Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan

Kompas.com, 24 Juni 2026, 10:13 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa serangan di Jalur Gaza masih terus berlangsung sepanjang akhir pekan.

Serangan udara, tembakan kapal perang, artileri, hingga tembakan senjata api dilaporkan menghantam kawasan permukiman di berbagai wilayah Gaza.

Di tengah situasi keamanan yang memburuk, krisis bahan bakar juga semakin mengganggu berbagai layanan kemanusiaan.

Baca juga: Tanpa Rudal, Iran Akan Bernasib Sama seperti Gaza

PBB menyatakan kondisi tersebut memperberat upaya penyaluran bantuan bagi warga sipil yang terdampak konflik.

PBB Khawatir Serangan di Gaza Menyasar Kawasan Permukiman

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) menyatakan bahwa berbagai insiden serangan terjadi di seluruh kegubernuran di Gaza sepanjang akhir pekan.

Baca juga: AS-Iran Damai, Israel Tetap Ogah Tarik Pasukan dari Lebanon hingga Gaza

Mitra keamanan dan keselamatan PBB melaporkan bahwa serangan terutama terjadi di wilayah sebelah barat dari kawasan yang disebut "Garis Kuning" (Yellow Line).

OCHA mengaku sangat prihatin terhadap laporan tersebut, terutama karena warga sipil termasuk di antara korban yang tewas akibat serangan.

Kerem Shalom Jadi Satu-satunya Jalur Bantuan ke Gaza

Menurut OCHA, perlintasan Kerem Shalom atau Karem Abu Salem saat ini masih menjadi satu-satunya jalur yang tersedia untuk masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Pos pemeriksaan Israel yang dibangun pada awal Juni di Gaza selatan disebut tidak lagi menyebabkan keterlambatan besar bagi konvoi bantuan yang menuju perlintasan tersebut.

Sepanjang akhir pekan hingga Senin pagi waktu setempat, PBB berhasil mengumpulkan sejumlah pengiriman bantuan melalui perlintasan itu.

Bantuan yang masuk meliputi makanan, selimut, perlengkapan pendidikan, barang hiburan untuk anak-anak, perlengkapan kebersihan, hingga bahan bakar.

Meski demikian, OCHA menyebut para mitra kemanusiaan terus mendesak adanya penambahan titik perlintasan serta pencabutan pembatasan terhadap berbagai barang yang sulit mendapatkan persetujuan untuk masuk ke Gaza.

Kelangkaan Bahan Bakar Hambat Layanan Kemanusiaan

OCHA menyatakan pasokan bahan bakar di Gaza masih sangat terbatas.

Selain tidak adanya pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) di Israel, mitra kemanusiaan juga sebagian besar bergantung pada satu pemasok dari Mesir yang tidak selalu mampu memenuhi kebutuhan di lapangan.

Di sisi lain, otoritas Israel hanya mengizinkan impor bahan bakar dari Mesir maupun Israel selama jam operasional yang terbatas di perlintasan Kerem Shalom atau Karem Abu Salem.

"Akibatnya, pada pekan kedua Juni, mitra-mitra kemanusiaan di wilayah Gaza terpaksa memprioritaskan alokasi bahan bakar untuk layanan penyelamatan nyawa dan menangguhkannya untuk layanan yang kurang krusial," menurut OCHA.

OCHA juga menyebut bahwa ketika bahan bakar tersedia, generator di lapangan sering kali tidak dapat dioperasikan karena kekurangan oli pelumas.

Di sisi lain, memperoleh persetujuan dari Israel untuk memasukkan kebutuhan tersebut juga dinilai sangat sulit.

Kekerasan di Tepi Barat Masih Mengkhawatirkan

Selain di Gaza, OCHA menyatakan tingkat kekerasan di Tepi Barat masih berada pada level yang mengkhawatirkan.

Pada Minggu (21/6/2026), pasukan Israel dilaporkan menembak dan menewaskan seorang anak laki-laki serta seorang pria yang diduga menjadi bagian dari kelompok yang membakar ban dan melemparkan bom molotov ke arah permukiman di Hebron.

Dalam konteks penegakan hukum di Tepi Barat, OCHA menegaskan bahwa penggunaan kekuatan mematikan hanya boleh dilakukan sebagai upaya terakhir. PBB juga menekankan bahwa para pelaku serangan yang melanggar hukum harus dimintai pertanggungjawaban.

Hambatan Akses Ganggu Distribusi Bantuan di Tepi Barat

OCHA turut memperingatkan adanya berbagai kendala yang terus menghambat akses kemanusiaan dan distribusi bantuan di Tepi Barat, termasuk di Yerusalem Timur.

Selama periode Januari hingga Mei tahun ini, para mitra kemanusiaan mencatat sedikitnya 230 insiden terkait pos pemeriksaan, penutupan jalan, dan berbagai hambatan lainnya.

Kondisi tersebut menyebabkan keterlambatan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan dan, dalam sejumlah kasus, memaksa pembatalan misi kemanusiaan.

OCHA juga menyebut pembatasan terhadap Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA) dan berbagai organisasi nonpemerintah masih berlaku, baik di Gaza maupun Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan
PBB: Serangan di Gaza Berlanjut, Krisis Bahan Bakar Ganggu Layanan Kemanusiaan
Aktual
Puasa Tasua 9 Muharram: Niat, Dalil Anjuran, Keutamaan, dan Tata Caranya
Puasa Tasua 9 Muharram: Niat, Dalil Anjuran, Keutamaan, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Aktual
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
Aktual
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
Aktual
Doa Puasa Muharram Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Amalan Istimewa Sambut Tahun Baru Islam 1448 H
Doa Puasa Muharram Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Amalan Istimewa Sambut Tahun Baru Islam 1448 H
Doa dan Niat
Cak Imin Ajak Santri dan Alumni Pesantren Ambil Peran Jadi Solusi bagi Bangsa
Cak Imin Ajak Santri dan Alumni Pesantren Ambil Peran Jadi Solusi bagi Bangsa
Aktual
9 Muharram Puasa Apa? Ini Niat, Keutamaan, dan Hikmah Puasa Tasua
9 Muharram Puasa Apa? Ini Niat, Keutamaan, dan Hikmah Puasa Tasua
Doa dan Niat
Tutup Munas dan Konbes NU, Prabowo: Kekayaan Negara Terlalu Banyak Hilang, Pemerintah Bertekad Hentikan Kebocoran
Tutup Munas dan Konbes NU, Prabowo: Kekayaan Negara Terlalu Banyak Hilang, Pemerintah Bertekad Hentikan Kebocoran
Aktual
Prabowo Ungkap Kedekatan dengan NU Sejak Kecil, Sebut Organisasi Paling Nasionalis dan Patriotik
Prabowo Ungkap Kedekatan dengan NU Sejak Kecil, Sebut Organisasi Paling Nasionalis dan Patriotik
Aktual
Bolehkah Puasa Asyura Tanpa Puasa Tasua? Simak Hukumnya Menurut Ulama
Bolehkah Puasa Asyura Tanpa Puasa Tasua? Simak Hukumnya Menurut Ulama
Aktual
Prabowo Hadiri Penutupan Munas dan Konbes NU 2026, Gus Yahya Tegaskan Kesetiaan NU untuk Bangsa
Prabowo Hadiri Penutupan Munas dan Konbes NU 2026, Gus Yahya Tegaskan Kesetiaan NU untuk Bangsa
Aktual
Kemenhaj Bakal Evaluasi City Tour Haji, Menhaj Irfan: Banyak Jamaah Kelelahan Usai Armuzna
Kemenhaj Bakal Evaluasi City Tour Haji, Menhaj Irfan: Banyak Jamaah Kelelahan Usai Armuzna
Aktual
DPR Minta BPKH Kaji Kebijakan Haji Arab Saudi yang Berdampak pada Biaya Haji Tahun Depan
DPR Minta BPKH Kaji Kebijakan Haji Arab Saudi yang Berdampak pada Biaya Haji Tahun Depan
Aktual
Kemenhaj Akan Evaluasi Program City Tour Haji yang Dinilai Picu Kelelahan Jemaah
Kemenhaj Akan Evaluasi Program City Tour Haji yang Dinilai Picu Kelelahan Jemaah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com