RMI di sejumlah daerah.

Daerah tersebut meliputi Mojokerto, Jombang, Sidoarjo, Blitar, Bondowoso, dan Banyuwangi.
Program ini berlangsung pada 27 Januari hingga 15 Februari 2026.

Fokus Ekonomi dan Generasi Muda NU

PWNU Jatim juga menggelar Pameran NUConomic, GenZINU Bootcamp, serta talkshow tiga pilar ekonomi NU.

Tiga pilar tersebut meliputi UMKM, filantropi, dan industri pertanian.

Kegiatan ini berlangsung di Kampung Coklat, Kabupaten Blitar.

Agenda tersebut digelar pada 5–7 Februari 2026 sebagai bagian dari peringatan Satu Abad NU.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com