Editor
KOMPAS.com-Presiden Prabowo Subianto mengutip Alquran surat Ar Ra’d ayat 11 saat menghadiri pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan sekitar 58.000 umat Muslim yang memadati Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Prabowo menegaskan komitmennya memperbaiki berbagai persoalan bangsa, termasuk praktik korupsi yang masih dilakukan sejumlah pejabat negara.
“Kita ingat dengan Surat Ar Ra'd ayat 11 yang menegaskan Allah Subhanahu wa ta'ala tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum tersebut mengubah keadaan diri mereka sendiri,” kata Presiden Prabowo.
Baca juga: Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter di Bundaran HI untuk Gedung MUI dan Lembaga Umat Islam
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengingatkan pesan Alquran Surat Ar Ra'd ayat 11 yang menekankan perubahan harus dimulai dari diri sendiri.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
Lahū mu‘aqqibātum mim baini yadaihi wa min khalfihī yaḥfaẓūnahū min amrillāh(i), innallāha lā yugayyiru mā biqaumin ḥattā yugayyirū mā bi'anfusihim, wa iżā arādallāhu biqaumin sū'an falā maradda lah(ū), wa mā lahum min dūnihī miw wāl(in).
Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Baca juga: MUI Sambut Rencana Prabowo Bangun Gedung Baru di Bundaran HI
Makna ayat tersebut juga dijelaskan dalam Tafsir Ringkas Kementerian Agama.
Tafsir tersebut menekankan pengawasan Allah terhadap manusia serta pentingnya perubahan sikap dan mental sebagai syarat perubahan keadaan.
“Tidak saja mengetahui sesuatu yang tersembunyi di malam hari dan yang tampak di siang hari, Allah, melalui malaikat-Nya, juga mengawasinya dengan cermat dan teliti. Baginya, yakni bagi manusia, ada malaikat-malaikat yang selalu menjaga dan mengawasi-nya secara bergiliran, dari depan dan dari belakangnya. Mereka menjaga dan mengawasi-nya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah Yang Mahakuasa tidak akan mengubah keadaan suatu kaum dari suatu kondisi ke kondisi yang lain, sebelum mereka mengubah keadaan diri menyangkut sikap mental dan pemikiran mereka sendiri. Dan apabila,yakni andaikata, Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum-dan ini adalah hal yang mustahil bagi Allah-maka tak ada kekuatan apa pun yang dapat menolaknya dan tidak ada yang dapat menjadi pelindung bagi mereka selain Dia.”
Merujuk pada pesan ayat tersebut, Prabowo menegaskan dirinya tidak akan ragu dalam memberantas korupsi.
Ia menyebut upaya tersebut merupakan bagian dari menjaga Republik Indonesia dan kekayaan bangsa.
Prabowo mengakui pemberantasan korupsi selalu menghadapi perlawanan dari pihak-pihak tertentu.
“Kita harus menjaga Republik ini. Kita harus menjaga kekayaan bangsa kita. Kita harus berani memberantas korupsi dari bumi Indonesia. Ini tidak ringan. Tiap kali kita mau berantas, tiap kali kita mau menegakkan hukum, kita mau menegakkan keadilan, tiap kali (pula, red.) kelompok koruptor, kelompok perampok-perampok ini, kelompok garong-garong ini menyerang balik,” kata Presiden Prabowo.
Baca juga: Wamenhaj Dahnil Yakin Presiden Prabowo Gembira jika Lihat Semangat Petugas Haji 2026
Prabowo menyebut kelompok koruptor kerap menciptakan kerusuhan untuk menggagalkan pemerintahan yang bersih.
Ia menilai upaya adu domba menjadi pola berulang saat penegakan hukum dijalankan secara tegas.
“Mereka selalu ingin bikin kerusuhan, selalu ingin adu domba di antara kita. Kenapa? Karena mereka tidak ingin ada pemerintah yang bersih di bumi Republik Indonesia ini,” imbuh Presiden.
Meski menghadapi tantangan, Prabowo menegaskan tidak akan mundur dalam menegakkan hukum dan konstitusi.
Ia menyatakan akan berpegang pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta seluruh peraturan perundang-undangan.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada MUI yang dinilainya memberikan dukungan moral.
“Saya tidak akan ragu-ragu, saya tidak akan mundur setapak pun, dan hari ini terima kasih, terima kasih Majelis Ulama Indonesia telah memberi kepada saya suntikan keberanian, saya menjadi lebih berani, lebih yakin bahwa ulama-umara bersatu. Kita akan menegakkan keadilan di bumi Indonesia ini,” ujar Presiden.
Baca juga: Prabowo Sebut Soal Harta Haram, Bagaimana Konsepnya dalam Islam?
Prabowo menekankan persatuan ulama dan umat Muslim sebagai kunci keselamatan bangsa.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menghilangkan kecurigaan, perbedaan masa lalu, dan rasa benci.
Menurut Prabowo, perbedaan dan persaingan tetap sehat selama diakhiri dengan persatuan.
“Keselamatan bangsa hanya bisa kita hasilkan kalau kita bersatu, kita hilangkan curiga di antara kita, kita hilangkan perbedaan masa lalu, kita hilangkan rasa benci. Perbedaan adalah baik, persaingan adalah baik, tetapi setelah bersaing, mari kita bersatu, bersatu, bersatu dalam munajat, bersatu untuk keselamatan bangsa. Kita hormati semua, hormati semua umat, hormati semua kaum. Itulah contoh-contoh yang diberikan oleh ulama-ulama Indonesia,” kata Presiden Prabowo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang