Editor
KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menyatakan komitmen penuh untuk mendukung penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Penetapan Jombang sebagai tuan rumah forum permusyawaratan tertinggi NU dinilai menjadi momentum penting bagi Kota Santri.
Selain memiliki nilai strategis bagi organisasi, pelaksanaan muktamar juga sarat makna sejarah karena Jombang merupakan salah satu pusat lahirnya para pendiri NU.
Baca juga: Jelang Muktamar NU 2026, Gus Salam Safari ke 22 Wilayah untuk Serap Aspirasi
Pemkab pun memastikan seluruh persiapan akan dilakukan bersama panitia dan instansi terkait demi menyukseskan agenda nasional tersebut.
Bupati Jombang Warsubi mengatakan, penetapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi Muktamar NU ke-35 merupakan kehormatan besar bagi masyarakat Jombang.
Baca juga: PCNU Bone Dukung Prof Nasaruddin Umar Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU di Muktamar NU 2026
Menurutnya, Kota Santri memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan lahir dan berkembangnya Nahdlatul Ulama sehingga penyelenggaraan muktamar di daerah tersebut memiliki makna yang sangat penting.
"Ini menjadi kebanggaan sekaligus kehormatan bagi Kabupaten Jombang," ucap Warsubi dalam keterangan yang diterima Tribunjatim.com, Selasa (14/7/2026).
"Kami menyambut penetapan tersebut dengan rasa syukur dan siap memberikan dukungan penuh demi kelancaran pelaksanaan Muktamar NU ke-35," lanjutnya.
Warsubi menjelaskan, Jombang merupakan tanah kelahiran sejumlah ulama besar yang berperan dalam sejarah berdirinya NU, di antaranya KH Hasyim Asy'ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri. Karena itu, penyelenggaraan Muktamar NU di Jombang dinilai memiliki nilai historis yang sangat kuat.
Menurut Warsubi, Muktamar NU bukan sekadar agenda lima tahunan organisasi, melainkan juga menjadi pengingat atas perjuangan para pendiri NU dalam membangun peradaban Islam yang moderat sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Jombang adalah rumah bagi para ulama dan pesantren. Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perjalanan sejarah besar Nahdlatul Ulama," katanya.
Untuk mendukung kelancaran Muktamar NU ke-35, Pemkab Jombang akan berkolaborasi dengan panitia pelaksana dan berbagai instansi terkait.
Dukungan tersebut akan difokuskan pada kesiapan infrastruktur, pelayanan publik, pengamanan, serta kenyamanan para peserta yang diperkirakan datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Warsubi memastikan seluruh perangkat daerah akan bersinergi menyambut kedatangan para kiai, ulama, pengurus NU, dan warga nahdliyin agar seluruh rangkaian muktamar dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
"Harapan kami, forum tertinggi organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis yang membawa manfaat bagi umat sekaligus memperkuat peran NU dalam menjaga persatuan dan kehidupan berbangsa," pungkasnya.
Penetapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi Muktamar NU ke-35 semakin menegaskan posisi Jombang sebagai salah satu pusat pendidikan Islam dan pesantren di Indonesia.
Selain memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Nahdlatul Ulama, Jombang juga dikenal sebagai daerah yang menaungi sejumlah pondok pesantren besar.
Keberadaan pesantren-pesantren tersebut telah memberikan kontribusi penting dalam bidang pendidikan, dakwah, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul “Bupati Jombang Pastikan Dukungan Penuh untuk Sukseskan Muktamar NU ke-35 di Bahrul Ulum Tambakberas”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang