Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puasa Kurang Berapa Hari? Jangan Sampai Terlewat Persiapan Ramadhan

Kompas.com, 4 Februari 2026, 12:38 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Antusiasme umat Islam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah kian terasa meskipun kalender masih menunjukkan akhir 2025.

Pencarian informasi seputar “puasa tinggal berapa hari lagi” terus meningkat seiring mendekatnya waktu pelaksanaan ibadah puasa.

Tidak sedikit pula yang mulai menyiapkan diri secara spiritual dengan memperbanyak amalan dan menghafal doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk menyambut datangnya bulan penuh keberkahan ini.

Baca juga: Sidang Isbat Puasa 2026: Digelar 17 Februari, Ini Faktanya

Puasa Tinggal Berapa Hari Lagi Menuju Ramadhan 2026?

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama Republik Indonesia, awal puasa Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Jika dihitung dari 04 Februari 2026, maka waktu yang tersisa menuju Ramadhan adalah sekitar 15 hari lagi.

Meski demikian, penetapan resmi awal Ramadhan oleh pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar pada akhir bulan Syaban.

Sidang ini memadukan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan bulan) di berbagai titik pemantauan di Indonesia.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Jika dihitung dari tanggal yang sama, maka puasa versi Muhammadiyah tersisa sekitar 14 hari lagi.

Perbedaan satu hari ini merupakan dinamika yang hampir selalu muncul akibat perbedaan metode penetapan awal bulan Hijriah.

Dalam buku Ilmu Falak Praktis karya Ahmad Izzuddin dijelaskan bahwa perbedaan penentuan awal bulan dalam Islam merupakan konsekuensi dari perbedaan pendekatan fiqih dan astronomi yang masing-masing memiliki dasar ilmiah dan dalil syar’i.

Baca juga: Puasa Kurang Berapa Hari Lagi? Hitung Mundur Puasa Ramadhan 2026

Dasar Kewajiban Puasa Ramadhan dalam Al-Qur’an

Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib yang menjadi salah satu rukun Islam. Allah SWT menegaskan kewajiban ini dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Yā ayyuhal-lażīna āmanū kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alal-lażīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Menurut Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, ayat ini menunjukkan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan, yaitu kesadaran spiritual yang tercermin dalam pengendalian diri, kejujuran, dan ketaatan kepada Allah SWT.

Mengapa Persiapan Ramadhan Sangat Dianjurkan?

Para ulama sepakat bahwa menyambut Ramadhan bukan sekadar menunggu datangnya waktu puasa, tetapi juga menyiapkan hati dan amal.

Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa Ramadhan adalah musim ibadah yang memiliki nilai pahala berlipat ganda, sehingga umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri agar mampu memaksimalkan setiap kesempatan ibadah.

Persiapan ini mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual. Dengan persiapan yang baik, puasa tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menjadi sarana transformasi diri.

Baca juga: Awal Puasa 2026, Ini Hikmah Puasa Ramadhan Menurut Alquran

Amalan-Amalan Menyambut Ramadhan

Dalam buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan karya Abu Maryam Kautsar Amru, dijelaskan beberapa amalan penting yang dianjurkan menjelang datangnya bulan suci, antara lain:

Pertama, melunasi utang puasa Ramadhan tahun sebelumnya. Ini menjadi prioritas utama bagi mereka yang memiliki kewajiban qadha agar memasuki Ramadhan dengan kondisi ibadah yang bersih dari tanggungan.

Kedua, memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaban. Rasulullah SAW dikenal sering berpuasa sunnah pada bulan ini sebagai bentuk persiapan menuju Ramadhan.

Ketiga, meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an. Membaca, menghafal, dan mentadabburi Al-Qur’an menjadi latihan awal sebelum intensitas ibadah meningkat di bulan puasa.

Keempat, memperdalam ilmu tentang puasa. Memahami rukun, syarat, dan hal-hal yang membatalkan puasa membantu umat Islam menjalankan ibadah dengan benar dan sah secara syariat.

Kelima, memperbaiki niat dan membersihkan hati. Ramadhan idealnya disambut dengan perasaan gembira, penuh harap, dan tekad untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Doa Menyambut Ramadhan yang Diajarkan Rasulullah SAW

Selain amalan fisik, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa-doa khusus untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Doa ini menjadi bentuk permohonan agar diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa.

Doa Riwayat At-Thabarani dan Ad-Dailami

اللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَسَلِّمْهُ مِنِّيْ

Allāhumma sallimnī li Ramadhāna, wa sallim Ramadhāna lī, wa sallimhu minnī.

Artinya: "Ya Allah, selamatkanlah aku demi ibadah Ramadhan, selamatkan Ramadhan untukku, dan selamatkan aku di bulan Ramadhan."

Doa ini dikutip oleh Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab Ithāfu Ahlil Islām bi Khushūshiyyatis Shiyām.

Baca juga: Rukun Puasa Ramadhan dan Syarat Sah yang Wajib Diketahui

Doa Melihat Hilal Riwayat Abu Dawud

هِلالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ، آمَنْتُ بِالَّذِي خَلَقَكَ، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي ذَهَبَ بِشَهْرِ كَذَا وَجَاءَ بِشَهْرِ كَذَا

Hilālu rusydin wa khairin, āmantu billadzī khalaqaka, alhamdulillāhil ladzī dzahaba bi syahri kadzā wa jā’a bi syahri kadzā.

Artinya: "Bulan petunjuk dan kebaikan. Aku beriman kepada Tuhan yang menciptakanmu. Segala puji bagi Allah yang menghilangkan bulan yang lalu dan mendatangkan bulan ini." (HR Abu Dawud)

Doa Riwayat Imam Ahmad

اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ العَظِيْمِ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الشَّهْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْقَدَرِ، وَمِنْ شَرِّ الْمَحْشَرِ

Allāhu akbaru, lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘azhīm. Allāhumma innī as’aluka khaira hādzasy syahri wa a‘ūdzu bika min syarril qadari wa min syarril mahsyar.

Artinya: "Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Agung. Ya Allah, aku memohon kebaikan bulan ini dan berlindung kepada-Mu dari keburukan takdir dan keburukan hari mahsyar." (HR Ahmad)

Jika mengacu pada kalender Kemenag, Ramadhan 2026 diperkirakan tiba sekitar 15 hari lagi sejak 04 Februari 2026.

Waktu ini seharusnya tidak hanya diisi dengan menunggu, tetapi juga dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin.

Dengan memperbanyak amalan, memperdalam ilmu, dan membiasakan doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW, umat Islam diharapkan dapat menyambut Ramadhan dengan kesiapan yang optimal.

Sebab, Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, melainkan momentum perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa dan berakhlak mulia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Masuk Raudhah Kini Wajib Nusuk, Ini Cara Daftar dan Reservasinya
Masuk Raudhah Kini Wajib Nusuk, Ini Cara Daftar dan Reservasinya
Aktual
Doa Buka Puasa Syaban: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya
Doa Buka Puasa Syaban: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya
Doa dan Niat
Ini Daftar 8 Hari Cuti Bersama ASN 2026 Berdasarkan Keppres Prabowo
Ini Daftar 8 Hari Cuti Bersama ASN 2026 Berdasarkan Keppres Prabowo
Aktual
2 Metode Penentuan Awal Puasa Ramadhan di Indonesia: Rukyatul Hilal dan Hisab Hakiki Wujudul Hilal
2 Metode Penentuan Awal Puasa Ramadhan di Indonesia: Rukyatul Hilal dan Hisab Hakiki Wujudul Hilal
Aktual
Kalender Maret 2026: Libur Panjang Nyepi dan Lebaran 7 Hari Berturut-turut
Kalender Maret 2026: Libur Panjang Nyepi dan Lebaran 7 Hari Berturut-turut
Aktual
Libur Awal Puasa 2026: Long Weekend Jelang Ramadhan
Libur Awal Puasa 2026: Long Weekend Jelang Ramadhan
Aktual
Puasa Kurang Berapa Hari? Jangan Sampai Terlewat Persiapan Ramadhan
Puasa Kurang Berapa Hari? Jangan Sampai Terlewat Persiapan Ramadhan
Aktual
Puasa Berapa Hari Lagi? Cek Versi NU, Muhammadiyah, Pemerintah
Puasa Berapa Hari Lagi? Cek Versi NU, Muhammadiyah, Pemerintah
Aktual
Doa Buka Puasa Nisfu Syaban, Niat, dan Jam Magrib Hari Ini: Panduan Lengkap Sesuai Sunnah
Doa Buka Puasa Nisfu Syaban, Niat, dan Jam Magrib Hari Ini: Panduan Lengkap Sesuai Sunnah
Doa dan Niat
Rukun Puasa Ramadhan dan Syarat Sah yang Wajib Diketahui
Rukun Puasa Ramadhan dan Syarat Sah yang Wajib Diketahui
Aktual
Libur Puasa Anak Sekolah 2026 Mengacu SKB 3 Menteri, Cek Jadwalnya
Libur Puasa Anak Sekolah 2026 Mengacu SKB 3 Menteri, Cek Jadwalnya
Aktual
Puasa Kurang Berapa Hari Lagi? Hitung Mundur Puasa Ramadhan 2026
Puasa Kurang Berapa Hari Lagi? Hitung Mundur Puasa Ramadhan 2026
Aktual
Puasa Nisfu Syaban Berapa Hari 2026? Ini Niat, Doa, dan Amalan yang Dianjurkan
Puasa Nisfu Syaban Berapa Hari 2026? Ini Niat, Doa, dan Amalan yang Dianjurkan
Doa dan Niat
Nikah Siri Jadi Bom Waktu, Wamenag Dorong Pernikahan Resmi
Nikah Siri Jadi Bom Waktu, Wamenag Dorong Pernikahan Resmi
Aktual
Cara Mandi Wajib Setelah Haid Beserta Doanya (Panduan Ringkas & Dalil)
Cara Mandi Wajib Setelah Haid Beserta Doanya (Panduan Ringkas & Dalil)
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com