Editor
KOMPAS.com - Gelombang panas ekstrem melanda Provinsi Timur Arab Saudi dengan suhu udara mencapai 50 derajat Celsius, tertinggi sepanjang tahun ini. Kondisi tersebut memaksa warga mengubah pola aktivitas sehari-hari demi menghindari risiko kesehatan akibat cuaca yang sangat panas.
Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (National Center for Meteorology/NCM) mencatat suhu tertinggi terjadi di Al-Ahsa pada Selasa (14/7/2026). Sebelumnya, rekor suhu tertinggi tahun ini tercatat pada 29 Mei dengan 49,3 derajat Celsius.
NCM memperingatkan bahwa suhu antara 49 hingga 50 derajat Celsius juga berpotensi melanda sejumlah wilayah lain di Provinsi Timur, termasuk Dammam, Dhahran, Al Khobar, Jubail, Qatif, Ras Tanura, Hafr Al-Batin, Al-Khafji, Al-Nairyah, Qaryat Al-Ulya, Buqayq, dan sekitarnya.
Baca juga: Gelombang Panas Landa Arab Saudi, Suhu di Makkah Diprediksi 48 Derajat
Selain panas ekstrem, cuaca juga diperkirakan disertai angin yang membawa debu sehingga mengurangi jarak pandang di jalan raya maupun kawasan terbuka.
Cuaca ekstrem membuat banyak warga menyesuaikan jadwal aktivitas agar tidak terlalu lama berada di luar ruangan.
Seorang warga Provinsi Timur, Rahaf Al-Madani, mengaku selalu merencanakan kegiatannya sejak awal agar tidak harus berjalan jauh di bawah terik matahari.
"Saya berusaha tetap berada di tempat teduh ketika berada di luar. Saya juga mengatur aktivitas agar bisa memarkir kendaraan sedekat mungkin dengan tujuan sehingga waktu berjalan kaki bisa diminimalkan," ujarnya.
Rahaf juga menghindari membuat janji atau menghadiri pertemuan pada waktu suhu sedang mencapai puncaknya.
Menurutnya, penggunaan tabir surya, topi, payung pelindung sinar ultraviolet (UV), kacamata hitam, serta memperbanyak minum air menjadi langkah sederhana namun penting untuk mengurangi dampak panas ekstrem.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Raghad Gasem, yang memilih lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan.
"Saya sebisa mungkin tetap berada di dalam rumah dan menghindari keluar saat suhu sedang paling tinggi. Saya juga memastikan tubuh tetap terhidrasi dan cukup makan," katanya.
Meski aktivitas luar ruangan menjadi terbatas, kehidupan sosial masyarakat tetap berlangsung dengan memanfaatkan berbagai fasilitas berpendingin udara.
Rahaf mengatakan pusat perbelanjaan, kafe, bioskop, hingga arena olahraga dalam ruangan seperti padel menjadi pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu selama musim panas.
Menurutnya, berjalan santai di luar ruangan baru terasa nyaman ketika matahari mulai terbenam dan suhu udara menurun pada malam hari.
Raghad menambahkan, banyaknya fasilitas rekreasi dalam ruangan di Arab Saudi membantu masyarakat tetap produktif sekaligus mengurangi paparan cuaca panas.
Baca juga: Gelombang Panas Melanda UEA, Suhu Diprediksi Tembus 46 Derajat Celsius
Sebelumnya, National Center for Meteorology telah memprediksi suhu udara di Arab Saudi selama Juli hingga Agustus akan berada di atas rata-rata normal.
Selain itu, curah hujan di Provinsi Timur diperkirakan berada di bawah rata-rata sehingga potensi cuaca panas dan kering diperkirakan masih akan mendominasi dalam beberapa pekan ke depan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang