Penulis
KOMPAS.com - Islam banyak melahirkan tokoh-tokoh luar biasa sepanjang perjalan sejarahnya. Tidak hanya didominasi laki-laki, ada pula tokoh wanita atau muslimah yang luar biasa dalam perjalanan sejarah Islam.
Para wanita luar biasa ini mempunyai peran penting dalam menyokong perkembangan Islam. Peran tersebut bisa dilakukan baik dari belakang layar maupun di depan layar.
Dengan keberanian, kecerdasan, kesetiaan, dan pengorbanan, para wanita ini tercatat dalam tinta emas sejarah Islam. Siapa saja mereka? Berikut beberapa diantaranya.
Baca juga: Khadijah binti Khuwailid: Perempuan Pertama yang Memeluk Islam
Khadijah binti Khuwailid adalah istri pertama Rasulullah SAW. Ia adalah seorang janda kaya raya di Mekkah. Khadijah wanita yang luar biasa. Ketika Rasulullah SAW berada dalam kebingungan saat diangkat menjadi Utusan Allah, Khadijah adalah sosok yang mampu memberikan ketenangan dan solusi untuk suaminya.
Khadijah memperkuat perjuangan Rasulullah SAW dengan harta benda dan segenap jiwa raganya. Adanya Khadijah di samping Rasulullah SAW membuat semangat dalam berwakwah tak pernah padam dalam diri Rasulullah SAW.
Maka ketika Khadijah wafat, Rasulullah SAW sangat bersedih hati. Hingga tahun wafatnya Khadijah disebut dengan 'Amul Khuzni atau tahun kesedihan.
Aisyah binti Abu Bakar adalah istri Rasulullah SAW paling muda. Meskipun demikian, peran Aisyah sangat vital sepeninggal Khadijah. Ia setia mendampingi Rasulullah SAW dalam berbagai keadaan.
Keberadaan Aisyah sangat penting bagi umat Islam untuk mengabarkan aktivitas pribadi Rasulullah SAW dalam rumah tangga sehingga bisa diteladani oleh umat Islam. Aisyah merupakan istri Rasulullah SAW yang paling banyak meriwayatkan hadits.
Baca juga: Aisyah: Istri Nabi Muhammad SAW Paling Banyak Meriwayatkan Hadits
Fatimah Az Zahra adalah putri kesayangan Rasulullah SAW. Ia menjadi teladan dalam menghadapi kehidupan. Meskipun sebagai putri manusia paling mulia di dunia, Fatimah tetap hidup bersahaja. Bahkan acapkali kekurangan dalam hidupnya.
Dengan kondisi hidup yang berat, Fatimah tetap setia mendampingi suaminya, Ali bin Abi Thalib dalam perjuangan mengembangkan dakwah Islam.
Sumayyah adalah seorang budak wanita milik Abu Hudzaifah bin Al Mughirah. Ia termasuk golongan awal yang masuk Islam bersama suami dan anaknya. Ia memegang teguh agama yang baru dikenalnya belum lama.
Resiko dari keislamannya adalah ia harus menghadapi siksaan yang keras dari tuannya. Namun ia tetap berpegang teguh pada keimanannya. Iman yang telah masuk ke dalam dirinya menjadi kekuatan luar biasa dalam menghadapi siksaan.
Baginya, siksaan itu tidak ada artinya dibandingkan kelezatan iman yang tertanam dalam dadanya. Sumayyah akhirnya menjadi syahidah pertama dalam Islam. Ia kokoh memegang Islam sampai akhir hayatnya.
Baca juga: Zaid bin Haritsah, Satu-satunya Sahabat Nabi yang Disebut Alquran
Nusaibah binti Ka'ab adalah seorang pejuang wanita yang tangguh. Ia berasal dari kalangan Anshar. ia terlibat dalam perang Uhud setelah saudaranya, Abdullah bin Ka'ab tewas di perang Badar.
Pada Perang Uhud, Nusaibah memperlihatkan keberanian dan jiwa rela berkorban. Di saat pasukan Islam kocar-kacir mendapat serangan pasukan kafir yang dipimpin Khalid bin Walid, ia segera merapat untuk melindungi Rasulullah SAW.
Dalam perang Uhud, Nusaibah mendapat 12 luka. Luka terbesar terletak di pundaknya. Perlu waktu kurang lebih satu tahun untuk memulihkan lukanya.
Nusaibah juga terlibat dalam perang Hunain dan perang Yamamah. Pada perang Yamamah, Nusaibah mendapat 11 luka dan tangannya terpotong.
Ummu Haram binti Malhan merupakan wanita Anshar dari kalangan terhormat. Ia istri dari tokoh Madinah bernama Ubadah bin Shamit. saat Rasulullah SAW mampir ke rumahnya, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda:
"Sekelompok manusia dari umatku diperlihatkan kepadaku, mereka berperang di jalan Allah dengan berlayar di lautan sebagaimana raja-raja di atas pasukannya atau laksana para raja yang memimpin pasukannya."
Mendengar hal tersebut, Ummu Haram binti Malhan meminta doa Rasulullah SAW agar dapat menjadi bagian dari pasukan laut tersebut. Di bawah pimpinan Muawiyah bin Abu Sufyan, Ummu Haram turut menjadi pasukan angkatan laut tersebut.
Dalam perang Qubrus melawan Kekaisaran Bizantium, pasukan Islam memperoleh kemenangan. Namun Ummu Haram binti Malhan gugur dalam pertempuran tersebut.
Baca juga: Ketika Nabi Pergi, Umat Bertobat: Kisah Nabi Yunus AS
Hindun binti Utbah pada mulanya adalah musuh utama Islam. Ia istri dari pemimpin kaum kafir Quraisy Abu Sufyan bin Harb. Hindun adalah sosok dibalik kematian paman Rasulullah SAW, Hamzah bin Abdul Muthalib.
Pada peristiwa Fathu Makkah, Hindun beserta suaminya akhirnya masuk Islam. Bukan karena keterpaksaan, saat itu ia benar-benar bisa melihat Islam dengan kejernihan hati.
Saat masuk Islam, Hindun pernah mengungkapkan bahwa sebelum masuk Islam, orang yang paling dibenci adalah Rasulullah SAW. Namun setelah masuk Islam, ia menjadikan Rasulullah SAW sebagai orang yang paling dicintai.
Hindun aktif membantu kaum muslimin, termasuk dalam peperangan. Ia memimpin kaum wanita untuk memberikan semangat dalam peperangan, terutama kiprahnya tercatat di Perang yarmuk saat menghadapi pasukan Romawi.
Baca juga: Kisah Tukang Sepatu Gagal Haji Namun Mendapat Predikat Haji Mabrur
Khaulah binti Azwar merupakan seorang wanita pejuang sahabat Rasulullah SAW. Ia lahir dari keluarga pejuang Anshar. Sejak kecil ia sudah dilatih secara militer untuk bertempur dan menggunakan senjata.
Khaulah turut dalam beberapa pertempuran melawan Romawi. Tidak hanya sebagai prajurit biasa, ia juga memimpin pasukan wanita dalam perang Yarmuk dan berhasil membunuh salah satu komandan perang.
Dalam beberapa peperangan melawan Romawi, ia turut serta dalam pasukan Islam dan bertempur layaknya lelaki.
Sejarah emas Islam tidak hanya diukir oleh kaum lelaki, tetapi ada peran besar dari kaum wanita dalam sejarah perjuangan Islam.
Kiprah wanita dalam sejarah Islam tidak hanya di belakang layar. Tetapi ada pula yang tampil di garda terdepan untuk memperjuangkan Islam sampai titik darah penghabisan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang