Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Perjalanan Jauh Jelang Ramadhan, Bekal Mudik agar Selamat

Kompas.com, 7 Februari 2026, 06:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, ritme kehidupan umat Islam mulai berubah.

Sebagian orang bersiap menyambut ibadah puasa, sementara yang lain mulai merencanakan perjalanan jauh, baik untuk mudik lebih awal, pulang ke kampung halaman, menunaikan tugas kerja, maupun safar ibadah.

Di tengah euforia persiapan itu, Islam mengajarkan satu hal penting yang kerap luput diperhatikan, memohon perlindungan Allah sebelum dan selama perjalanan.

Perjalanan jauh, dalam pandangan Islam, bukan sekadar perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain.

Ia sarat dengan risiko, ujian, dan ketidakpastian. Karena itulah Rasulullah SAW mencontohkan doa-doa khusus agar perjalanan diliputi keselamatan, ketenangan, dan keberkahan.

Baca juga: Awal Ramadhan 1447 H Berpotensi Berbeda, Ini Penjelasan Pakar BRIN

Safar dalam Perspektif Islam: Antara Ikhtiar dan Tawakal

Dalam Alquran, perjalanan atau safar kerap disebut sebagai bagian dari sunnatullah dalam kehidupan manusia. Allah SWT berfirman:

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Wa huwal-ladzī ja‘ala lakumul-arḍa dzalūlan famsyū fī manākibihā wa kulū min rizqihī wa ilaihin-nusyūr.

Artinya: “Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagimu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu kembali.” (QS. Al-Mulk: 15)

Ayat ini menunjukkan bahwa perjalanan adalah bagian dari aktivitas manusia yang diizinkan dan difasilitasi Allah.

Namun, kemudahan tersebut tetap menuntut kesadaran spiritual. Karena itu, Islam tidak hanya mengajarkan persiapan fisik, tetapi juga persiapan batin melalui doa.

Baca juga: Awal Ramadhan 1447 H Berpotensi Berbeda, Ini Penjelasan Pakar BRIN

Doa Perjalanan Jauh yang Dibaca Rasulullah SAW

Dalam buku Doa & Zikir Mustajab untuk Muslimah karya H. Muhammad Rahmatullah, disebutkan riwayat Abdullah bin Sarjis bahwa Rasulullah SAW selalu membaca doa tertentu ketika hendak melakukan perjalanan jauh.

اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الأَهْلِ، اللَّهُمَّ اصْحَبْنَا فِي سَفَرِنَا وَاخْلُفْنَا فِي أَهْلِنَا، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمُنْقَلَبِ وَمِنَ الْحَوْرِ بَعْدَ الْكَوْنِ وَمِنْ دَعْوَةِ الْمَظْلُومِ وَمِنْ سُوءِ الْمَنْظَرِ فِي الأَهْلِ وَالْمَالِ.

Allāhumma antash-shāhibu fis-safari wal-khalīfatu fil-ahl. Allāhummaṣ-ḥabnā fī safarinā wakhlufnā fī ahlinā. Allāhumma innī a'ūdzu bika min wa'tsā'is-safari wa kaābatil-munqalabi wa minal-ḥauri ba'dal-kauni wa min da'watil maẓlūmi wa min sū'il-manẓari fil-ahli wal-māl.

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Teman dalam perjalanan, dan Pengganti di dalam keluarga. Ya Allah, sertailah kami dalam perjalanan kami, dan gantilah kami dalam keluarga kami. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan, dan kesedihan saat kembali, serta dari kekafiran setelah iman, dan dari doa orang yang dizalimi, dari keburukan pemandangan dalam keluarga dan harta." (HR Tirmidzi)

Doa ini menunjukkan keseimbangan batin seorang musafir: tenang menjalani perjalanan, sekaligus pasrah menitipkan keluarga kepada Allah.

Doa Naik Kendaraan, Relevan di Tengah Arus Mudik

Menjelang Ramadhan, arus perjalanan darat, laut, dan udara biasanya meningkat. Islam mengajarkan doa khusus saat menaiki kendaraan, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits sahih.

بِسْمِ اللَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ.
الْحَمْدُ لِلَّهِ (3 مرات)، اللَّهُ أَكْبَرُ (3 مرات)، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَكْبَرُ ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.

Bismillāh, alhamdulillāh, subḥānal-ladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahu muqrinīn, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn.
Alhamdulillāh (3x), Allāhu akbar (3x), subḥānaka Allāhumma innī akbaru ẓalamtu nafsī faghfir lī, fa innahu lā yaghfirudz-dzunūba illā anta.

Artinya: "Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Mahasuci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (pada Hari Kiamat). Segala puji bagi Allah (3x), Mahasuci Engkau, ya Allah! Sesungguhnya aku menganiaya diriku maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau." (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan lihat Shahih At-Tirmidzi)

Dalam konteks mudik, doa ini mengingatkan bahwa teknologi transportasi secanggih apa pun tetap berada dalam kuasa Allah SWT.

Baca juga: Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Siap

Doa Keselamatan Sepanjang Perjalanan

Dalam buku Penuntun Doa, Yuk! karya Abu Ihsan, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW juga mengajarkan doa agar dijauhkan dari kesulitan perjalanan dan keburukan saat kembali.

اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

Allahumma antash shohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a'udzubika min wa'tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.

Artinya: Ya Allah, Engkau adalah teman dalam perjalanan dan pengganti dalam keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, kesedihan tempat kembali, doa orang yang teraniaya, dan dari pandangan yang menyedihkan dalam keluarga dan harta." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Doa ini terasa sangat relevan bagi para pemudik yang menempuh perjalanan panjang, melelahkan, dan penuh risiko.

Doa Setelah Kembali: Mensyukuri Keselamatan

Islam tidak hanya mengajarkan doa saat berangkat, tetapi juga setelah kembali. Rasulullah SAW membaca dzikir khusus sebagai ungkapan syukur.

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ايبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ سَاجِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku walahul-ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr. Āyibūna tāibūna 'ābidūna sājidūna lirabbinā ḥāmidūn. Ṣadaqallāhu wa'dah, wa naṣara 'abdah, wa hazamal-aḥzāba waḥdah.

Artinya: "Tiada Tuhan melainkan Allah Yang Esa tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Kami pulang, bertobat, mengabdi, bersujud dan kami memuji kepada Tuhan kami. Allah telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan dengan sendiri pasukan-pasukan yang bersekutu." (HR Al-Bukhari-Muslim dari Ibnu Umar)

Ini menjadi penegasan bahwa keselamatan dalam perjalanan adalah nikmat yang patut disyukuri, terlebih jika perjalanan tersebut dilakukan menjelang Ramadhan, bulan ampunan dan taubat.

Baca juga: Awal Puasa 2026 Muhammadiyah: Ini Tanggal 1 Ramadhan 1447 H Versi Hisab

Adab Setelah Pulang dari Perjalanan Menjelang Ramadhan

Dalam tradisi keislaman, musafir dianjurkan tidak langsung larut dalam istirahat. Beberapa adab yang disarankan antara lain membaca doa ketenangan tempat tinggal, menunaikan shalat fardhu, memperbanyak istigfar, hingga melakukan sujud syukur.

Doa yang dianjurkan antara lain:

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِهَا قَرَارًا وَرِزْقًا حَسَنًا

Allāhumma'j'alnā bihā qarāran wa rizqan ḥasanā.

Artinya: "Ya Allah, jadikan untuk kami ketetapan dan ketenangan di dalamnya, dan berilah kami rezeki yang baik."

Menyambut Ramadhan dengan Safar yang Berkah

Perjalanan menjelang Ramadhan bukan hanya soal pulang kampung atau berpindah kota. Ia bisa menjadi awal penyucian diri, jika diiringi doa, kesadaran, dan niat yang lurus.

Safar yang disertai doa menjadikan langkah lebih ringan, hati lebih tenang, dan Ramadhan disambut dengan kesiapan lahir dan batin.

Di tengah hiruk-pikuk mudik dan persiapan puasa, doa perjalanan jauh menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan manusia sejatinya menuju satu tujuan akhir, yaitu kembali kepada Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Cerita Mbah Marsiyah Jemaah Haji Tertua 105 Tahun, Selalu Sehat Selama Berhaji
Cerita Mbah Marsiyah Jemaah Haji Tertua 105 Tahun, Selalu Sehat Selama Berhaji
Aktual
AMALI Desak Negara Biayai Pesantren Secara Penuh, Soroti Diskriminasi terhadap Ma'had Aly
AMALI Desak Negara Biayai Pesantren Secara Penuh, Soroti Diskriminasi terhadap Ma'had Aly
Aktual
Sensasi Berkuda di Gurun Madinah: Wisata Spiritual Jemaah Indonesia
Sensasi Berkuda di Gurun Madinah: Wisata Spiritual Jemaah Indonesia
Aktual
Puasa Asyura 10 Muharram: Niat, Keutamaan, dan Tata Cara Pelaksanaannya
Puasa Asyura 10 Muharram: Niat, Keutamaan, dan Tata Cara Pelaksanaannya
Doa dan Niat
6 Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram, Hapus Dosa Setahun
6 Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram, Hapus Dosa Setahun
Aktual
Komisi VIII DPR Dorong BPKH Lebih Independen untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Komisi VIII DPR Dorong BPKH Lebih Independen untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Aktual
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026, Bolehkan Menjalankan Salah Satunya Saja?
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026, Bolehkan Menjalankan Salah Satunya Saja?
Aktual
Puasa Asyura, Warisan Para Nabi yang Hapus Dosa Setahun dan Sarat Hikmah
Puasa Asyura, Warisan Para Nabi yang Hapus Dosa Setahun dan Sarat Hikmah
Aktual
Mengapa 10 Muharram Disebut Hari Raya Anak Yatim? Ini Sejarah dan Maknanya
Mengapa 10 Muharram Disebut Hari Raya Anak Yatim? Ini Sejarah dan Maknanya
Aktual
MUI Minta Pelaku Penganiayaan di Bandung Dihukum Maksimal: Jangan Ada Toleransi untuk Kekerasan Berkedok Cinta
MUI Minta Pelaku Penganiayaan di Bandung Dihukum Maksimal: Jangan Ada Toleransi untuk Kekerasan Berkedok Cinta
Aktual
PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan
PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan
Aktual
Puasa Tasua 9 Muharram: Niat, Dalil Anjuran, Keutamaan, dan Tata Caranya
Puasa Tasua 9 Muharram: Niat, Dalil Anjuran, Keutamaan, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Aktual
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
Aktual
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com