Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Al-Battani, Ilmuwan Muslim yang Menentukan Jumlah Hari dalam Setahun

Kompas.com, 6 Februari 2026, 12:56 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Al-Battani adalah ilmuwan Muslim yang pertama kali menghitung jumlah hari dalam setahun.

Temuannya tentang panjang hari dalam setahun menjadi fondasi penting bagi sistem kalender dan ilmu astronomi.

Perhitungan ini kemudian memengaruhi ilmuwan Barat hingga pembaruan kalender dunia.

Hingga kini, warisan pemikiran Al-Battani masih digunakan dalam perhitungan waktu global.

Diberitakan Kompas.com (10/4/2022), berikut profil singkat Al-Battani dan ulasan penemuannya, seperti dirangkum dari buku Gunadi, R.A. (2003) yang berjudul “Dari Penakluk Jerusalem hingga Angka Nol”.

Baca juga: 10 Ilmuwan Muslim Abad Klasik yang Jarang Diketahui

Al-Battani, Salah Satu Ilmuwan Muslim yang Dikenal Dunia

Al-Battani dikenal sebagai ahli astronomi dan matematikawan Muslim yang hidup pada abad ke-9 hingga awal abad ke-10.

Ia lahir sekitar tahun 858 di Harran, dekat Urfa, wilayah Turki saat ini, dengan nama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Jabir bin Sinan al-Raqqi al-Harrani al-Battani.

Sejak kecil, Al-Battani telah akrab dengan kajian ilmu pengetahuan, khususnya astronomi, yang juga digeluti oleh ayahnya.

Ketertarikan ini mendorongnya untuk menekuni pengamatan benda-benda langit secara serius.

Ketika berusia sekitar 20 tahun, keluarga Al-Battani pindah ke Raqqah.

Di kota inilah ia semakin mendalami astronomi dan mulai melakukan pengamatan sistematis.

Ia mempelajari naskah-naskah kuno karya Ptolemy, yang menjadi rujukan utama astronomi pada masanya.

Kajian tersebut justru mendorong Al-Battani untuk menguji ulang teori-teori lama melalui observasi langsung.

Ia tidak sekadar menyalin pemikiran pendahulunya, tetapi mengembangkannya dengan data yang lebih presisi.

Penemuan Besar Al-Battani dalam Bidang Astronomi

Salah satu temuan penting Al-Battani adalah mengenai aphelium, yakni titik terjauh Bumi dari Matahari dalam orbit tahunannya.

Ia menemukan bahwa posisi diameter Matahari berbeda dari penjelasan Ptolemy maupun teori astronom Yunani sebelumnya.

Penelitian Al-Battani berkembang pesat pada masa Dinasti Abbasiyah, khususnya ketika pemerintahan berada di bawah kepemimpinan Harun al-Rashid.

Pada era ini, naskah-naskah ilmiah dari berbagai peradaban dikumpulkan dan diterjemahkan, membuka ruang bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Melalui pengamatan berkelanjutan, Al-Battani juga berhasil memperbaiki perhitungan kemiringan sumbu Bumi yang sebelumnya kurang akurat.

Al-Battani Menentukan Jumlah Hari dalam Setahun

Puncak kontribusi Al-Battani adalah temuannya bahwa panjang satu tahun adalah 365,24 hari.

Angka ini dinilai sangat akurat untuk ukuran teknologi abad pertengahan dan menjadi tonggak penting dalam astronomi.

Selain itu, sejak sekitar tahun 918, Al-Battani juga menaruh perhatian besar pada matematika.

Ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang memperkenalkan dan mengembangkan penggunaan trigonometri dalam kajian ilmiah.

Pengaruh Penemuan Al-Battani di Kalender Modern

Pemikiran dan karya Al-Battani terangkum dalam kitab al-Zij, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan menjadi rujukan ilmuwan Eropa.

Karyanya dikutip oleh banyak tokoh, termasuk Nicolaus Copernicus.

Penentuan jumlah hari setahun oleh Al-Battani juga digunakan oleh Christopher Clavius dalam penyempurnaan kalender Julian.

Atas persetujuan Pope Gregory XIII, kalender tersebut direformasi dan dikenal sebagai kalender Gregorian yang mulai digunakan sejak 1582 hingga sekarang.

Warisan Ilmu Al-Battani

Al-Battani wafat pada tahun 929 dalam perjalanan dari Qar al-Jiss, Irak, menuju Baghdad.

Meski demikian, warisan ilmunya terus hidup dan menjadikannya dikenal sebagai salah satu astronom terbesar dalam sejarah Islam.

Penemuannya tentang panjang tahun dan kontribusinya dalam astronomi serta matematika menegaskan peran penting ilmuwan Muslim dalam membentuk fondasi ilmu pengetahuan modern.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Ramadhan 2026 di Arab Saudi Lebih Ringan, Puasa Cuma 12–13 Jam
Ramadhan 2026 di Arab Saudi Lebih Ringan, Puasa Cuma 12–13 Jam
Aktual
Pakai KHGT, Awal Ramadhan 2026 Muhammadiyah Beda dengan Turki, Ini Penjelasannya
Pakai KHGT, Awal Ramadhan 2026 Muhammadiyah Beda dengan Turki, Ini Penjelasannya
Aktual
Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026, Ini Tanggal dan Hitung Mundurnya
Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026, Ini Tanggal dan Hitung Mundurnya
Aktual
5 Contoh Khutbah Jumat Jelang Ramadhan, Pintu Awal Perubahan Spiritual
5 Contoh Khutbah Jumat Jelang Ramadhan, Pintu Awal Perubahan Spiritual
Aktual
Al-Battani, Ilmuwan Muslim yang Menentukan Jumlah Hari dalam Setahun
Al-Battani, Ilmuwan Muslim yang Menentukan Jumlah Hari dalam Setahun
Aktual
Kemenag Pantau Hilal Awal Ramadan 1447 H di 96 Lokasi, Ini Daftar Lengkap Titik Rukyat
Kemenag Pantau Hilal Awal Ramadan 1447 H di 96 Lokasi, Ini Daftar Lengkap Titik Rukyat
Aktual
Awal Ramadhan 1447 H Berpotensi Berbeda, Ini Penjelasan Pakar BRIN
Awal Ramadhan 1447 H Berpotensi Berbeda, Ini Penjelasan Pakar BRIN
Aktual
5 Keistimewaan Hari Jumat dalam Islam, Ini Hadits yang Menjelaskan Kemuliaannya
5 Keistimewaan Hari Jumat dalam Islam, Ini Hadits yang Menjelaskan Kemuliaannya
Aktual
Jejak Kerajaan Nabi Sulaiman Mulai Terungkap? Temuan Arkeologi Ini Bikin Ilmuwan Terkejut
Jejak Kerajaan Nabi Sulaiman Mulai Terungkap? Temuan Arkeologi Ini Bikin Ilmuwan Terkejut
Aktual
Kisah Cemburu Aisyah kepada Khadijah: Cinta, Kesetiaan, dan Jawaban Nabi yang Menggetarkan
Kisah Cemburu Aisyah kepada Khadijah: Cinta, Kesetiaan, dan Jawaban Nabi yang Menggetarkan
Aktual
Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Siap
Khutbah Jumat 6 Februari 2026: Menyambut Ramadhan dengan Hati yang Siap
Aktual
Unik! Arab Saudi Terbitkan Paspor untuk Unta, Mengapa?
Unik! Arab Saudi Terbitkan Paspor untuk Unta, Mengapa?
Aktual
Santri Kalong di Buntet: Datang Pagi, Pulang Malam, Ilmu Agama Tetap Dalam
Santri Kalong di Buntet: Datang Pagi, Pulang Malam, Ilmu Agama Tetap Dalam
Aktual
Tragedi Siswa SD di Ngada, MUI Desak Perbaikan Bantuan Pendidikan
Tragedi Siswa SD di Ngada, MUI Desak Perbaikan Bantuan Pendidikan
Aktual
Doa Saat Terjadi Gempa: Arab, Latin, Arti, dan Amalan Agar Hati Tetap Tenang
Doa Saat Terjadi Gempa: Arab, Latin, Arti, dan Amalan Agar Hati Tetap Tenang
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com