Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Istiqlal Global Fund-ISMI Siapkan Masjid Jadi Pusat Bisnis dan Filantropi

Kompas.com, 15 Juli 2026, 14:40 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Istiqlal Global Fund (IGF) bersama Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) DKI Jakarta menggagas model baru pengembangan ekonomi umat dengan menjadikan masjid sebagai pusat kolaborasi bisnis, filantropi, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.

Kolaborasi tersebut bertujuan membangun ekosistem ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan sosial, tetapi juga mampu menghubungkan pelaku usaha, investor, komunitas, dan lembaga filantropi secara berkelanjutan.

Direktur Utama Istiqlal Global Fund, Ahsanul Haq, mengatakan kesamaan visi antara IGF dan ISMI menjadi modal penting untuk menghadirkan berbagai program pemberdayaan ekonomi umat.

"Kesamaan visi antara Istiqlal Global Fund dan ISMI dalam mengembangkan bisnis yang berdampak sosial menjadi dasar kuat untuk menghadirkan berbagai program bersama," ujar Ahsanul dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, penguatan ekonomi umat ke depan membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif dibanding sekadar aktivitas bisnis.

"Yang ingin kita bangun bukan sekadar program, tetapi sebuah ekosistem. Ada hubungan antara bisnis dan filantropi, antara dunia usaha dan masyarakat, sehingga ekonomi umat dapat tumbuh secara bersama-sama," katanya.

Baca juga: Kunjungi Istiqlal, Australia Belajar Dialog Lintas Agama di Indonesia

Masjid Jadi Pusat Kolaborasi Ekonomi

Ahsanul menjelaskan, IGF memandang masjid memiliki peran strategis sebagai pusat peradaban yang mampu menghubungkan berbagai elemen masyarakat.

Selain sebagai tempat ibadah, masjid dinilai dapat menjadi ruang bertemunya pelaku usaha, komunitas, lembaga filantropi, investor, hingga masyarakat dalam membangun ekonomi yang memberikan dampak sosial.

"Masjid memiliki potensi besar sebagai pusat peradaban. Tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang hubungan dan kolaborasi antara pelaku usaha, komunitas, lembaga filantropi, investor, serta masyarakat dalam membangun ekonomi yang memberikan dampak sosial," ujar Ahsanul.

Konsep tersebut diharapkan melahirkan wajah baru pengelolaan potensi umat dengan menjadikan masjid sebagai pusat inovasi, pemberdayaan, dan solusi sosial.

Gandeng Pemprov DKI Jakarta

Untuk memperkuat ekosistem tersebut, Istiqlal Global Fund juga telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kerja sama itu menjadi langkah strategis dalam mengembangkan Masjid Istiqlal sebagai pusat peradaban yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi ekonomi, lingkungan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu program yang tengah dikembangkan adalah Istiqlal EV Community, komunitas pengguna kendaraan listrik yang diharapkan menjadi wadah kolaborasi masyarakat dalam mendukung transisi menuju energi bersih.

Sebagai bagian dari program tersebut, IGF juga mendorong pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Masjid Istiqlal.

Selain itu, kolaborasi dengan Pemprov DKI juga mencakup upaya revitalisasi kawasan Sungai Ciliwung yang melintasi kompleks Masjid Istiqlal agar menjadi ruang publik sekaligus destinasi wisata edukasi lingkungan.

Dorong Inovasi Wakaf Energi

Tidak hanya fokus pada sektor ekonomi, Istiqlal Global Fund juga memperkenalkan konsep wakaf energi sebagai inovasi filantropi Islam.

Melalui program ini, dana wakaf diarahkan untuk mendukung pembangunan panel surya yang dapat memasok kebutuhan listrik Masjid Istiqlal dan musala di sekitarnya.

Menurut Ahsanul, konsep wakaf perlu terus dikembangkan agar tidak hanya terbatas pada tanah atau bangunan, tetapi juga menjadi aset produktif yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

"Wakaf memiliki potensi besar untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Dengan inovasi dan tata kelola yang profesional, wakaf dapat menjadi sumber kebermanfaatan jangka panjang," ujarnya.

Menuju Peradaban Ekonomi Berkelanjutan

IGF meyakini masjid sejak masa awal Islam tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, aktivitas sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Masjid Istiqlal Resmikan NL Corner, Jadi Ruang Literasi Hubungan Indonesia dan Belanda

Melalui kolaborasi dengan ISMI DKI Jakarta, model tersebut ingin dihidupkan kembali dalam konteks modern dengan memadukan bisnis, filantropi, teknologi, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan demikian, masjid diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas keagamaan, tetapi juga motor penggerak lahirnya ekosistem ekonomi umat yang inklusif, profesional, dan berkelanjutan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar