Editor
KOMPAS.com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Toraja Utara memastikan kesiapan mengikuti Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Seluruh persyaratan administrasi untuk menjadi peserta forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut telah diselesaikan.
PCNU Toraja Utara juga telah menyiapkan delegasi yang akan mewakili cabang dalam muktamar.
Baca juga: Pemkab Jombang Siap Dukung Penuh Muktamar NU ke-35 di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas
Selain memilih kepengurusan baru, forum tersebut akan membahas berbagai isu strategis organisasi, keagamaan, dan kebangsaan.
Ketua PCNU Toraja Utara, Ramli Djamal, mengatakan Konferensi Cabang (Konfercab) telah selesai dilaksanakan dan surat keputusan (SK) kepengurusan juga telah diterbitkan. Kedua hal tersebut menjadi syarat utama agar PCNU dapat mengikuti Muktamar NU ke-35.
Baca juga: Jelang Muktamar NU 2026, Gus Salam Safari ke 22 Wilayah untuk Serap Aspirasi
"Konfercab sudah selesai dan SK juga sudah turun. Itu menjadi syarat agar PCNU bisa mengikuti Muktamar NU," kata Ramli saat ditemui Tribun-Timur.com di Rantepao, Senin (13/7/2026).
Ramli menyebut PCNU Toraja Utara akan mengirim lima delegasi sesuai kuota yang telah ditetapkan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan muktamar.
Menurut Ramli, Muktamar NU ke-35 tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepengurusan baru, tetapi juga akan membahas sejumlah isu penting yang berkaitan dengan organisasi dan kehidupan kebangsaan.
Beberapa agenda yang akan menjadi pembahasan antara lain tata kelola dana haji serta upaya perlindungan dari kekerasan di lingkungan pesantren.
Terkait pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ramli mengaku secara pribadi menilai Menteri Agama RI, Prof Nasaruddin Umar, sebagai sosok yang layak memimpin organisasi tersebut.
Meski demikian, ia menegaskan sikap resmi PCNU Toraja Utara tetap menunggu arahan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan agar seluruh suara PCNU di wilayah tersebut tetap solid.
"Kalau PWNU memberikan kebebasan kepada masing-masing cabang untuk menentukan pilihan, kami cenderung mendukung Prof Nasaruddin Umar," ujarnya.
Menurut Ramli, penilaian tersebut didasarkan pada pengalaman Nasaruddin Umar di lingkungan NU serta rekam jejaknya selama mengemban jabatan di pemerintahan.
"Setelah mendengar langsung penyampaian visi dan misinya di Makassar, kami melihat Prof. Nasaruddin sudah sangat matang. Beliau berpengalaman di NU, pernah menduduki berbagai jabatan penting, dan kini dipercaya menjadi Menteri Agama," katanya.
Ia juga menilai momentum Muktamar NU ke-35 menjadi peluang bagi tokoh asal Sulawesi Selatan untuk memimpin PBNU.
Ramli berharap pelaksanaan Muktamar NU ke-35 berlangsung lancar dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu menjaga persatuan serta soliditas organisasi.
"Harapan kami sederhana, jangan ada lagi kisruh di internal NU. Siapa pun yang terpilih harus mampu menjaga persatuan warga Nahdliyin," katanya.
Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menetapkan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf sebagai Ketua Organizing Committee (OC) dan Mohammad Nuh sebagai Sekretaris Steering Committee (SC).
Forum Muktamar NU ke-35 akan memilih kepengurusan baru sekaligus membahas sejumlah agenda strategis organisasi.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul “Nahdlatul Ulama Toraja Utara Dukung Prof Nasaruddin Umar di Muktamar NU”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang