Editor
KOMPAS.com - Sebanyak 250 jemaah gelombang pertama umrah gratis dari Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci untuk Haji, Umrah, dan Ziarah telah tiba di Makkah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah dan ziarah di Madinah.
Para peserta dalam program ini berasal dari 16 negara, termasuk juga dari Indonesia.
Setibanya di Kota Suci, mereka langsung menunaikan ibadah umrah dan mengikuti berbagai agenda keagamaan serta budaya yang disiapkan pemerintah Arab Saudi.
Baca juga: Arab Saudi Undang 1.000 Jamaah Umrah dari Seluruh Dunia, Dibiayai Penuh oleh Raja Salman
Program ini menjadi bagian dari layanan umrah yang dibiayai sepenuhnya dibiayai oleh Raja Salman bin Abdulaziz.
Dilansir dari arab News, jemaah tiba di Makkah setelah beberapa hari berada di Madinah untuk menjalani rangkaian ziarah dan pembinaan ibadah. Setibanya di Kota Suci, mereka segera melaksanakan ibadah umrah.
Baca juga: Raja Salman Tunjuk Pangeran Saud Pimpin Prosesi Pencucian Kabah, Ini Tahapannya
Para peserta juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi atas layanan dan fasilitas yang diberikan selama perjalanan ibadah dan ziarah ke Masjid Nabawi.
Program yang diselenggarakan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi ini tidak hanya berfokus pada pelaksanaan ibadah, tetapi juga mencakup kegiatan ilmiah dan budaya.
Selama berada di Makkah, para peserta dijadwalkan mengunjungi Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Kabah serta Pameran Wahyu di Kawasan Budaya Hira.
Tahun ini, Raja Salman bin Abdulaziz menjamu 1.000 jemaah umrah melalui program yang dibiayai sepenuhnya oleh kerajaan.
Menurut laporan Saudi Press Agency (SPA), para tamu akan datang secara bertahap dalam empat kelompok.
Gelombang pertama terdiri atas peserta dari Indonesia, Timor-Leste, Filipina, Malaysia, Kamboja, Thailand, Vietnam, Myanmar, Laos, Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Taiwan, dan Mongolia.
Selama berada di Madinah, para peserta mengunjungi Kompleks Percetakan Al-Qur'an Raja Fahd.
Di lokasi tersebut mereka memperoleh penjelasan mengenai proses pencetakan Al-Qur'an berstandar tinggi, penerjemahan ke berbagai bahasa, hingga distribusinya ke berbagai negara.
Mereka juga berziarah ke Gunung Uhud, Makam Syuhada Uhud, dan Masjid Quba. Dalam kunjungan itu, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai sejarah Perang Uhud sekaligus melaksanakan salat di Masjid Quba.
Para tamu menyampaikan rasa terima kasih kepada Raja Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman atas sambutan dan pelayanan yang mereka terima selama mengikuti program.
Mereka juga mengapresiasi penyelenggaraan program yang dinilai tertata dengan baik, termasuk layanan terpadu dari Kementerian Urusan Islam yang membantu memperkaya pengalaman spiritual selama berada di Tanah Suci.
Selain layanan logistik, program ini turut didukung Komite Syariah yang memberikan pendampingan keagamaan secara menyeluruh kepada para peserta.
Melalui pendampingan tersebut, para jemaah dibekali pemahaman mengenai tata cara pelaksanaan umrah dan ziarah sesuai syariat Islam.
Komite juga melayani konsultasi mengenai hukum-hukum syariah, menjelaskan tata cara dan rukun umrah, memberikan informasi mengenai tempat-tempat ziarah yang direkomendasikan, serta menyelenggarakan sesi bimbingan dan kajian keagamaan.
Seluruh layanan tersebut disampaikan oleh para dai dan penerjemah yang menguasai berbagai bahasa sehingga materi dapat dipahami dengan baik oleh peserta sesuai bahasa ibu masing-masing.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang