Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Siap

Kompas.com, 6 Februari 2026, 09:51 WIB
Farid Assifa

Editor

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan itulah bekal terbaik dalam menjalani kehidupan, dan ketakwaan pula yang menjadi tujuan utama hadirnya bulan suci Ramadhan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 183)

Baca juga: Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Menyambut Ramadhan dengan Memaknai Keutamaan Bulan Sya’ban

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Kita kini berada di awal bulan Sya’ban. Artinya, Ramadhan sudah di depan mata. Bulan yang selalu kita rindukan, bulan yang penuh ampunan, bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan dilipatgandakannya pahala, dan bulan dibukanya pintu-pintu surga.

Namun pertanyaannya, sudahkah hati kita siap menyambut Ramadhan?

Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ramadhan adalah madrasah besar pembentuk jiwa. Tempat kita dilatih menahan diri, mengendalikan hawa nafsu, memperbaiki akhlak, dan memperbanyak ibadah.

Para ulama mengatakan, siapa yang tidak mempersiapkan diri sebelum Ramadhan, maka ia akan kesulitan memaksimalkan Ramadhan.

Ma’asyiral muslimin,

Persiapan menyambut Ramadhan bukan dimulai saat hilal terlihat. Persiapan itu dimulai sejak sekarang.

Pertama, persiapan iman. Perbanyak istighfar, taubat, dan memperbaiki hubungan dengan Allah. Hati yang kotor akan sulit merasakan manisnya ibadah di bulan Ramadhan.

Kedua, persiapan ilmu. Pelajari kembali fiqih puasa, pahami adab-adabnya, sunnah-sunnahnya, dan hal-hal yang mengurangi pahala puasa. Banyak orang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga.

Ketiga, persiapan amal. Mulailah membiasakan diri dengan tilawah Al-Qur’an, shalat malam, sedekah, dan menahan lisan dari perkataan sia-sia.

Keempat, persiapan hati. Saling memaafkan, menyelesaikan konflik, memperbaiki hubungan dengan keluarga dan sesama.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Nabi Muhammad SAW ketika memasuki bulan Sya’ban, beliau sudah memperbanyak puasa sunnah. Ini menunjukkan bahwa beliau menyiapkan diri secara spiritual sebelum Ramadhan tiba.

Ramadhan ibarat tamu agung. Tidak pantas kita menyambutnya dengan hati yang lalai, dengan kebiasaan maksiat yang belum ditinggalkan, dengan shalat yang masih bolong-bolong, dengan Al-Qur’an yang jarang disentuh.

Jika kita ingin Ramadhan kita berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, maka persiapannya juga harus berbeda.

Bayangkan, berapa Ramadhan yang sudah kita lewati? Berapa yang benar-benar mengubah hidup kita?

Jangan sampai Ramadhan datang dan pergi, sementara kita tetap sama.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Ramadhan adalah kesempatan emas yang belum tentu kita temui lagi. Banyak saudara kita yang tahun lalu masih bersama kita di Ramadhan, kini telah tiada.

Karena itu, mari kita niatkan dari sekarang:

  • Ramadhan ini harus lebih baik dari sebelumnya
  • Tilawah Al-Qur’an harus lebih banyak
  • Sedekah harus lebih ringan tangan
  • Shalat malam harus lebih rutin
  • Lisan harus lebih terjaga
  • Hati harus lebih bersih

Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang merugi adalah orang yang bertemu Ramadhan tetapi tidak mendapatkan ampunan Allah.

Betapa ruginya jika Ramadhan berlalu tanpa perubahan dalam diri kita.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Mari jadikan Ramadhan tahun ini sebagai titik balik kehidupan kita. Ramadhan sebagai momentum hijrah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik. Dari lalai menjadi taat. Dari jarang beribadah menjadi rajin beribadah.

Ajak keluarga kita, anak-anak kita, untuk ikut bersiap menyambut Ramadhan. Jadikan rumah kita lebih hidup dengan Al-Qur’an, dengan dzikir, dengan suasana ibadah.

Baca juga: 5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Dipenuhi Khatib

Tutup khutbah ini dengan doa agar Allah menyampaikan kita pada Ramadhan dan memberi kekuatan untuk mengisinya dengan amal terbaik.

اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ، وَأَعِنَّا فِيْهِ عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ

“Ya Allah, sampaikanlah kami pada Ramadhan, dan bantulah kami di dalamnya untuk berpuasa, shalat malam, dan membaca Al-Qur’an.”

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang benar-benar siap menyambut Ramadhan.

Amin ya Rabbal ‘alamin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
5 Waktu yang Dilarang untuk Shalat, Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
5 Waktu yang Dilarang untuk Shalat, Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak di Pekalongan, Masjid Al-Fairus Layani Ratusan Pemudik
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak di Pekalongan, Masjid Al-Fairus Layani Ratusan Pemudik
Aktual
Selain Ancaman Banjir Bandang, Arab Saudi Diterjang Hujan Es
Selain Ancaman Banjir Bandang, Arab Saudi Diterjang Hujan Es
Aktual
Kapan Lebaran Haji 2026? Ini Jadwal Idul Adha Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapan Lebaran Haji 2026? Ini Jadwal Idul Adha Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Aktual
Arus Balik Lebaran H+3 Membeludak, Jalur Puncak-Cianjur Macet Parah hingga Akses Wisata Disekat
Arus Balik Lebaran H+3 Membeludak, Jalur Puncak-Cianjur Macet Parah hingga Akses Wisata Disekat
Aktual
Haji 2026 Tetap Jalan! Menhaj Pastikan Keberangkatan Sesuai Jadwal Meski Geopolitik Memanas
Haji 2026 Tetap Jalan! Menhaj Pastikan Keberangkatan Sesuai Jadwal Meski Geopolitik Memanas
Aktual
Bisht, Jubah Tradisional Arab Saudi yang Jadi Simbol Kehormatan dan Tradisi Saat Idul Fitri
Bisht, Jubah Tradisional Arab Saudi yang Jadi Simbol Kehormatan dan Tradisi Saat Idul Fitri
Aktual
Lebaran Haji 2026 Bulan Apa? Ini Jadwal Lengkap Idul Adha, Libur, dan Tanggal Pentingnya
Lebaran Haji 2026 Bulan Apa? Ini Jadwal Lengkap Idul Adha, Libur, dan Tanggal Pentingnya
Aktual
Arab Saudi Larang Overstay Umrah 2026, Jemaah Terancam Deportasi
Arab Saudi Larang Overstay Umrah 2026, Jemaah Terancam Deportasi
Aktual
Menikah di Bulan Syawal, Benarkah Sunnah Nabi? Ini Dalil Hadits Nabi
Menikah di Bulan Syawal, Benarkah Sunnah Nabi? Ini Dalil Hadits Nabi
Aktual
Kapan Waktu Terbaik Bayar Utang Puasa? Ini Penjelasan Ulama 4 Mazhab
Kapan Waktu Terbaik Bayar Utang Puasa? Ini Penjelasan Ulama 4 Mazhab
Aktual
Kapan Masuk Sekolah Usai Lebaran 2026? Ini Jadwal SEB 3 Menteri
Kapan Masuk Sekolah Usai Lebaran 2026? Ini Jadwal SEB 3 Menteri
Aktual
33 Juta Paket Iftar Dibagikan di Masjidil Haram dan Nabawi Selama Ramadhan 2026
33 Juta Paket Iftar Dibagikan di Masjidil Haram dan Nabawi Selama Ramadhan 2026
Aktual
Pagi yang Hangat di Alun-Alun Malang, dari Tawa Anak hingga Cerita Lebaran Sederhana
Pagi yang Hangat di Alun-Alun Malang, dari Tawa Anak hingga Cerita Lebaran Sederhana
Aktual
5 Tanda Puasa Ramadhan Diterima Menurut Para Ulama
5 Tanda Puasa Ramadhan Diterima Menurut Para Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com