Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nisab dan Haul Zakat, Penentu Kapan Harta Menjadi Kewajiban

Kompas.com, 6 Januari 2026, 10:26 WIB
Khairina

Editor

Sumber Baznas

KOMPAS.com-Dalam Islam, kewajiban zakat tidak ditentukan semata oleh niat dan keikhlasan, tetapi juga oleh terpenuhinya syarat syariat, salah satunya melalui pemahaman perbedaan antara nisab dan haul zakat.

Pemahaman yang tepat mengenai nisab dan haul membantu seorang muslim menunaikan zakat secara benar serta terhindar dari kekeliruan dalam menetapkan kewajiban.

Kesalahan memahami nisab dan haul dapat membuat zakat ditunaikan sebelum waktunya atau justru terabaikan saat kewajiban telah berlaku.

Pembahasan nisab dan haul menjadi semakin relevan di tengah berkembangnya bentuk kepemilikan harta modern, seperti tabungan, investasi, dan penghasilan profesional.

Baca juga: MUI Akan Bahas 6 Fatwa di Munas XI, Mulai dari Asuransi Syariah hingga Zakat Penghasilan

Pengertian Nisab dan Haul dalam Zakat

Dilansir dari laman Baznas, nisab dan haul merupakan dua ketentuan mendasar dalam fikih zakat yang berfungsi sebagai penanda kewajiban zakat atas suatu harta.

Kedua konsep ini menunjukkan bahwa zakat tidak dibebankan secara sembarangan, melainkan diwajibkan ketika harta telah mencapai ukuran kecukupan dan dimiliki dalam jangka waktu tertentu.

Ketentuan nisab dan haul mencerminkan keadilan Islam dalam mengatur hubungan antara kepemilikan harta dan tanggung jawab sosial.

Pengertian Nisab

Nisab adalah batas minimal kepemilikan harta yang menjadi syarat awal diberlakukannya kewajiban zakat.

Ketentuan nisab menegaskan bahwa zakat hanya diwajibkan kepada muslim yang telah memiliki kecukupan harta.

Besaran nisab ditetapkan berbeda-beda sesuai jenis harta, seperti emas, perak, tabungan, dan harta perdagangan.

Mayoritas ulama menetapkan nisab zakat emas sebesar 85 gram emas murni sebagai acuan perhitungan.

Harta yang belum mencapai nisab tidak dibebani kewajiban zakat meskipun telah dimiliki dalam jangka waktu lama.

Penetapan nisab menjadi bentuk kasih sayang Islam agar zakat tidak memberatkan pemilik harta yang masih terbatas.

Baca juga: Zakat Penghasilan: Ketentuan, Cara Hitung, dan Niat Membayarnya Sesuai Syariat Islam

Pengertian Haul

Haul adalah masa kepemilikan harta selama satu tahun hijriah penuh sejak harta tersebut mencapai nisab.

Ketentuan haul menegaskan bahwa zakat hanya diwajibkan atas harta yang dimiliki secara stabil dan berkelanjutan.

Perhitungan haul dimulai sejak harta mencapai nisab, bukan sejak pertama kali harta tersebut dimiliki.

Kewajiban zakat belum berlaku apabila nilai harta turun di bawah nisab sebelum satu tahun hijriah terpenuhi.

Ketentuan haul memberi ruang bagi pemilik harta untuk memenuhi kebutuhan hidup sebelum menunaikan kewajiban zakat.

Syarat Wajib Zakat yang Berkaitan dengan Nisab dan Haul

Zakat diwajibkan atas harta yang sepenuhnya dimiliki dan berada dalam penguasaan pemiliknya secara sah.

Harta yang masih dalam sengketa atau belum menjadi milik penuh tidak dikenai kewajiban zakat.

Syarat lainnya berkaitan dengan sifat harta yang berkembang atau berpotensi memberikan manfaat ekonomi.

Jenis harta seperti emas, uang, tabungan, dan barang dagangan termasuk dalam kategori harta yang dikenai zakat.

Kewajiban zakat baru berlaku setelah harta mencapai nisab dan dimiliki selama satu tahun hijriah.

Pemahaman terhadap syarat ini membantu umat Islam menunaikan zakat dengan tenang dan penuh keyakinan.

Baca juga: Fatwa MUI: Zakat Bisa Digunakan untuk Iuran BPJS Ketenagakerjaan, Ini Syaratnya

Contoh Penerapan Nisab dan Haul dalam Kehidupan Sehari-hari

Zakat emas diwajibkan apabila kepemilikan emas mencapai nisab dan bertahan selama satu tahun hijriah.

Zakat tabungan mengikuti ketentuan nisab emas karena nilai tabungan dihitung berdasarkan satuan uang.

Saldo tabungan yang mencapai nilai setara nisab dan bertahan selama satu tahun hijriah wajib dizakati.

Zakat perdagangan dihitung dari keseluruhan nilai aset usaha yang telah mencapai nisab dan haul.

Zakat penghasilan memiliki perbedaan pandangan ulama, namun sebagian menerapkannya berdasarkan akumulasi penghasilan tahunan.

Hikmah Memahami Nisab dan Haul

Pemahaman nisab dan haul menumbuhkan kesadaran bahwa harta bukan semata milik pribadi, tetapi juga mengandung hak orang lain.

Ketentuan ini mengajarkan keseimbangan antara rasa syukur atas rezeki dan kepedulian terhadap sesama.

Zakat yang ditunaikan setelah memenuhi nisab dan haul menjadi wujud ibadah yang lahir dari kesadaran, bukan keterpaksaan.

Kesadaran terhadap nisab dan haul membantu membersihkan hati dari kecintaan berlebihan terhadap harta.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com