Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bolehkah Wanita Haid Berziarah Kubur? Berikut Penjelasannya dalam Islam

Kompas.com, 5 Januari 2026, 16:39 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Ziarah kubur menjadi salah satu tradisi di Indonesia. Islam juga menganjurkan untuk berziarah kubur meski pada awalnya dilarang. Tujuan berziarah kubur adalah mendoakan ahli kubur dan mengingat kematian.

Lantas bagi wanita haid,bolehkah berziarah kubur? Pertanyaan ini mungkin sering ditanyakan kalangan wanita. Sebab saat haid, kondisi wanita tidak dalam keadaan suci, padahal salah satu aktivitas ziarah kubur adalah membaca Al Quran.

Baca juga: Doa Ziarah Kubur dan Bacaan Arab Lengkapnya

Perintah Ziarah Kubur

Ziarah kubur pernah dilarang Rasulullah SAW karena dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang dilarang saat berziarah kubur. Namun ketika keimanan kaum muslimin sudah kuat, Rasulullah SAW memperbolehkan melakukan ziarah kubur.

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ أَلَا فَزُورُوهَا، فَإِنَّهُ يُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ، وَلَا تَقُولُوا هُجْرً

Artinya: “Dahulu Aku melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian, sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan (air) mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk (pada saat ziarah).” (H.R. Al Hakim).

Baca juga: Bacaan Doa Ketika Ziarah Kubur Lengkap dengan Arti dan Adab-adabnya

Hukum Ziarah Kubur Bagi Wanita

Sebelum membahas lebih jauh mengenai boleh atau tidaknya wanita haid ziarah kubur, terlebih dahulu akan dibahas hukum ziarah kubur bagi wanita. Dalam sebuah hadits disampaikan bahwa Rasulullah SAW melaknat wanita yang sering berziarah kubur.

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم زَوَّارَاتِ الْقُبُورِ

Artinya: “Rasulullah Saw melaknat para wanita yang sering berziarah kubur." (H.R. Ibnu Majah, At Tirmidzi, dan Ahmad).

Larangan Rasulullah SAW ini tidak bersifat mutlak. Ummu Athiyah pernah menyatakan bahwa larangan itu tidak bersifat sungguh-sungguh. Artinya, wanita boleh berziarah kubur, namun sebaiknya aktivitas tersebut dijauhi atau tidak sering-sering dilakukan.

Baca juga: Ziarah Kubur: Doa, Adab, dan Keutamaannya

Kondisi Haid dan Batasan dalam Beribadah

Wanita yang haid sedang dalam kondisi tidak suci. Hal ini bukan berarti wanita dilarang melakukan ibada sama sekali. Hanya ibadah tertentu yang menuntut kesucian diri yang dilarang.

Ibadah yang dilarang dalam keadaan haid yaitu shalat, puasa, membaca Al Quran dengan memegang mushaf, dan masuk ke masjid. Adapun membaca Al Quran dengan lisan, seperti hafalan menjadi perselisihan.

Mazhab maliki melarang membaca Al Quran ketika haid. Sementara mazhab lainnya memperbolehkan asalkan tidak memegang mushaf. Syeikh Mushthaha Al ‘Adawi dalam kitab Jami’ Ahkamin Nisa’ menjelaskan bahwa wanita boleh membaca Al Quran karena tidak ada dalil shahih dan sharih (jelas) tentang larangan membaca Al Quran saat haid.

Sementara amalan yang jelas diperbolehkan adalah berdzikir, berdoa, bershalawat, bersedekah, mendengarkan bacaan Al Quran, dan ibadah-ibadah lain yang tidak menuntut dalam keadaan suci.

Baca juga: Ayat-Ayat tentang Kematian dalam Al Quran untuk Dipahami dan Direnungkan

Hukum Ziarah Kubur Bagi Wanita Haid

Berdasarkan pemahaman sebelumnya, ziarah kubur diperbolehkan bagi wanita tetapi dianjurkan untuk tidak sering-sering melakukannya. Adapun untuk wanita haid, berziarah diperbolehkan menurut para Ulama.

Ziarah kubur bagi wanita haid dilakukan untuk mendoakan ahli kubur yang diziarahi, serta sebagai sarana untuk mengambil pelajaran bahwa kematian pasti akan datang. Sehingga hal tersebut membuat keimanan semakin meningkat dan lebih mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian.

Menurut sebagian ulama, tetap diperbolehkan membaca Al Quran dengan hafalan, sepanjang tidak memegang mushaf langsung. Amalan bacaan Al Quran ini bisa dihadiahkan untuk orang yang diziarahi.

Baca juga: Tanda-tanda Mendekati Kematian Menurut Imam Al Ghazali dan Pandangan Medis

Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas, wanita yang sedang haid diperbolehkan melakukan ziarah kubur. Bahkan sebagian ulama memperbolehkan membaca Al Quran untuk dihadiahkan kepada orang yang diziarahi.

Meskipun diperbolehkan ziarah kubur bagi wanita, namun Rasulullah SAW menganjurkan untuk tidak terlalu sering melakukannya. Karena hal itu justru akan mendapat laknat Rasulullah SAW.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Kopi, QRIS, dan Geliat Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi
Kopi, QRIS, dan Geliat Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi
Aktual
Cimahi Siapkan Layanan Haji Satu Atap, Pembangunan Gedung Capai 57 Persen
Cimahi Siapkan Layanan Haji Satu Atap, Pembangunan Gedung Capai 57 Persen
Aktual
Kiai Miftachul Akhyar Ungkap Alasan Para Wali Tetap Berwirid meski Punya Karamah
Kiai Miftachul Akhyar Ungkap Alasan Para Wali Tetap Berwirid meski Punya Karamah
Aktual
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor Muri lewat Buku 1.062 Halaman
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor Muri lewat Buku 1.062 Halaman
Aktual
Wamenhaj Dahnil Usul Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Alasannya
Wamenhaj Dahnil Usul Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Alasannya
Aktual
Batas Maksimal Sholat Dhuha Sampai Jam Berapa? Jangan Sampai Terlewat Waktu Zuhur
Batas Maksimal Sholat Dhuha Sampai Jam Berapa? Jangan Sampai Terlewat Waktu Zuhur
Aktual
Gus Kikin Minta Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi, Jangan Hanya Fokus Ilmu Agama
Gus Kikin Minta Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi, Jangan Hanya Fokus Ilmu Agama
Aktual
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh November 2027, Niat, dan Keutamaannya
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh November 2027, Niat, dan Keutamaannya
Aktual
Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo dan Karanganyar, Wagub Jateng Pastikan Anak-anak Didampingi
Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo dan Karanganyar, Wagub Jateng Pastikan Anak-anak Didampingi
Aktual
Prabowo Salurkan Bantuan untuk Pesantren Gontor, Berharap Santri Jadi SDM Unggul
Prabowo Salurkan Bantuan untuk Pesantren Gontor, Berharap Santri Jadi SDM Unggul
Aktual
Menag Sebut Ekonomi Syariah RI seperti Raksasa Tidur, Soroti Potensi Masjid
Menag Sebut Ekonomi Syariah RI seperti Raksasa Tidur, Soroti Potensi Masjid
Aktual
Surat Santri untuk Prabowo: Jangan Biarkan Biaya Kuliah Menghalangi Cita-cita
Surat Santri untuk Prabowo: Jangan Biarkan Biaya Kuliah Menghalangi Cita-cita
Aktual
Kisah Abdullah bin Jahsy, Sahabat yang Dipercaya Nabi Memimpin Ekspedisi Nakhlah
Kisah Abdullah bin Jahsy, Sahabat yang Dipercaya Nabi Memimpin Ekspedisi Nakhlah
Aktual
Jemaah Haji Lansia di Manggarai Barat Kini Bisa Urus Paspor di Kantor Kemenhaj
Jemaah Haji Lansia di Manggarai Barat Kini Bisa Urus Paspor di Kantor Kemenhaj
Aktual
Wamenhaj Sebut Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji
Wamenhaj Sebut Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar