Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bacaan Doa Awal Bulan Zulkaidah: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Kompas.com, 14 April 2026, 14:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pergantian bulan dalam kalender Hijriah bukan sekadar perubahan waktu, tetapi momentum spiritual yang mengajak umat Islam untuk memperbarui niat, memperbanyak syukur, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Salah satu momen yang kerap luput dari perhatian adalah datangnya bulan Zulkaidah, padahal bulan ini termasuk dalam kategori bulan mulia (asyhurul hurum) dalam Islam.

Memasuki 1 Zulkaidah 1447 H yang diperkirakan jatuh pada 18 April 2026, umat Islam dianjurkan menyambutnya dengan doa dan amalan kebaikan. Lalu, bagaimana bacaan doa memasuki bulan Zulkaidah dan apa makna di baliknya?

Baca juga: 12 Bulan Hijriah: Urutan, Makna, dan Bulan Haram dalam Islam

Makna Bulan Zulkaidah dalam Kalender Islam

Zulkaidah merupakan bulan ke-11 dalam kalender Hijriah. Dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36 disebutkan bahwa terdapat empat bulan haram (suci), yaitu Dzulqa’dah (Zulkaidah), Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Dalam kitab Fiqh Islam wa Adillatuhu karya Wahbah Az-Zuhaili dijelaskan bahwa bulan-bulan haram memiliki keutamaan khusus, di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

Secara historis, Zulkaidah dikenal sebagai bulan di mana masyarakat Arab menghentikan peperangan.

Tradisi ini kemudian dilestarikan dalam Islam sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu yang dimuliakan.

Baca juga: 8 Doa di Bulan Syawal yang Dianjurkan Rasulullah dan Keutamaannya

Bacaan Doa Memasuki Bulan Zulkaidah

Salah satu amalan yang dianjurkan saat pergantian bulan Hijriah adalah membaca doa sebagai bentuk syukur dan harapan akan keberkahan di bulan yang baru.

Doa ini disebutkan dalam kitab Al-Adabus Syar’iyyah karya Imam Ibnu Muflih Al-Maqdisi:

اللّهُ أَكْبَرُ، اللّهُ أَكْبَرُ، اللّهُ أَكْبَرُ، الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي ذَهَبَ بِشَهْرِ كَذَا وَجَاءَ بِشَهْرِ كَذَا

Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar.
Alhamdulillahil ladzi dzahaba bi syahri kadzaa wa jaa-a bi syahri kadzaa.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan bulan ini dan mendatangkan bulan yang baru.”

Doa ini dibaca dengan menyebut nama bulan yang telah berlalu dan bulan yang sedang datang, sebagai bentuk kesadaran akan siklus waktu yang terus berjalan.

Doa Syukur atas Amal yang Telah Dilalui

Selain doa pergantian bulan, umat Islam juga dianjurkan membaca doa syukur atas amal yang telah dilakukan:

مَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ، فَأَسْأَلُكَ أَللهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا ذَا الْجَلَالِ والْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلُهُ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ، وَصَلّى اللهُ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Wa ma ‘alimtu fiha mimma tardhohu wa wa’adtani ‘alaihis sawab, fa as’alukallohumma ya karim ya dzal jalali wal ikrom an tataqobbalahu minni wa la taqtho’ roja’i minka ya karim, wa shollallahu ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Artinya: "Dan, apa yang aku lakukan di tahun ini yang Engkau ridhai dan janjikan ganjaran padanya, maka aku bermohon pada-Mu Ya Allah Yang Maha Mulia, Yang Maha Memiliki Keagungan dan Kemuliaan, untuk menerima amalku, dan tidak memupuskan harapanku pada-Mu. Dan Allah senantiasa berselawat dan memohon selamat kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw., keluarganya dan para sahabatnya."

Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menekankan bahwa refleksi atas amal masa lalu merupakan bagian penting dari proses tazkiyatun nafs (penyucian jiwa).

Waktu Membaca Doa Awal Bulan Hijriah

Dalam sistem kalender Islam, pergantian hari dimulai saat matahari terbenam (Maghrib). Oleh karena itu, doa awal bulan Zulkaidah sudah bisa dibaca sejak malam hari sebelum tanggal 1 Zulkaidah.

Momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk bermuhasabah, mengevaluasi diri, sekaligus menyusun niat untuk meningkatkan kualitas ibadah.

Baca juga: Keutamaan Bulan Syawal: Waktu Naik Level Iman Setelah Ramadhan

Keutamaan Membaca Doa Awal Bulan

Membaca doa saat pergantian bulan bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki makna spiritual yang mendalam, di antaranya:

  • Sebagai bentuk syukur atas waktu yang telah berlalu
  • Memohon keberkahan di bulan yang baru
  • Menguatkan kesadaran akan keterbatasan manusia

Dalam perspektif Islam, waktu adalah amanah. Setiap pergantian bulan menjadi pengingat bahwa kehidupan terus berjalan menuju akhir.

Amalan yang Dianjurkan di Bulan Zulkaidah

Selain membaca doa, terdapat sejumlah amalan yang dianjurkan untuk mengisi bulan Zulkaidah:

1. Memperbanyak Puasa Sunnah

Dalam hadis Nabi Muhammad SAW disebutkan bahwa puasa di bulan-bulan haram memiliki keutamaan tersendiri. Puasa Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, maupun puasa Daud dapat menjadi pilihan.

2. Menunaikan Umrah

Dalam riwayat sahih yang tercantum dalam Shahih Bukhari, disebutkan bahwa Rasulullah SAW beberapa kali melaksanakan umrah di bulan Zulkaidah. Hal ini menunjukkan keutamaan bulan ini sebagai bagian dari musim haji (asyhurul hajj).

3. Memperbanyak Sedekah

Al-Qur’an dalam Surah Al-Baqarah ayat 195 menganjurkan umat Islam untuk berinfak di jalan Allah. Di bulan mulia seperti Zulkaidah, nilai sedekah diyakini semakin besar.

4. Memperbanyak Zikir dan Istighfar

Zikir menjadi amalan ringan namun berdampak besar. Dalam berbagai literatur seperti Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi, zikir disebut sebagai amalan yang dapat mendekatkan hati kepada Allah.

5. Meningkatkan Kualitas Ibadah

Momentum bulan haram dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki ibadah, memperdalam ilmu agama, dan meningkatkan ketakwaan.

Baca juga: Kalender Bulan Syawal 1447 H Lengkap dengan Penanggalan Masehi dan Kalender Jawa

Refleksi: Waktu sebagai Amanah

Bulan Zulkaidah hadir di antara dua momentum besar, yaitu Idul Fitri di bulan Syawal dan ibadah haji di bulan Zulhijah. Posisi ini menjadikannya sebagai masa persiapan spiritual.

Dalam buku The Study Quran, waktu dalam Islam tidak hanya dipahami sebagai dimensi kronologis, tetapi juga sebagai ruang spiritual untuk bertumbuh.

Karena itu, menyambut bulan Zulkaidah dengan doa bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk kesadaran bahwa setiap detik adalah kesempatan untuk mendekat kepada Allah.

Lebih dari Sekadar Pergantian Bulan

Memasuki bulan Zulkaidah mengajarkan bahwa kehidupan adalah rangkaian waktu yang terus bergerak.

Doa yang dipanjatkan di awal bulan menjadi simbol harapan, sementara amalan yang dilakukan menjadi bukti kesungguhan.

Di tengah kesibukan dunia modern, momen seperti ini mengingatkan bahwa manusia tidak hanya hidup untuk mengejar waktu, tetapi juga untuk memaknainya.

Dan dari pergantian bulan yang sederhana, tersimpan pelajaran besar, bahwa setiap awal adalah kesempatan baru untuk menjadi lebih baik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Arab Saudi Luncurkan Visa Umrah yang Izinkan Jemaah Masuk Berkali-kali
Arab Saudi Luncurkan Visa Umrah yang Izinkan Jemaah Masuk Berkali-kali
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar