MADINAH, KOMPAS.com- Berkuda merupakan olahraga yang digemari oleh Rasulullah.
Di Madinah, Arab Saudi atau di kawasan sekitaran Abu Dud, jemaah bisa merasakan serunya pengalaman berkuda menyusuri hamparan gurun.
Salah satu penginisiasi aktivitas berkuda di gurun di Madinah yakni komunitas Madinah Horse, didirikan oleh warga Indonesia yang bermukim di Madinah.
Jemaah dan pengunjung dari Indonesia tidak hanya sekadar berkuda untuk berekreasi namun juga mengenal kota Nabi dengan cara yang berbeda.
Baca juga: Komisi VIII DPR Dorong BPKH Lebih Independen untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Founder Madinah Horse Fauzi Rinaldi mengungkapkan, saat ini berkuda juga menjadi aktivitas favorit jemaah di luar kegiatan spiritual atau ibadah.
"Peminat dari Indonesia Alhamdulillah cukup banyak. Ada masyarakat umum, artis, bahkan pejabat yang berumrah maupun berkunjung ke Madinah," ungkap Fauzi kepada tim Media Center Haji 2026.
Sore hari hingga senja menjadi waktu favorit bagi jemaah, terutama jemaah Indonesia untuk berkuda.
Suasana syahdunya gurun dipadu langit keemasan senja dan aktivitas berkuda, menjadi ramuan yang memikat.
Peserta yang hendak mengikuti aktivitas ini akan lebih dahulu diberikan pengenalan dasar dan pendampingan oleh instruktur profesional.
Pemandu akan memastikan pengunjung menunggang kuda dengan aman dan percaya diri.
Kuda-kuda yang digunakan ialah kuda Arabian murni yang telah bersertifikat dan jinak. "Kuda-kuda kami jinak jadi orang yang baru pertama naik kuda pun bisa menikmati (berkuda) dengan nyaman," katanya.
Selama berkuda, peserta akan menyusuri gurun dengan pemandangan bentangan bukit-bukit batu dipayungi langit sore Madinah.
Setelah berkuda, mereka dapat bersantai di arena khusus.
Untuk sejumlah fasilitas pendampingan hingga dokumentasi yang ditawarkan, pengunjung bisa memilih paket privat atau kelompok.
Paket kelompok dibanderol 350 Riyal per orang dengan jumlah peserta empat sampai delapan orang, sedangkan paket privat 1.300 Riyal per orang.
Saking diminati, tempat ini beberapa kali ramai dikunjungi jemaah haji dan umrah. "Pernah paling ramai sampai 50 ekor kuda keluar bersama dalam satu kegiatan," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang