Penulis
KOMPAS.com-Tren busana muslim Ramadan 2026 disebut bergerak ke arah yang lebih sederhana dibandingkan tahun sebelumnya.
Perubahan itu terlihat dari koleksi raya sejumlah brand yang tampil lebih minimal dan tenang secara visual.
Desain yang sebelumnya ekspresif dan penuh statement disebut bergeser menuju pendekatan yang lebih refined dan meaningful.
“Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, arah tren tahun ini terlihat lebih sederhana. Namun sebenarnya bukan berarti lebih ‘basic’, melainkan terjadi pergeseran menuju kesederhanaan yang lebih refined dan meaningful,” ujar desainer busana muslim Lisa Fitria, saat dihubungi KOMPAS.com, beberapa waktu lalu.
Lisa menilai konsumen mulai mencari ketenangan visual dan kenyamanan emosional setelah beberapa musim dipenuhi eksplorasi visual yang lebih berani.
“Setelah beberapa musim dengan eksplorasi visual yang lebih statement dan ekspresif, saat ini konsumen mulai mencari ketenangan visual, kenyamanan emosional, dan desain yang terasa lebih relevan dengan keseharian mereka,” lanjutnya.
Perubahan preferensi itu disebut ikut dipengaruhi kondisi global dan pergeseran gaya hidup yang membuat masyarakat menempatkan nilai autentik, keberlanjutan, serta kualitas sebagai pertimbangan utama.
“Perubahan ini juga dipengaruhi oleh kondisi global dan perubahan gaya hidup, di mana masyarakat semakin menghargai nilai autentik, keberlanjutan, serta kualitas dibandingkan kemewahan yang berlebihan,” jelas Lisa.
Baca juga: Tren Baju Lebaran Anak 2026, Longgar, Nyaman, dan Flowy
Konteks Ramadan membuat kesederhanaan dinilai semakin kuat secara konsep karena dianggap sejalan dengan nilai spiritual bulan suci.
“Dalam konteks Ramadan khususnya, kesederhanaan justru menjadi refleksi dari nilai spiritual — sehingga desain yang minimal, tenang, dan timeless menjadi lebih kuat secara konsep,” katanya.
Tren ini juga dikaitkan dengan kejenuhan pasar terhadap busana muslim bermotif ramai yang dinilai serupa di banyak brand.
“Masyarakat sudah mulai jenuh dengan busana muslim yang penuh motif hampir semua sama,” ungkapnya.
Kejenuhan itu disebut membuat konsumen semakin sulit membedakan identitas brand dari tampilan produknya.
“Sampai bingung membedakan dari brand apa,” tambahnya.
Situasi tersebut mendorong brand menguatkan detail, potongan, serta storytelling sebagai pembeda, alih-alih mengandalkan tampilan yang ramai.
“Jadi, arah yang terlihat lebih sederhana ini sebenarnya adalah evolusi menuju ‘quiet elegance’, di mana detail, potongan, dan storytelling menjadi lebih penting daripada sekadar tampilan yang ramai,” ujarnya.
Baca juga: 5 Model Baju Lebaran Timeless yang Bisa Dipakai Sehari-hari
Busana muslim bergaya quiet elegance menonjolkan detail potongan dan tekstur bahan dengan palet warna netral untuk kesan minimal dan timeless.
Pergeseran tren juga terlihat dari cara sejumlah brand memperkenalkan koleksi raya ke publik melalui acara peluncuran yang lebih personal.
“Kalau di perhatikan beberapa brand mengadakan event launching raya collection yang intimate, tematik, konsep dan story yang kuat,” jelasnya.
Lisa menilai latar belakang konsumen juga bergeser karena pasar Gen Z disebut semakin besar potensinya.
“Latar belakang customer atau pemakai juga bergeser, gen Z semakin besar potensinya,” ujarnya.
Pilihan Gen Z dinilai condong pada busana yang simpel, nyaman dipakai, dan punya nilai cerita yang kuat.
Sementara itu, tren seragam keluarga Lebaran disebut tidak berubah signifikan karena segmen ini lebih menekankan kebersamaan dan suasana meriah.
“Untuk seragam keluarga agak sedikit berbeda, hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Material satin dan motif digital printing disebut masih banyak dipilih karena seragam keluarga tidak menitikberatkan personal style.
Seragam keluarga tetap diarahkan untuk tampilan yang seru dan ramai saat momen berkumpul.
“Lebih untuk fun fun dan heboh rame,” tutupnya.
Tren busana muslim Ramadan 2026 memperlihatkan pergeseran selera konsumen ke arah desain yang lebih tenang, lebih rapi, dan lebih menonjolkan nilai cerita.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang