Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ziarah Kubur Jelang Ramadan, Ini Hukum dan Doanya

Kompas.com, 8 Februari 2026, 08:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjelang datangnya Ramadan, sebagian umat Islam memiliki tradisi berziarah ke makam orangtua, keluarga, atau kerabat.

Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, tetapi memiliki landasan syariat yang kuat selama dilakukan sesuai tuntunan.

Di tengah persiapan menyambut bulan suci, ziarah kubur menjadi momen refleksi bahwa Ramadan bisa jadi bukan lagi sekadar hitungan hari, melainkan kesempatan yang belum tentu terulang.

Mengapa Ziarah Kubur Dilakukan Menjelang Ramadan?

Dalam Islam, ziarah kubur bukan ritual musiman. Ia dianjurkan kapan saja sebagai pengingat akan kehidupan akhirat.

Namun menjelang Ramadan, ziarah terasa lebih bermakna karena bulan suci identik dengan ampunan, doa, dan perenungan.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya dahulu aku telah melarang kalian berziarah kubur, maka kini ziarahilah kuburan (karena yang demikian dapat mengingatkan kalian pada akhirat) (dan dengan menziarahi kubur adalah menambah kebaikan.) Barang siapa yang berkehendak untuk menziarahinya, maka ziarahilah dan jangan kalian mengucapkan kata-kata yang batil." (HR Muslim, Abu Dawud, Baihaqi, an-Nasa'i, dan Ahmad)

Hadis ini menjadi dasar utama hukum ziarah kubur. Awalnya dilarang karena kekhawatiran praktik syirik pada masa awal Islam, kemudian diperbolehkan setelah akidah umat menguat.

Dalam buku Ahkaamul Janaa’iz wa Bida’ihaa karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dijelaskan bahwa ziarah kubur memiliki fungsi edukatif, menumbuhkan kesadaran akan kematian dan mendorong persiapan amal.

Baca juga: Link Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah untuk Berbagai Kota di Indonesia

Hukum Ziarah Kubur dalam Islam

Mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali sepakat bahwa hukum ziarah kubur adalah sunnah bagi laki-laki.

Untuk perempuan, terdapat perbedaan pendapat, namun jumhur ulama membolehkan selama tidak menimbulkan kemungkaran.

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab menyebutkan bahwa ziarah kubur dianjurkan karena mengandung pelajaran tentang kefanaan dunia dan mendorong zuhud terhadap kehidupan sementara.

Al-Qur’an sendiri mengingatkan manusia agar tidak lalai terhadap akhirat:

Alhakumut-takatsur. Hatta zurtumul maqabir.

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (QS At-Takatsur: 1-2)

Ayat ini menegaskan bahwa kematian adalah kepastian yang akan didatangi setiap manusia.

Keutamaan Ziarah Kubur

Ziarah kubur bukan hanya amalan simbolik. Ia mengandung keutamaan spiritual.

Dalam buku 3 Golongan Musuh Allah pada Hari Kiamat karya Rizem Aizid disebutkan bahwa orang yang rutin berziarah dengan niat yang benar akan memperoleh pahala dan kelembutan hati. Tradisi ini juga mempererat hubungan doa antara yang hidup dan yang telah wafat.

Syekh Abbas al-Qummi dalam Mafatih al-Jinan menjelaskan bahwa membaca doa dan ayat Al-Qur’an di makam menjadi bentuk sedekah spiritual yang pahalanya sampai kepada mayit, menurut sebagian riwayat.

Momentum menjelang Ramadan membuat ziarah kubur semakin terasa sebagai pengingat: apakah kita sudah cukup bekal sebelum memasuki bulan penuh ampunan?

Baca juga: Tradisi Ziarah Kubur Jelang Ramadan, Jangan Sampai Melanggar Adab Ini

Doa Ziarah Kubur Sesuai Sunnah

Berikut bacaan doa yang dianjurkan ketika berziarah:

1. Salam kepada Penghuni Kubur

السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

Assalamu’alaikum dara qaumin mu’minin, wa inna insya Allahu bikum lahiqun.

Artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian wahai penghuni kubur dari kaum mukmin. Dan sesungguhnya kami, insya Allah, akan menyusul kalian.”

Doa ini diriwayatkan dalam hadis sahih Muslim.

2. Membaca Istighfar

Astaghfirullahal ‘azhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya, dan aku bertobat kepada-Nya.”

3. Membaca Surah Al Fatihah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ آمِينَ

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn ar-raḥmānir-raḥīm māliki yaumid-dīn iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim ghairil-maghḍūbi 'alaihim walāḍ-ḍāllīn āmīn

Artinya, "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terlontar. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah. Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kauanugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Semoga Kau kabulkan permohonan kami."

4. Membaca Surah Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas

قُلْ هُوَ اللهُ أَحَد ١ اللهُ الصَّمَد ۲ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدُ ٣ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ٤٥

qul huwallāhu ahad allāhuş-şamad lam yalid wa lam yulad wa lam yakul lahu kufuwan ahad

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya." (QS Al Ikhlas)

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقُ ۲ وَمِنْ شَرَّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبْ وَمِنْ شَرَّ النَّفْتِ فِي الْعُقَدِ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ٥

qul a'użu birabbil-falaq min syarri mā khalaq wa min syarri gāsiqin iżā waqab wa min syarrin-naffāśāti fil-'uqad wa min syarri ḥāsidin iżā hasad

Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki." (QS Al Falaq)

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۱ مَلِكِ النَّاسِ ۲ إِلَهِ النَّاسِ مِنْ شَرَّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ٤ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ٦٥

qul a'użu birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās min syarril-waswāsil-khannās allażī yuwaswisu fī şudurin-nās minal-jinnati wan-nās

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia." (QS An Naas)

5. Membaca Kalimat Tahlil

لَا إِلَهَ إِلَّا الله

Laailaaha Illallah

Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah."

6. Membaca Doa Ziarah Kubur

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسْعَ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقَّهِ مِنَ الذُّنُوبِ وَالْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ

وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأُدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، وَنَوْرُ لَهُ فِيهِ

Allahummaghfirlahu war hamhu wa 'aafihii wa'fu anhu, wa akrim nuzuulahu wawassi' madhalahu, waghsilhu bil maa'i watssalji walbaradi, wa naqqìhì, mìnaddzzunubi wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.

Wabdilhu daaran khairan mìn daarìhì wa zaujan khairan mìn zaujìhì. Wa adkhilhul jannata wa aidzhu mìn adzabil qabri wa mìn adzabinnaari wafsah lahu fi qabrìhì wa nawwìr lahu fihì.

Artinya: "Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya." (HR Muslim)

Baca juga: Doa Ziarah Kubur Jelang Ramadan, Lengkap dengan Bacaan dan Artinya

Adab Ziarah Kubur yang Perlu Diperhatikan

Agar ziarah tetap dalam koridor syariat, ada sejumlah adab yang perlu dijaga.

Pertama, disunnahkan dalam keadaan suci atau berwudhu. Meski tidak wajib, kondisi bersih membantu menghadirkan kekhusyukan.

Kedua, mengucapkan salam saat memasuki area pemakaman.

Ketiga, menghadap kiblat ketika berdoa, sebagaimana dianjurkan dalam banyak ibadah doa.

Keempat, tidak duduk, menginjak, atau bersandar di atas kuburan. Rasulullah SAW bersabda:

“Janganlah kalian duduk di atas kuburan.” (HR Muslim)

Kelima, menghindari sikap berlebihan seperti meminta kepada penghuni kubur atau menjadikan makam sebagai tempat ritual yang tidak dicontohkan.

Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa inti ziarah adalah doa dan pengingat kematian, bukan praktik-praktik yang menjurus pada pengkultusan.

Ziarah Kubur dan Spirit Ramadan

Menjelang Ramadan, ziarah kubur sering kali menjadi momentum memperbaiki hubungan dengan keluarga yang telah wafat sekaligus memperbaiki hubungan dengan Allah.

Rasulullah SAW pernah menziarahi makam ibunya dan menangis, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim.

Tangisan itu bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk kasih sayang dan kesadaran bahwa hidup memiliki batas.

Ramadan adalah bulan ampunan. Ziarah kubur mengingatkan bahwa suatu hari, orang lainlah yang akan berdiri di sisi makam kita, mendoakan hal yang sama.

Pertanyaannya, jika Ramadan tahun ini menjadi yang terakhir bagi kita, sudahkah hati benar-benar siap?

Ziarah kubur menjelang Ramadan bukan sekadar tradisi, melainkan undangan untuk membersihkan diri sebelum memasuki bulan yang penuh rahmat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com