Editor
KOMPAS.com - Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan istimewa di kalender Islam. Rasulullah SAW dikenal memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunnah Sya’ban.
Saat menjalankan puasa ini, umat Islam dianjurkan membaca doa buka puasa Syaban sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas kekuatan dan rezeki yang diberikan.
Doa yang paling umum dibaca ketika berbuka puasa, termasuk puasa sunnah Sya’ban adalah:
Arab:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin:
Allāhumma laka ṣumtu wa ‘alā rizqika afthartu, dzahabaẓ ẓam’u wabtalatil ‘urūq wa tsabatal ajru in syā’a Allāhu ta‘ālā.
Baca juga: Doa Buka Puasa Nisfu Syaban, Niat, dan Jam Magrib Hari Ini: Panduan Lengkap Sesuai Sunnah
Artinya:
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dahaga telah hilang, urat-urat telah basah, dan semoga pahala ditetapkan, insya Allah.”
Doa ini dicatat dalam kitab tradisional fiqh dan dikutip dari NU Online sebagai doa buka puasa Sya’ban yang sesuai sunnah.
Beberapa ulama juga menganjurkan versi doa yang menyertakan permohonan ampun dan pujian kepada Allah:
Arab:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَىٰ رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ
Latin lengkap:
Allāhumma laka ṣumtu, wa ‘alā rizqika afthartu, wa bika āman-tu wa ‘alayka tawakkaltu
Artinya:
“Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, atas rezeki-Mu aku berbuka, aku beriman kepada-Mu, dan kepada-Mu aku bertawakal…”
Versi ini dicatat dalam kitab klasik fiqh sebagai doa penuh berbuka puasa yang mencakup syukur, iman, dan tawakal.
Menurut kontributor dari Kemenag.go.id, doa buka puasa lebih tepat dibaca setelah berbuka, yaitu setelah seseorang benar-benar memulai makan atau minum ketika waktu Maghrib tiba.
Ini karena makna doa mencerminkan kondisi setelah hilangnya rasa haus dan basahnya kembali urat-urat tubuh.
Namun demikian, membaca doa tersebut sebelum berbuka pun tidak mengapa, karena niat baik untuk bersyukur tetap sesuai dengan sunnah.
Doa buka puasa di atas tidak hanya berlaku untuk puasa wajib seperti Ramadhan, tetapi juga untuk puasa sunah di bulan Sya’ban, termasuk bila Anda menjalankan puasa Nisfu Sya’ban atau di hari-hari lain di bulan tersebut.
Baca juga: Puasa Nisfu Syaban Berapa Hari 2026? Ini Niat, Doa, dan Amalan yang Dianjurkan
Berdoa saat berbuka termasuk sunnah karena menunjukkan: