Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Saat Terjadi Gempa: Arab, Latin, Arti, dan Amalan Agar Hati Tetap Tenang

Kompas.com, 6 Februari 2026, 08:30 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Getaran mendadak sering membuat orang panik, berlarian keluar rumah, dan mencari tempat aman.

Di momen seperti itu, banyak yang spontan mengingat Tuhan dan melafalkan doa.

Ulama mengajarkan, selain ikhtiar menyelamatkan diri, umat Islam dianjurkan berdzikir dan berdoa saat gempa. Amalan ini diyakini menenangkan hati sekaligus menjadi pengingat akan kebesaran Allah.

Mengapa Dianjurkan Berdoa Saat Gempa?

Penjelasan dari kalangan ulama dan panduan keagamaan yang kerap disosialisasikan Kementerian Agama menyebut, fenomena alam seperti gempa bukan sekadar peristiwa fisik. Ia juga momentum muhasabah (introspeksi), memperbanyak dzikir, dan memohon perlindungan Allah.

Baca juga: Doa Saat Terjadi Gempa Bumi, Bisa Dibaca untuk Menenangkan Hati serta Meminta Perlindungan

Sikap yang dianjurkan: tetap tenang, menjauh dari bahaya, lalu memperbanyak istighfar dan doa.

Doa Saat Terjadi Gempa (Arab, Latin, Arti)

Arab

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Latin

Allāhumma innī as’alukal ‘āfiyah fid-dunyā wal-ākhirah

Arti

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan di akhirat.”

Doa ini sering dianjurkan ulama untuk dibaca saat menghadapi kondisi genting, termasuk ketika terjadi gempa, sebagai permohonan perlindungan dan keselamatan.

Tambahkan pula istighfar pendek yang mudah diucap saat panik:

Astaghfirullāhal ‘azhīm (Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung)

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa perlindungan dari berbagai musibah.

Arab

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

Arti

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya ujian, dari kesengsaraan, dari buruknya ketetapan, dan dari kegembiraan musuh atas penderitaanku.”
(HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)

Doa ini relevan dibaca saat gempa atau bencana sebagai permohonan agar dijauhkan dari dampak buruk musibah.

Sikap Rasulullah Menghadapi Peristiwa Alam

Dalam ajaran Islam, fenomena alam seperti gempa, angin kencang, gerhana, dan badai tidak dipandang sekadar peristiwa fisik.

Para ulama menjelaskan, itu juga tanda kebesaran Allah yang mengajak manusia untuk kembali mengingat-Nya. Respons yang diajarkan bukan kepanikan berlebihan, melainkan tenang, berdzikir, berdoa, dan melakukan muhasabah.

Rasulullah SAW mencontohkan sikap spiritual yang kuat saat menghadapi tanda-tanda alam. Beliau segera mengajak umat untuk shalat, berdoa, dan memperbanyak istighfar.

Dari sinilah para ulama menyimpulkan adab menghadapi bencana: kuatkan ikhtiar, kuatkan doa.

Peristiwa gerhana pada masa Nabi menjadi rujukan penting bagaimana beliau menyikapi fenomena alam yang membuat orang cemas.

Arab

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

Arti

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang. Jika kalian melihatnya, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalatlah, dan bersedekahlah.”
(HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)

Ulama menjelaskan, meski hadis ini tentang gerhana, pesannya berlaku umum pada peristiwa alam yang menimbulkan rasa takut, termasuk gempa: kembali kepada Allah dengan doa dan ibadah.

Selain itu, memperbanyak istighfar saat tanda alam muncul pun dianjurkan dalam situasi yang panik dan mencemaskan. Berikut hadis:

Arab

فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ

Arti

“Jika kalian melihat sesuatu dari (tanda-tanda) itu, maka bersegeralah mengingat Allah, berdoa kepada-Nya, dan memohon ampun kepada-Nya.” (HR. Sahih Muslim)

Inilah dasar kuat mengapa saat gempa dianjurkan memperbanyak dzikir dan istighfar.

Pelajaran Penting dari Sikap Nabi

Dari hadis-hadis tersebut, ulama menyimpulkan beberapa adab saat terjadi peristiwa alam:

1. Tidak panik berlebihan

2. Segera berdzikir dan berdoa

3. Memperbanyak istighfar

4. Menguatkan kepedulian sosial

5. Menjadikan peristiwa sebagai momen introspeksi diri

Gempa bukan hanya guncangan bumi, tetapi juga guncangan hati agar manusia kembali sadar akan kelemahannya dan kebutuhan akan perlindungan Allah setiap saat.

Amalan yang Dianjurkan Selain Membaca Doa

Selain membaca doa, beberapa amalan yang bisa dilakukan:

  • Memperbanyak istighfar dan dzikir
  • Menenangkan anggota keluarga, terutama anak-anak
  • Saling membantu saat evakuasi
  • Mengingatkan orang sekitar untuk menjauh dari bangunan berbahaya
  • Jika situasi sudah aman, menunaikan shalat sunnah

Amalan ini memperkuat ketenangan batin sekaligus kepedulian sosial.

Tetap Ikhtiar, Jangan Hanya Berdoa

Berdoa penting, tetapi keselamatan tetap utama. Saat gempa:

  • Segera keluar menuju tempat terbuka
  • Jauhi kaca, lemari, dan bangunan tinggi
  • Lindungi kepala
  • Ikuti arahan petugas kebencanaan

Doa dan ikhtiar berjalan beriringan.

Baca juga: Doa Saat Terjadi Gempa Bumi: Arab, Latin, dan Artinya

Penutup

Di tengah guncangan bumi, doa menjadi penenang hati. Ia membantu meredam panik, menumbuhkan harap, dan menguatkan keyakinan bahwa keselamatan datang dari Allah.

Saat gempa terjadi, selamatkan diri, bantu sesama, dan jangan lupa berdoa.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar