Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026, Bolehkan Menjalankan Salah Satunya Saja?

Kompas.com, 24 Juni 2026, 14:36 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Bulan Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah sunnah.

Salah satu amalan yang paling dianjurkan pada bulan ini adalah puasa Tasua dan puasa Asyura yang dilaksanakan pada 9 dan 10 Muharram.

Dalam sejumlah hadits, puasa di bulan Muharram disebut sebagai puasa sunnah yang paling utama setelah puasa wajib Ramadhan.

Baca juga: Puasa Tasua 9 Muharram: Niat, Dalil Anjuran, Keutamaan, dan Tata Caranya

Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan datangnya Tahun Baru Islam untuk menghidupkan amalan sunnah yang sarat keutamaan tersebut.

Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026

PAda tahun ini terdapat perbedaan pelaksanaan Puasa Tasua dan Asyura, berikut penjelasannya.

Baca juga: Bolehkah Puasa Asyura Tanpa Puasa Tasua? Simak Hukumnya Menurut Ulama

Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026 Menurut Pemerintah

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026, Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.

Dengan demikian, jadwal puasa sunnah Muharram menurut pemerintah adalah:

  • Puasa Tasua (9 Muharram 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026
  • Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026

Sebagian ulama menganjurkan menambah puasa pada 11 Muharram agar lebih menyelisihi kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura.

Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026 Menurut Muhammadiyah

Muhammadiyah juga menetapkan pelaksanaan puasa Tasua dan Asyura 2026 pada tanggal yang sama dengan pemerintah.

Adapun jadwalnya sebagai berikut:

  • Puasa Tasua (9 Muharram 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026
  • Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026

Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026 Menurut PBNU

Sementara itu, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan Tahun Baru Islam 1448 H jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026 melalui Surat Penjelasan Rukyat Muharram Nomor 146/PB.08/A.II.11.13/13/06/2026.

Dengan penetapan tersebut, jadwal puasa sunnah Muharram menurut PBNU menjadi:

  • Puasa Tasua (9 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026
  • Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Jumat, 26 Juni 2026

Perbedaan jadwal puasa Tasua dan Asyura terjadi karena adanya perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan masing-masing pihak.

Perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar dalam penentuan kalender Hijriah dan telah beberapa kali terjadi di Indonesia.

Niat Puasa Tasua dan Asyura

Sebelum melaksanakan puasa sunnah, umat Islam dianjurkan melafalkan niat.

Niat Puasa Tasua

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Tasua esok hari karena Allah ta'ala.

Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah ta'ala.

Hukum Puasa Asyura Tanpa Puasa Tasua

Dikutip dari Antara, para ulama menjelaskan bahwa puasa Asyura pada 10 Muharram merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.

Sementara itu, anjuran menjalankan puasa Tasua pada 9 Muharram maupun puasa pada 11 Muharram bertujuan untuk menyempurnakan amalan dan membedakan ibadah umat Islam dengan kaum Yahudi.

Meski demikian, kedua puasa tersebut bukan menjadi syarat sah puasa Asyura.

Dalam kitab-kitab fiqih rujukan, seperti Fathul Mu'in karya Syekh Zainuddin Al-Malibari, dijelaskan bahwa puasa Asyura tanpa didahului puasa Tasua tetap diperbolehkan.

Bahkan, dalam mazhab Syafi'i tidak terdapat larangan maupun kemakruhan bagi seseorang yang hanya berpuasa pada 10 Muharram.

Dengan demikian, umat Islam yang hanya mampu berpuasa pada hari Asyura tetap sah menjalankan ibadahnya dan tetap memperoleh keutamaan serta pahala sebagaimana dijanjikan dalam hadits.

"Diriwayatkan dari Abu Qatadah RA, 'sungguh Rasulullah SAW bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab, "Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat"." (HR Muslim).

Meski begitu, bagi umat Muslim yang ingin menyempurnakan amalan puasa Asyura tetapi tidak sempat menjalankan puasa Tasua pada 9 Muharram, masih dapat berpuasa pada hari setelah Asyura, yakni 11 Muharram.

Sejarah dan Keutamaan Puasa Asyura

Dikutip dari laman Muhammadiyah, puasa Asyura memiliki sejarah panjang dalam syariat Islam.

Sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan, Rasulullah SAW pernah memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa pada hari Asyura.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah RA:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ قُرَيْشًا كَانَتْ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ ثُمَّ أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصِيَامِهِ حَتَّى فُرِضَ رَمَضَانُ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ شَاءَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ

Artinya: “Orang-orang Quraisy pada masa Jahiliah berpuasa pada hari Asyura. Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan puasa pada hari itu hingga diwajibkan puasa Ramadhan. Setelah itu Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang ingin berpuasa silakan berpuasa, dan barangsiapa yang tidak ingin maka silahkan berbuka.” (Muttafaq ‘alaih)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa puasa Asyura merupakan ibadah yang sangat diperhatikan oleh Rasulullah SAW. Meskipu hukumnya sunnah, kedudukannya tetap mulia dan dianjurkan.

Perhatian Rasulullah SAW terhadap puasa Asyura juga terlihat ketika beliau memerintahkan masyarakat segera berpuasa pada hari itu.

Dari Salamah bin Al-Akwa‘ RA disebutkan:

عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا مِنْ أَسْلَمَ أَنْ أَذِّنْ فِي النَّاسِ أَنَّ مَنْ كَانَ أَكَلَ فَلْيَصُمْ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ وَمَنْ لَمْ يَكُنْ أَكَلَ فَلْيَصُمْ فَإِنَّ الْيَوْمَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ

Artinya: “Nabi saw memerintahkan seseorang dari Bani Aslam untuk mengumumkan kepada masyarakat bahwa barang siapa yang telah makan hendaklah berpuasa pada sisa harinya, dan barang siapa yang belum makan hendaklah berpuasa, karena hari ini adalah hari Asyura.” (HR Bukhari).

Anjuran Menjalankan Puasa Tasua dan Asyura 

Rasulullah SAW tidak hanya mengajarkan puasa pada tanggal 10 Muharram. Beliau juga menganjurkan kaum muslimin berpuasa pada tanggal 9 Muharram sebagai pembeda dari tradisi kaum Yahudi dan Nasrani.

Ibnu Abbas RA meriwayatkan:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

Artinya: “Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa, mereka berkata: Wahai Rasulullah, hari itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Maka Rasulullah SAW bersabda: Jika tahun depan aku masih hidup, insyaallah kita akan berpuasa juga pada hari kesembilan.” (HR Muslim dan Abu Dawud).

Dalam riwayat lain beliau bersabda:

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ

Artinya: “Jika aku masih hidup hingga tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR Ahmad dan Muslim).

Dari hadits-hadits tersebut, para ulama menganjurkan agar puasa Asyura disertai dengan puasa Tasua pada 9 Muharram sehingga seorang muslim dapat menghidupkan sunnah Rasulullah SAW secara lebih sempurna.

Puasa Tasua dan Asyura merupakan amalan yang ringan dilakukan, tetapi memiliki nilai besar di sisi Allah.

Karena itu, momentum yang datang setahun sekali ini dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan ibadah sunnah di bulan Muharram.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Komisi VIII DPR Dorong BPKH Lebih Independen untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Komisi VIII DPR Dorong BPKH Lebih Independen untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Aktual
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026, Bolehkan Menjalankan Salah Satunya Saja?
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026, Bolehkan Menjalankan Salah Satunya Saja?
Aktual
Puasa Asyura, Warisan Para Nabi yang Hapus Dosa Setahun dan Sarat Hikmah
Puasa Asyura, Warisan Para Nabi yang Hapus Dosa Setahun dan Sarat Hikmah
Aktual
Mengapa 10 Muharram Disebut Hari Raya Anak Yatim? Ini Sejarah dan Maknanya
Mengapa 10 Muharram Disebut Hari Raya Anak Yatim? Ini Sejarah dan Maknanya
Aktual
MUI Minta Pelaku Penganiayaan di Bandung Dihukum Maksimal: Jangan Ada Toleransi untuk Kekerasan Berkedok Cinta
MUI Minta Pelaku Penganiayaan di Bandung Dihukum Maksimal: Jangan Ada Toleransi untuk Kekerasan Berkedok Cinta
Aktual
PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan
PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan
Aktual
Puasa Tasua 9 Muharram: Niat, Dalil Anjuran, Keutamaan, dan Tata Caranya
Puasa Tasua 9 Muharram: Niat, Dalil Anjuran, Keutamaan, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Aktual
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
Aktual
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
Aktual
Doa Puasa Muharram Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Amalan Istimewa Sambut Tahun Baru Islam 1448 H
Doa Puasa Muharram Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Amalan Istimewa Sambut Tahun Baru Islam 1448 H
Doa dan Niat
Cak Imin Ajak Santri dan Alumni Pesantren Ambil Peran Jadi Solusi bagi Bangsa
Cak Imin Ajak Santri dan Alumni Pesantren Ambil Peran Jadi Solusi bagi Bangsa
Aktual
9 Muharram Puasa Apa? Ini Niat, Keutamaan, dan Hikmah Puasa Tasua
9 Muharram Puasa Apa? Ini Niat, Keutamaan, dan Hikmah Puasa Tasua
Doa dan Niat
Tutup Munas dan Konbes NU, Prabowo: Kekayaan Negara Terlalu Banyak Hilang, Pemerintah Bertekad Hentikan Kebocoran
Tutup Munas dan Konbes NU, Prabowo: Kekayaan Negara Terlalu Banyak Hilang, Pemerintah Bertekad Hentikan Kebocoran
Aktual
Prabowo Ungkap Kedekatan dengan NU Sejak Kecil, Sebut Organisasi Paling Nasionalis dan Patriotik
Prabowo Ungkap Kedekatan dengan NU Sejak Kecil, Sebut Organisasi Paling Nasionalis dan Patriotik
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com