Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Warna Trend Baju Lebaran 2026: Scarlet, Mocca, Sage hingga Cloud Dancer yang Bikin Seragam Keluarga Makin Estetik

Kompas.com, 8 Februari 2026, 08:46 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Lebaran selalu jadi momen untuk kembali fitrah sekaligus tampil kompak saat berkumpul bersama keluarga besar.

Tradisi memilih busana seragam pun tak pernah absen. Memasuki 2026, perhatian warganet mengerucut pada satu hal: warna trend baju lebaran 2026 yang terasa berbeda—lebih berani berekspresi, namun tetap membawa ketenangan nuansa alam.

Perpaduan tone berani dan earthy yang menenangkan membuat pilihan warna tahun ini terasa segar di kamera, nyaman dipakai seharian, dan cocok untuk semua usia. Dari anak-anak sampai orang tua, palet 2026 dirancang inklusif untuk warna kulit sawo matang hingga kuning langsat.

Baca juga: Trend Baju Lebaran 2026: Inspirasi Model, Warna & Rekomendasi OOTD untuk Tampil Stylish

Scarlet Red yang Ikonik dan Penuh Semangat

Scarlet Red muncul sebagai primadona baru. Merahnya tegas, elegan, dan melambangkan semangat baru setelah sebulan berpuasa. Untuk tampilan keluarga, padukan dengan bawahan hitam atau emas redup agar tetap berkelas tanpa terlihat berlebihan.

Cocok untuk: keluarga yang ingin tampil berani dan standout di foto bersama.

Mocca & Turunan Cokelat Hangat yang “Mahal”

Mocca, cokelat susu, hingga deep mocha masih jadi favorit karena aman di semua warna kulit. Kain satin atau silk dengan kilau lembut memberi efek luxury look tanpa perlu banyak aksesori.

Cocok untuk: seragaman keluarga besar yang ingin terlihat dewasa, hangat, dan elegan.

Putih & Broken White, Kini Naik Level lewat Tekstur

Putih tak pernah gagal untuk Lebaran. Di 2026, trennya bukan putih polos, melainkan permainan tekstur: bordir timbul, payet minimalis, dan pilihan broken white yang lebih lembut di kamera.

Inspirasi ini selaras dengan pilihan Pantone yang menetapkan Cloud Dancer (PANTONE 11-4201) sebagai Color of the Year 2026—putih netral yang menenangkan dan terasa premium.

Cocok untuk: keluarga yang ingin tampilan suci, bersih, dan fotogenik.

Digital & Soft Lavender, Pastel Futuristik yang Dreamy

Lavender berevolusi jadi lebih muted dengan sentuhan futuristik. Terlihat manis, modern, dan sangat digemari Gen Z. Bahan organza atau tule membuat dimensi busana makin hidup.

Cocok untuk: keluarga muda yang ingin tampil beda dan estetik.

Sage Green yang Lebih Kalem dan Maskulin

Sage Green kini tampil lebih pudar, memberi kesan damai dan dewasa. Warna ini sangat aman untuk koko pria tanpa terlihat feminin, sekaligus cantik untuk gamis wanita.

Cocok untuk: keluarga yang menginginkan nuansa teduh dan menenangkan.

Terracotta Terang yang Estetik dan “Glowing”

Perpaduan merah bata dan oranye tanah liat ini sangat bersahabat untuk kulit sawo matang. Efeknya bikin wajah tampak cerah alami, apalagi jika dipadukan motif etnik atau batik kontemporer.

Cocok untuk: pecinta foto OOTD Lebaran yang ingin hasilnya Instagrammable.

Midnight Blue yang Formal dan Berwibawa

Biru gelap pekat ini memberi aura formal, ramping, dan elegan. Tambahkan aksen perak pada hijab atau kancing untuk titik cerah yang manis.

Cocok untuk: keluarga yang menyukai tampilan rapi dan classy.

Emerald Green & Glacier Blue, Pendatang Baru yang Menyegarkan

Selain tujuh warna utama, dua tone ini diprediksi ikut naik daun:

Emerald Green: hijau permata yang bold, mewah, dan karismatik.
Glacier Blue: biru es super muda yang sejuk, clean look, dan nyaman dipakai siang hari.

Keduanya memberi opsi segar di luar palet yang sudah populer.

Kenapa Palet 2026 Terasa Berbeda?

Tahun ini, warna tak hanya bicara estetika, tapi juga suasana batin: tenang, hangat, dan reflektif.

Itulah mengapa putih Cloud Dancer, cokelat hangat, hijau sage, hingga biru es terasa relevan.

Warna-warna ini memantulkan kebutuhan orang untuk tampil rapi, adem, namun tetap ekspresif saat momen silaturahmi.

Tips Mix & Match agar Look Makin “On Point”

Warna bold (Scarlet, Emerald, Deep Mocha): netralkan dengan hijab nude/krem.

Warna terang (Lavender, Glacier Blue, Broken White): padukan hijab senada atau putih tulang.

Bros mutiara minimalis bisa langsung mengangkat tampilan polos jadi elegan.
Pilih bahan yang “jatuh” seperti satin, silk, atau organza agar warna terlihat hidup.

Jangan Tunggu Mepet Lebaran

Warna-warna tren biasanya cepat habis menjelang hari raya. Membeli lebih awal membuat ukuran masih lengkap dan pilihan model lebih banyak—baik gamis, tunik, set keluarga, maupun koko pria.

Baca juga: Hitung Mundur Lebaran 2026: Puasa Berapa Hari Lagi? Ini Tanggal Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H

Lebaran adalah momen kebersamaan. Dan di 2026, kebersamaan itu dipertegas lewat pilihan warna yang hangat, tenang, sekaligus berani mengekspresikan diri.

Kalau masih bingung menentukan pilihan, ingat satu patokan sederhana: pilih warna yang bikin seluruh anggota keluarga terlihat serasi di foto. Karena pada akhirnya, foto Lebaran itulah yang akan dikenang sepanjang tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com