Penulis
KOMPAS.com - Mandi wajib adalah mandi yang harus dilakukan seseorang ketika berada dalam keadaan tidak suci. Tujuan mandi wajib adalah agar kembali suci sehingga bisa melaksanakan ibadah yang menuntut kesucian diri.
Pada wanita, ada beberapa hal yang menyebabkan tidak suci, antara lain haid, nifas, melahirkan, dan berhubungan badan. Untuk kembali suci, maka seorang wanita harus melakukan mandi wajib.
Baca juga: Punya Luka tapi Harus Mandi Wajib? Ini Solusinya Menurut Para Ulama
Macam-macam mandi wajib pada wanita sama dengan hal-hal yang menyebabkan tidak suci pada wanita. Berikut ini 4 macam mandi wajib bagi wanita:
Mandi junub adalah bagian dari mandi wajib. Junub artinya kondisi tidak suci akibat keluarnya mani pada laki-laki atau berhubungan badan antara laki-laki dan wanita. Maka wanita yang berada dalam kondisi junub, harus melakukan mandi wajib, yaitu mandi junub.
وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِى سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا۟
Artinya: "...(jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi..." (Q.S. An Nisa': 43).
Baca juga: Panduan Mandi Wajib: Niat, Tata Cara, dan Sunnah-sunnahnya
Nifas adalah kondisi tidak suci karena keluar darah setelah melahirkan. Masa nifas biasanya berlangsung selama kurang lebih 40 hari. Selama masa nifas, wanita berada dalam kondisi tidak suci sehingga tidak diwajibkan shalat, berpuasa, dan ibadah yang menuntut kesucian lainnya.
Setelah selesai nifas, wanita diperintahkan untuk mandi nifas agar kembali suci sehingga bisa melaksanakan ibadah-ibadah wajib seperti shalat, puasa, dan ibadah-ibadah lainnya.
Haid menjadi siklus bulanan bagi wanita. Saat haid, wanita berada dalam keadaan tidak suci. Haid biasa berlangsung antara 3-7 hari. Setelah selesai haid, wanita diperintahkan untuk mandi wajib setelah haid.
وَلَكِنْ دَعِي الصَّلاَةَ قَدْرَ الأَيَّامِ الَّتِي كُنْتِ تَحِيْضِيْنَ فِيْهَا ، ثُمَّ اِغْتَسِلِي وَصَلِّي
Artinya: "Namun, tinggalkanlah shalat sebanyak hari yang biasanya engkau haidh sebelum itu, kemudian mandilah dan lakukanlah shalat.’” (H.R. Bukhari).
Baca juga: Bacaan Niat Mandi Wajib Karena Keluar Mani Lengkap dengan Tata Caranya
Mandi wiladah adalah mandi setelah melahirkan. Meskipun tidak keluar darah nifas, wanita yang habis melahirkan tetap diwajibkan untuk melakukan mandi wajib.
Menurut para ulama, melahirkan termasuk penyebab seorang wanita berada dalam kondisi tidak suci karena adanya sesuatu yang keluar dari kemaluan.
Tata cara mandi wajib pada wanita dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadits berikut:
“Salah seorang di antara kalian (wanita) mengambil air dan sidrah (daun pohon bidara, boleh dengan sabun atau semacamnya) kemudian dia bersuci dan membaguskan bersucinya,
Kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air sampai pada kulit kepalanya, kemudian dia menyiramkan air ke seluruh badannya,
Lalu mengambil sepotong kain atau kapas yang diberi minyak wangi kasturi, kemudian dia bersuci dengannya. Maka Asma’ berkata: “Bagaimana aku bersuci dengannya?”
Beliau bersabda: “Maha Suci Allah” maka ‘Aisyah berkata kepada Asma’: “Engkau mengikuti (mengusap) bekas darah (dengan kain/kapas itu).” (H.R. Muslim).
Baca juga: Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid Lengkap dengan Niatnya
Secara lebih detail, urutan mandi wajib setelah keluar haid adalah sebagai berikut:
1. Mencuci tangan sebanyak tiga kali
2. Membersihkan kemaluan dan kotoran lain yang ada dengan tangan kiri
3. Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan dan kotoran lain dengan sabun
4. Berwudhu dengan sempurna seperti halnya wudhu untuk shalat
5. Mengguyur air ke kepala sebanyak tiga kali hingga pangkal rambut disertai dengan membaca niat saat awal mengguyurkan air
6. Mengguyur seluruh badan dimulai dari sebelah kanan sebanyak tiga kali dilanjutkan sebelah kiri tiga kali
7. Setelah itu bisa dilanjutkan dengan mandi seperti biasa dengan menggunakan sabun dan sampo sampai selesai
8. Setelah selesai, mengambil kapas atau kain, diberi minyak wangi kemudian diusapkan di bekas darah keluar (kemaluan wanita).
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang