Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Ramadan 1447 H, Prabowo Doakan Indonesia Tetap Bersatu

Kompas.com, 8 Februari 2026, 07:00 WIB
Khairina

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com-Presiden Prabowo Subianto menyampaikan doa bagi bangsa Indonesia menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H.

Doa tersebut disampaikan dalam taklimat pada rangkaian Istighasah Kubra dan pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Prabowo mengajak seluruh jamaah mempersiapkan batin dengan memperkuat niat, menjaga kesucian hati, dan memohon perlindungan Allah SWT.

Baca juga: Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter di Bundaran HI untuk Gedung MUI dan Lembaga Umat Islam

Ajak Bangsa Bersatu dan Berdoa Menjelang Ramadan

Prabowo mengingatkan jamaah bahwa bulan Ramadan merupakan momentum memperkuat persatuan dan keteguhan niat.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa terus berdoa agar Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.

“Mari kita terus bersatu, mari kita bertekad, kita berdoa selalu. Bangsa kita berada dalam perlindungan Allah SWT,” ucap Presiden, dilansir dari laman Kemenag.

Ramadan sebagai Momentum Refleksi dan Persaudaraan

Prabowo memandang Ramadan tidak hanya sebagai ritual ibadah, tetapi juga waktu untuk merenung dan mempererat persaudaraan.

Ia menekankan kekuatan sebuah bangsa terletak pada kerukunan rakyatnya.

Ajakan persatuan dinilai penting dalam upaya membangun negeri secara berkelanjutan.

Baca juga: MUI Sambut Rencana Prabowo Bangun Gedung Baru di Bundaran HI

Doa Dijauhkan dari Perpecahan dan Bencana

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan harapan agar Indonesia dijauhkan dari perpecahan dan bencana.

Ia mengingatkan pentingnya menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah mufakat sebagai jalan terbaik.

“Bangsa Indonesia dijauhkan dari perpecahan dan bencana. Kita selesaikan semua perbedaan dengan baik, dengan musyawarah mufakat. Dan semoga Allah SWT senantiasa memberi rahmat dan ridhonya bagi bangsa kita dan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

Stabilitas Nasional dan Sikap Sabar Warga

Prabowo menilai stabilitas nasional menjadi kunci utama kemajuan bangsa.

Stabilitas tersebut dapat terwujud jika setiap warga negara memiliki sikap sabar dan pemaaf.

Doa yang disampaikan Presiden merepresentasikan harapan agar masyarakat hidup dalam kedamaian.

Musyawarah sebagai Ciri Kepribadian Bangsa

Terkait dinamika sosial, Prabowo berpesan agar setiap perbedaan diselesaikan secara bijak.

Ia menegaskan musyawarah mufakat perlu terus dikedepankan dalam menghadapi persoalan.

Dialog yang santun disebut sebagai ciri kepribadian bangsa Indonesia yang patut dijaga.

Baca juga: Prabowo Undang 64 Tokoh Ormas Islam ke Istana Bahas Board of Peace

Harapan Rahmat dan Ridha Allah bagi Seluruh Rakyat

Prabowo mendoakan agar rahmat dan ridha Allah SWT menyertai setiap langkah rakyat Indonesia.

Keberkahan tersebut diharapkan mencakup kesejahteraan lahir dan ketenangan batin dari Sabang hingga Merauke.

Ia meyakini rahmat Tuhan akan menguatkan Indonesia menghadapi berbagai ujian zaman.

Apresiasi Peran Ulama Menjaga Kesejukan

Prabowo menyampaikan apresiasi atas peran ulama dalam menjaga kesejukan di tengah masyarakat.

Kehadiran Presiden dalam istighasah ini menegaskan komitmen pemerintah menyelaraskan kebijakan negara dengan doa dan bimbingan spiritual.

Harmoni antara kepemimpinan nasional dan nilai religiusitas dinilai penting dalam kehidupan berbangsa.

Optimisme Sambut Ramadan dengan Hati Bersih

Prabowo menyatakan optimisme bahwa bangsa Indonesia memasuki Ramadan dengan hati yang bersih dan tekad baru.

Pesan perdamaian yang disampaikan diharapkan menjadi penyejuk bagi masyarakat, baik yang hadir langsung maupun mengikuti secara daring.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Wamenag Minta Perketat Perlindungan Anak di Madrasah, bangun Budaya Berani Melapor
Wamenag Minta Perketat Perlindungan Anak di Madrasah, bangun Budaya Berani Melapor
Aktual
Muhammadiyah Maknai Jihad Masa Kini dengan Membangun Bangsa, Bukan Kekerasan
Muhammadiyah Maknai Jihad Masa Kini dengan Membangun Bangsa, Bukan Kekerasan
Aktual
Ma'ruf Amin Dorong NU Perkuat Umat dan Kemandirian Ekonomi
Ma'ruf Amin Dorong NU Perkuat Umat dan Kemandirian Ekonomi
Aktual
Buka Muktamar Tapak Suci XIV, Ahmad Luthfi Soroti Peran Pencak Silat dalam Membangun Karakter dan Persatuan
Buka Muktamar Tapak Suci XIV, Ahmad Luthfi Soroti Peran Pencak Silat dalam Membangun Karakter dan Persatuan
Aktual
Ahmad Muzani: Qanun Asasi NU Jadi Landasan Menjaga Keutuhan NKRI
Ahmad Muzani: Qanun Asasi NU Jadi Landasan Menjaga Keutuhan NKRI
Aktual
Muhammad Barie Irsyad, Sosok Pendekar Pendiri Tapak Suci Putera Muhammadiyah
Muhammad Barie Irsyad, Sosok Pendekar Pendiri Tapak Suci Putera Muhammadiyah
Aktual
Sejarah Tapak Suci, Organisasi Pencak Silat Muhammadiyah
Sejarah Tapak Suci, Organisasi Pencak Silat Muhammadiyah
Aktual
Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Resmi Tetapkan 13 Formatur PPNA 2026-2030
Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Resmi Tetapkan 13 Formatur PPNA 2026-2030
Aktual
Doa I'tidal: Arab, Latin, Arti, Gerakan, dan Bacaan Sesuai Sunnah
Doa I'tidal: Arab, Latin, Arti, Gerakan, dan Bacaan Sesuai Sunnah
Doa Harian
Resmi! Kemenag Bentuk Ditjen Pesantren, Ini Susunan Organisasinya
Resmi! Kemenag Bentuk Ditjen Pesantren, Ini Susunan Organisasinya
Aktual
MUI Ingatkan 3 Hal soal Agustusan: Mulai Kostum Pria hingga Hadiah Lomba
MUI Ingatkan 3 Hal soal Agustusan: Mulai Kostum Pria hingga Hadiah Lomba
Aktual
Cara Menunaikan Shalat Fardhu saat Darurat Bencana Gempa, Ada Keringanan
Cara Menunaikan Shalat Fardhu saat Darurat Bencana Gempa, Ada Keringanan
Aktual
Kapan Shalat Jamak Qashar Bisa Dilakukan? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Kapan Shalat Jamak Qashar Bisa Dilakukan? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Jarak Bepergian untuk Jamak Qashar Berapa Km? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Jarak Bepergian untuk Jamak Qashar Berapa Km? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya di Waktu Isya: Niat dan Tata Caranya
Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya di Waktu Isya: Niat dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar