Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Buka Puasa Syaban: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya

Kompas.com, 4 Februari 2026, 14:46 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan istimewa di kalender Islam. Rasulullah SAW dikenal memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunnah Sya’ban.

Saat menjalankan puasa ini, umat Islam dianjurkan membaca doa buka puasa Syaban sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas kekuatan dan rezeki yang diberikan.

Lafal Doa Buka Puasa Syaban (Arab & Latin)

Doa yang paling umum dibaca ketika berbuka puasa, termasuk puasa sunnah Sya’ban adalah:

Arab:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Latin:

Allāhumma laka ṣumtu wa ‘alā rizqika afthartu, dzahabaẓ ẓam’u wabtalatil ‘urūq wa tsabatal ajru in syā’a Allāhu ta‘ālā.

Baca juga: Doa Buka Puasa Nisfu Syaban, Niat, dan Jam Magrib Hari Ini: Panduan Lengkap Sesuai Sunnah

Artinya:

“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dahaga telah hilang, urat-urat telah basah, dan semoga pahala ditetapkan, insya Allah.”

Doa ini dicatat dalam kitab tradisional fiqh dan dikutip dari NU Online sebagai doa buka puasa Sya’ban yang sesuai sunnah.

Doa Buka Puasa Syaban yang Lebih Lengkap

Beberapa ulama juga menganjurkan versi doa yang menyertakan permohonan ampun dan pujian kepada Allah:

Arab:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَىٰ رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ

Latin lengkap:

Allāhumma laka ṣumtu, wa ‘alā rizqika afthartu, wa bika āman-tu wa ‘alayka tawakkaltu

Artinya:

“Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, atas rezeki-Mu aku berbuka, aku beriman kepada-Mu, dan kepada-Mu aku bertawakal…” 

Versi ini dicatat dalam kitab klasik fiqh sebagai doa penuh berbuka puasa yang mencakup syukur, iman, dan tawakal.

Kapan Waktu yang Tepat Membaca Doa Ini?

Menurut kontributor dari Kemenag.go.id, doa buka puasa lebih tepat dibaca setelah berbuka, yaitu setelah seseorang benar-benar memulai makan atau minum ketika waktu Maghrib tiba.

Ini karena makna doa mencerminkan kondisi setelah hilangnya rasa haus dan basahnya kembali urat-urat tubuh.

Namun demikian, membaca doa tersebut sebelum berbuka pun tidak mengapa, karena niat baik untuk bersyukur tetap sesuai dengan sunnah.

Doa Ini Berlaku untuk Semua Puasa Sunnah

Doa buka puasa di atas tidak hanya berlaku untuk puasa wajib seperti Ramadhan, tetapi juga untuk puasa sunah di bulan Sya’ban, termasuk bila Anda menjalankan puasa Nisfu Sya’ban atau di hari-hari lain di bulan tersebut. 

Baca juga: Puasa Nisfu Syaban Berapa Hari 2026? Ini Niat, Doa, dan Amalan yang Dianjurkan

Mengapa Membaca Doa Berbuka Itu Penting?

Berdoa saat berbuka termasuk sunnah karena menunjukkan:

  • Rasa syukur kepada Allah setelah menahan diri seharian.
  • Pengakuan atas kekuatan yang diberikan Allah hingga kita mampu menjalankan ibadah.
  • Mempertegas niat kita bahwa puasa dilakukan karena Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenhaj Rilis Buku Manasik Haji dan Umrah 2026, Fokus Lansia dan Jamaah Berisiko Tinggi
Kemenhaj Rilis Buku Manasik Haji dan Umrah 2026, Fokus Lansia dan Jamaah Berisiko Tinggi
Aktual
Kenapa Awal Ramadhan di Indonesia Bisa Berbeda? Ini Penjelasan Kemenag
Kenapa Awal Ramadhan di Indonesia Bisa Berbeda? Ini Penjelasan Kemenag
Aktual
Layanan Haji Saudi Melesat, 19,5 Juta Jemaah Puas Sepanjang 2025
Layanan Haji Saudi Melesat, 19,5 Juta Jemaah Puas Sepanjang 2025
Aktual
Puasa Pertama Ramadhan 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah
Puasa Pertama Ramadhan 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah
Aktual
Sedekah di Bulan Ramadhan, Benarkah Bisa Panjangkan Umur?
Sedekah di Bulan Ramadhan, Benarkah Bisa Panjangkan Umur?
Aktual
Masuk Raudhah Kini Wajib Nusuk, Ini Cara Daftar dan Reservasinya
Masuk Raudhah Kini Wajib Nusuk, Ini Cara Daftar dan Reservasinya
Aktual
Doa Buka Puasa Syaban: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya
Doa Buka Puasa Syaban: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya
Doa dan Niat
Ini Daftar 8 Hari Cuti Bersama ASN 2026 Berdasarkan Keppres Prabowo
Ini Daftar 8 Hari Cuti Bersama ASN 2026 Berdasarkan Keppres Prabowo
Aktual
2 Metode Penentuan Awal Puasa Ramadhan di Indonesia: Rukyatul Hilal dan Hisab Hakiki Wujudul Hilal
2 Metode Penentuan Awal Puasa Ramadhan di Indonesia: Rukyatul Hilal dan Hisab Hakiki Wujudul Hilal
Aktual
Kalender Maret 2026: Libur Panjang Nyepi dan Lebaran 7 Hari Berturut-turut
Kalender Maret 2026: Libur Panjang Nyepi dan Lebaran 7 Hari Berturut-turut
Aktual
Libur Awal Puasa 2026: Long Weekend Jelang Ramadhan
Libur Awal Puasa 2026: Long Weekend Jelang Ramadhan
Aktual
Puasa Kurang Berapa Hari? Jangan Sampai Terlewat Persiapan Ramadhan
Puasa Kurang Berapa Hari? Jangan Sampai Terlewat Persiapan Ramadhan
Aktual
Puasa Berapa Hari Lagi? Cek Versi NU, Muhammadiyah, Pemerintah
Puasa Berapa Hari Lagi? Cek Versi NU, Muhammadiyah, Pemerintah
Aktual
Doa Buka Puasa Nisfu Syaban, Niat, dan Jam Magrib Hari Ini: Panduan Lengkap Sesuai Sunnah
Doa Buka Puasa Nisfu Syaban, Niat, dan Jam Magrib Hari Ini: Panduan Lengkap Sesuai Sunnah
Doa dan Niat
Rukun Puasa Ramadhan dan Syarat Sah yang Wajib Diketahui
Rukun Puasa Ramadhan dan Syarat Sah yang Wajib Diketahui
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com