Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Mandi Wajib Setelah Haid Beserta Doanya (Panduan Ringkas & Dalil)

Kompas.com, 4 Februari 2026, 08:12 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Bagi muslimah, selesai haid berarti saatnya kembali suci agar bisa melaksanakan salat, puasa, dan ibadah lain. Karena itu, cara mandi wajib setelah haid beserta doanya penting dipahami dengan benar—bukan hanya urutannya, tapi juga dalilnya dalam fikih.

Para ulama menjelaskan, mandi wajib (ghusl) setelah haid bertujuan mengangkat hadas besar. Dasarnya antara lain firman Allah tentang bersuci dan praktik Nabi SAW yang diriwayatkan dalam hadis-hadis sahih mengenai tata cara mandi janabah, yang kemudian diqiyaskan (dianalogikan) pada mandi setelah haid.

Baca juga: Doa Mandi Wajib Setelah Haid: Niat, Rukun, dan Tata Cara Sesuai Syariat Islam

Niat Mandi Wajib Setelah Haid

Niat cukup di dalam hati, namun banyak ulama membolehkan dilafalkan untuk membantu kekhusyukan.

Arab:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitul ghusla li raf‘il hadatsil haid lillahi ta‘ala

Arti:

“Saya berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar dari haid karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid

Merujuk penjelasan fikih wanita (mazhab Syafi’i) dan hadis tata cara mandi Nabi SAW sebagaimana dilansir dari situs bsimasalahat.or.id:

1. Membaca niat.

2. Mencuci kedua tangan tiga kali.

3. Membersihkan kemaluan dengan tangan kiri.

4. Mencuci tangan kembali dengan sabun.

5. Berwudhu seperti hendak salat.

6. Menyiram kepala tiga kali sambil menyela rambut hingga ke kulit kepala.

7. Mengguyur seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan lalu kiri.

8. Memastikan tidak ada bagian tubuh yang terhalang air.

9. Boleh dilanjutkan dengan sabun/sampo seperti mandi biasa.

10. Jika ingin salat, boleh berwudhu lagi (tidak wajib bila wudhu tidak batal).

Dalil praktik ini diambil dari hadis riwayat Aisyah RA tentang tata cara mandi Nabi SAW saat janabah (HR. Bukhari dan Muslim), yang oleh ulama diterapkan pula pada mandi setelah haid.

Doa Setelah Mandi Wajib

Ulama menganjurkan membaca doa setelah mandi sebagaimana doa setelah wudhu (qiyas).

Arab:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Latin:

Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Allahummaj‘alnii minat tawwaabiin waj‘alnii minal mutathahhiriin.

Arti:

“Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah… Ya Allah jadikan aku termasuk orang yang bertaubat dan mensucikan diri.”

Hal Penting yang Sering Terlewat

  • Rambut tidak wajib diurai, cukup disela hingga air sampai ke kulit kepala.
  • Tidak boleh ada penghalang air (cat kuku, wax, dll).
  • Urutan sunnah boleh berbeda, yang wajib: niat dan meratakan air ke seluruh tubuh.

Baca juga: 4 Macam Mandi Wajib untuk Wanita Lengkap dengan Tata Caranya

Kenapa Ini Penting?

Tanpa mandi wajib, salat dan ibadah tidak sah. Karena itu, memahami cara mandi wajib setelah haid beserta doanya bukan sekadar rutinitas, tapi bagian dari sahnya ibadah seorang muslimah.

Panduan ini dirujuk dari kitab-kitab fikih wanita mazhab Syafi’i dan penjelasan ulama tentang hadis mandi Nabi SAW yang menjadi rujukan utama tata cara bersuci.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com