Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jejak Kerajaan Nabi Sulaiman Mulai Terungkap? Temuan Arkeologi Ini Bikin Ilmuwan Terkejut

Kompas.com, 6 Februari 2026, 11:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kerajaan Nabi Sulaiman AS selama berabad-abad berada di wilayah yang samar antara keyakinan agama dan penelitian ilmiah.

Dalam tradisi Islam, Nabi Sulaiman dikenal sebagai nabi sekaligus raja dengan kekuasaan yang luar biasa luas.

Namun, dalam kajian arkeologi modern, keberadaan dan skala kerajaan tersebut lama dianggap sulit dibuktikan secara material.

Belakangan, sejumlah temuan arkeologi dan kajian epigrafi mulai memberikan gambaran yang lebih konkret.

Hubungan antara Kerajaan Nabi Sulaiman dan Kerajaan Saba yang dipimpin Ratu Balqis kini tidak lagi dipandang semata sebagai kisah simbolik, melainkan bagian dari jaringan politik dan perdagangan dunia kuno.

Nabi Sulaiman AS dalam Tradisi Islam

Dalam Islam, Nabi Sulaiman AS adalah putra Nabi Daud AS yang mewarisi kenabian sekaligus kekuasaan. Hal ini ditegaskan dalam Al Quran:

Wa waritsa Sulaimānu Dāwūd.

“Dan Sulaiman mewarisi Daud.” (QS. An-Naml: 16)

Ayat ini menunjukkan bahwa warisan yang diterima Nabi Sulaiman bukan hanya garis keturunan, tetapi juga kepemimpinan dan tanggung jawab sebagai nabi dan raja.

Dalam Kisah Para Nabi karya Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa Kerajaan Nabi Sulaiman mencapai puncak kemakmuran karena dijalankan dengan hukum Allah.

Ia dikenal sebagai pemimpin yang adil, tegas, dan bijaksana, serta tidak memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

Baca juga: Kisah Nabi Sulaiman AS: Pemimpin Bijak dengan Karunia Besar

Kekuasaan yang Tidak Dimiliki Raja Mana Pun

Keistimewaan Nabi Sulaiman ditegaskan dalam doa yang diabadikan Al Quran:

Rabbi hab li mulkan laa yanbaghii li ahadin min ba‘dii.

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku.” (QS. Shad: 35)

Para mufasir, termasuk Al-Qurthubi dalam Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, menjelaskan bahwa doa ini dikabulkan Allah dengan memberikan Nabi Sulaiman kemampuan menundukkan jin, memahami bahasa hewan, serta mengendalikan angin sebagai sarana mobilitas kerajaan.

Keterangan ini menunjukkan bahwa Kerajaan Nabi Sulaiman bukan kerajaan biasa, melainkan kerajaan dengan sistem pemerintahan yang sangat terorganisir dan berpengaruh luas.

Kerajaan Saba dan Ratu Balqis

Al Quran menceritakan secara rinci hubungan Nabi Sulaiman dengan Kerajaan Saba dalam Surah An-Naml.

Saba digambarkan sebagai negeri makmur dengan sistem pemerintahan kuat, dipimpin oleh seorang ratu yang cerdas dan berwibawa.

Allah SWT berfirman:

Innii wajadtu imra’atan tamlikuhum wa uutiat min kulli syai’.

“Sesungguhnya aku mendapati seorang perempuan yang memerintah mereka dan dia dianugerahi segala sesuatu.” (QS. An-Naml: 23)

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa Ratu Balqis memimpin negeri yang kaya hasil bumi dan perdagangan, tetapi menyembah matahari.

Nabi Sulaiman tidak langsung memeranginya, melainkan mengajak dengan dakwah dan diplomasi.

Baca juga: Kumpulan Doa Nabi Sulaiman dalam Islam dan Penjelasannya

Temuan Arkeologi yang Menguatkan Kisah Al Quran

Perdebatan tentang apakah Kerajaan Nabi Sulaiman benar-benar ada secara historis terus berlangsung.

Namun, penelitian yang dilakukan oleh Ben-Gurion University of the Negev dan dipublikasikan dalam Jerusalem Journal of Archaeology pada Januari 2023 memberikan perspektif baru.

Mengutip laporan Live Science, para peneliti berhasil menguraikan prasasti berbahasa Arab Selatan Kuno (Sabaean) yang ditemukan di wilayah Ophel, dekat Yerusalem.

Prasasti tersebut tertulis pada sebuah guci yang berisi labdanum, getah aromatik bernilai tinggi pada zaman kuno.

Daniel Vainstub, peneliti utama, menjelaskan bahwa keberadaan bahasa Sabaean di wilayah Israel menunjukkan adanya hubungan langsung antara Kerajaan Saba dan pemerintahan di Yerusalem pada masa Raja Sulaiman.

Dalam dunia kuno, perdagangan dupa dan rempah-rempah merupakan komoditas strategis. Kerajaan Saba dikenal sebagai pusat produksi dupa, sementara Kerajaan Nabi Sulaiman menguasai jalur perdagangan dari Arabia menuju Laut Mediterania.

Jalur Dagang sebagai Kunci Kekuasaan

Dalam buku Dhofar Through the Ages: An Ecological, Archaeological and Historical Landscape karya Juris Zarins, dijelaskan bahwa kekuatan politik di Jazirah Arab dan Levant kuno sangat ditentukan oleh kendali jalur dagang.

Kerajaan yang menguasai rute perdagangan otomatis memiliki pengaruh ekonomi dan diplomatik.

Hal ini selaras dengan keterangan Al Quran bahwa Kerajaan Nabi Sulaiman memiliki jaringan kekuasaan luas dan terorganisir.

Kendali atas perdagangan menjelaskan bagaimana hubungan antara Sulaiman dan Saba bersifat diplomatis, bukan semata konflik.

Apakah Kerajaan Nabi Sulaiman Sebesar yang Digambarkan?

Sebagian arkeolog modern masih berhati-hati dalam menyimpulkan skala Kerajaan Nabi Sulaiman.

Namun, dalam buku Archaeology: History Beneath Solomon's City karya Steven Ortiz, disebutkan bahwa bukti arsitektur, tembikar, dan sistem administrasi pada abad ke-10 SM menunjukkan adanya pemerintahan terpusat yang kuat.

Islam tidak memisahkan antara kekuasaan spiritual dan politik Nabi Sulaiman. Dalam Tahdzib Ibnu Asakir, Al-Hafiz Ibnu Asakir menegaskan bahwa Nabi Sulaiman adalah nabi sekaligus raja yang memerintah dengan hukum Allah.

Baca juga: Doa Nabi Sulaiman untuk Mengusir Semut di Rumah, Lengkap dengan Bacaan Arab dan Artinya

Antara Wahyu dan Sains

Al Quran tidak diturunkan sebagai buku sejarah atau arkeologi, tetapi sebagai petunjuk. Namun, ketika sains modern mulai menemukan fragmen yang selaras dengan kisah wahyu, dialog antara iman dan ilmu pun terbuka.

Allah SWT berfirman:

Sanuriihim aayaatinaa fil aafaaqi wa fii anfusihim.

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri.” (QS. Fussilat: 53)

Ayat ini sering dikutip oleh para ulama sebagai penegasan bahwa kebenaran wahyu akan terus terungkap seiring berkembangnya pengetahuan manusia.

Misteri yang Belum Sepenuhnya Terjawab

Meski sejumlah bukti mulai bermunculan, Kerajaan Nabi Sulaiman AS tetap menyimpan banyak teka-teki.

Di mana tepat istananya berdiri, seberapa luas wilayah kekuasaannya, dan bagaimana sistem pemerintahannya secara detail masih menjadi kajian panjang.

Namun, dalam perspektif Islam, nilai terpenting dari kisah Nabi Sulaiman bukan semata kemegahan kerajaan, melainkan bagaimana kekuasaan dijalankan dengan keadilan, kebijaksanaan, dan ketundukan kepada Allah SWT.

Di antara wahyu dan sains, kisah Kerajaan Nabi Sulaiman terus hidup, bukan hanya sebagai cerita masa lalu, tetapi sebagai cermin tentang bagaimana kekuasaan seharusnya dijalankan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Aktual
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Aktual
Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat
Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat
Aktual
Kemenag Siapkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Rp4,1 Triliun, Ini Jadwal Pengajuannya
Kemenag Siapkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Rp4,1 Triliun, Ini Jadwal Pengajuannya
Aktual
Wamenag Minta Perketat Perlindungan Anak di Madrasah, bangun Budaya Berani Melapor
Wamenag Minta Perketat Perlindungan Anak di Madrasah, bangun Budaya Berani Melapor
Aktual
Muhammadiyah Maknai Jihad Masa Kini dengan Membangun Bangsa, Bukan Kekerasan
Muhammadiyah Maknai Jihad Masa Kini dengan Membangun Bangsa, Bukan Kekerasan
Aktual
Ma'ruf Amin Dorong NU Perkuat Umat dan Kemandirian Ekonomi
Ma'ruf Amin Dorong NU Perkuat Umat dan Kemandirian Ekonomi
Aktual
Buka Muktamar Tapak Suci XIV, Ahmad Luthfi Soroti Peran Pencak Silat dalam Membangun Karakter dan Persatuan
Buka Muktamar Tapak Suci XIV, Ahmad Luthfi Soroti Peran Pencak Silat dalam Membangun Karakter dan Persatuan
Aktual
Ahmad Muzani: Qanun Asasi NU Jadi Landasan Menjaga Keutuhan NKRI
Ahmad Muzani: Qanun Asasi NU Jadi Landasan Menjaga Keutuhan NKRI
Aktual
Muhammad Barie Irsyad, Sosok Pendekar Pendiri Tapak Suci Putera Muhammadiyah
Muhammad Barie Irsyad, Sosok Pendekar Pendiri Tapak Suci Putera Muhammadiyah
Aktual
Sejarah Tapak Suci, Organisasi Pencak Silat Muhammadiyah
Sejarah Tapak Suci, Organisasi Pencak Silat Muhammadiyah
Aktual
Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Resmi Tetapkan 13 Formatur PPNA 2026-2030
Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Resmi Tetapkan 13 Formatur PPNA 2026-2030
Aktual
Doa I'tidal: Arab, Latin, Arti, Gerakan, dan Bacaan Sesuai Sunnah
Doa I'tidal: Arab, Latin, Arti, Gerakan, dan Bacaan Sesuai Sunnah
Doa Harian
Resmi! Kemenag Bentuk Ditjen Pesantren, Ini Susunan Organisasinya
Resmi! Kemenag Bentuk Ditjen Pesantren, Ini Susunan Organisasinya
Aktual
MUI Ingatkan 3 Hal soal Agustusan: Mulai Kostum Pria hingga Hadiah Lomba
MUI Ingatkan 3 Hal soal Agustusan: Mulai Kostum Pria hingga Hadiah Lomba
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar