Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masuk Raudhah Kini Wajib Nusuk, Ini Cara Daftar dan Reservasinya

Kompas.com, 4 Februari 2026, 14:46 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bagi jemaah haji dan umrah, berkesempatan menunaikan salat dan memanjatkan doa di Raudhah Masjid Nabawi merupakan impian yang sangat dinanti.

Area yang berada di antara makam Rasulullah SAW dan mimbar beliau ini dikenal sebagai tempat penuh keberkahan yang disebut Nabi sebagai taman surga di dunia.

Rasulullah SAW bersabda:

مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ

Mā baina baitī wa minbarī raudhah min riyādhil jannah.

Artinya: "Di antara rumahku dan mimbarku terdapat taman dari taman-taman surga." (HR Bukhari dan Muslim)

Seiring meningkatnya jumlah jemaah dari berbagai negara, Pemerintah Arab Saudi melakukan penataan ketat akses Raudhah.

Mulai 2024, seluruh pengunjung diwajibkan memiliki izin resmi berbasis digital melalui aplikasi Nusuk.

Sistem Baru Akses Raudhah

Mengutip laporan Gulf News, kebijakan digitalisasi layanan ibadah ini diterapkan untuk menghindari penumpukan jemaah dan meningkatkan kenyamanan beribadah di area Masjid Nabawi.

Sebelumnya, banyak jemaah harus berdesakan demi bisa masuk Raudhah. Kini, sistem reservasi berbasis waktu diterapkan agar setiap sesi berlangsung tertib dan terkontrol.

Langkah ini juga sejalan dengan visi transformasi layanan haji dan umrah Arab Saudi dalam program Vision 2030 yang menekankan pemanfaatan teknologi dalam pelayanan jamaah.

Baca juga: KJRI Jeddah: Kartu Nusuk Jamaah Haji Indonesia Dibagikan Sejak di Tanah Air

Mengenal Aplikasi Nusuk

Berdasarkan keterangan resmi di laman hajj.nusuk.sa, Nusuk merupakan platform terpadu milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang berfungsi sebagai pusat layanan digital jemaah internasional.

Fungsi utama aplikasi Nusuk meliputi:

  • Pendaftaran izin masuk Raudhah
  • Pengajuan e-Visa umrah
  • Reservasi hotel dan transportasi
  • Informasi jadwal ibadah
  • Panduan lokasi Masjid Nabawi

Aplikasi ini dapat diunduh gratis melalui Play Store dan App Store.

Cara Membuat Akun Nusuk untuk Jemaah Umrah dan Haji

Sebelum memesan jadwal Raudhah, jemaah wajib membuat akun. Berikut langkah-langkah registrasi:

  1. Unduh aplikasi Nusuk dan buka aplikasi
  2. Pilih menu “New User”
  3. Klik opsi “Visitor” bagi jemaah internasional
  4. Masukkan data paspor, nomor visa, kewarganegaraan, tanggal lahir, email, dan nomor ponsel
  5. Buat kata sandi dan setujui kebijakan layanan
  6. Sistem akan mengirim kode verifikasi melalui email
  7. Masukkan kode tersebut untuk mengaktifkan aku

Setelah akun aktif, jemaah dapat langsung mengakses menu reservasi Raudhah.

Baca juga: Nusuk Hajj Dibuka, Saudi Mulai Pemilihan Paket Haji 2026 untuk Program Haji Langsung

Langkah Memesan Jadwal Masuk Raudhah di Aplikasi Nusuk

Setelah login, ikuti tahapan berikut:

  1. Pilih menu “Praying in the Noble Rawdah”
  2. Tentukan kategori jemaah pria atau wanita
  3. Pilih tanggal dan jam yang tersedia
  4. Konfirmasi reservasi
  5. Barcode digital akan otomatis muncul di aplikasi

Barcode inilah yang menjadi tiket resmi untuk masuk Raudhah.

Alur Masuk Raudhah Menggunakan Barcode Nusuk

Mengutip Saudi Gazette, berikut prosedur di lapangan:

Datang Sesuai Jadwal

Jemaah diwajibkan hadir minimal 30 menit sebelum waktu kunjungan.

Aktivasi GPS

Lokasi ponsel harus aktif agar sistem Nusuk dapat mendeteksi keberadaan pengguna.

Pemindaian Barcode

Barcode akan dipindai petugas atau mesin otomatis di gerbang masuk.

Ruang Tunggu

Jemaah akan dikumpulkan sesuai kelompok sesi waktu.

Durasi Kunjungan

Waktu ibadah berkisar 10–15 menit per sesi.

Setelah waktu habis, petugas akan mengarahkan jemaah menuju pintu keluar untuk memberi kesempatan kelompok berikutnya.

Baca juga: Platform Nusuk Catat 40 Juta Pengguna di 190 Negara, Dorong Modernisasi Layanan Haji dan Umrah

Tips Mendapatkan Jadwal Raudhah Lebih Cepat

Banyak jemaah mengeluhkan sulitnya mendapatkan slot waktu. Berikut beberapa tips praktis:

  • Cek aplikasi pada waktu subuh dan tengah malam
  • Aktifkan notifikasi Nusuk
  • Gunakan fitur “Immediate Path” untuk slot mendadak
  • Pastikan jaringan internet stabil
  • Lengkapi data akun sejak awal

Adab dan Amalan Saat Berada di Raudhah

Dalam buku Panduan Ibadah Umrah Praktis Lahir Batin karya Ahmad Alawiy dijelaskan bahwa Raudhah termasuk tempat mustajab doa. Oleh karena itu jemaah dianjurkan:

  • Memperbanyak istighfar
  • Membaca shalawat Nabi
  • Memanjatkan doa pribadi dan keluarga
  • Menjaga ketenangan
  • Menghindari saling dorong dan berebut tempat

Hikmah Penataan Digital Raudhah

Menurut buku Fiqh Kontemporer karya Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaily, ketertiban dalam ibadah berjamaah termasuk bagian dari maqashid syariah, yaitu menjaga kemaslahatan umat.

Dengan sistem Nusuk, jemaah tetap bisa memperoleh kesempatan beribadah secara adil, tertib, dan aman.

Raudhah bukan sekadar ruang fisik di Masjid Nabawi, melainkan tempat penuh keberkahan yang menjadi dambaan jutaan Muslim.

Dengan memahami tata cara penggunaan aplikasi Nusuk, jemaah dapat menghindari kebingungan di lapangan dan memaksimalkan momen ibadah.

Persiapan digital kini menjadi bagian dari kesiapan spiritual. Semakin rapi persiapan, semakin khusyuk ibadah yang dijalani.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com