Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Tukang Sepatu Gagal Haji Namun Mendapat Predikat Haji Mabrur

Kompas.com, 7 Desember 2025, 08:23 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Seorang tukang sepatu bernama Ali bin Muwaffaq dari Damaskus mempunyai kisah yang luar biasa. Kisah ini diceritakan oleh Abdullah bin Mubarak, seorang Tabi'ut Tabi'in asal Khurasan, Iran.

Untuk lebih memahami kisah tukang sol sepatu tersebut, berikut penuturannya seperti dikutip dari buku Tadzkiratul Auliya' karya Fariduddin Attar.

Baca juga: Kisah Sumur Raumah: Sedekah Abadi Utsman Bin Affan Hingga Saat Ini

Berawal dari Mimpi Abdullah bin Mubarak

Ketika selesai menunaikan ibadah haji, Abdullah bin Mubarak tinggal di Mekkah. Suatu malam, ia bermimpi melihat dua orang malaikat turun dari langit. Mereka berdialog tentang kondisi haji yang baru saja selesai ditunaikan.

Malaikat itu menyatakan bahwa ada sekitar 600.000 orang yang berhaji, tapi tak ada satupun yang hajinya benar-benar mabrur. Mendengar hal tersebut, Abdullah bin Mubarak terkejut. Orang yang sudah bersusah payah datang dari berbagai pelosok, ternyata amalan hajinya tidak sempurna.

Namun malaikat itu kemudian melanjutkan bahwa ada seorang tukang sepatu di Damaskus bernama Ali bin Muwaffaq. Ia tidak berangkat haji, namun ia mendapatkan pahala haji mabrur dan diampuni semua dosa-dosanya.

Baca juga: Kisah Uwais Al Qarni: Memperoleh Derajat Tinggi karena Berbakti pada Ibu

Ali bin Muwaffaq si Tukang Sepatu

Abdullah bin Mubarak pun segera terbangun dari tidurnya. Ia kemudian bertekad pergi ke Damaskus untuk menemui orang yang disebut dalam mimpinya.

Setelah mengadakan perjalanan beberapa waktu, akhirnya ia berhasil sampai di Damaskus. Abdullah bin Mubarak segera memulai misinya. Ia bertanya ke orang-orang mengenai Ali bin Muwaffaq.

Sekian waktu ia menanyakan keberadaan Ali bin Muwaffaq, akhirnya ia berhasil mendapat petunjuk yang jelas. Tak lama kemudian, ia bertemu dengan tukang sepatu tersebut. Abdullah bin Mubarak pun menceritakan mimpinya.

Amalan Ali bin Muwaffaq

Ali bin Muwaffaq terkejut mendengar hal tersebut. Ia lantas menceritakan apa yang terjadi. Ia adalah seorang tukang sepatu. Sehari-hari ia membuat sepatu untuk dijual, terkadang juga mereparasi sepatu yang rusak.

Baca juga: Sirah Nabawiyah: Kisah Hidup Nabi Muhammad SAW dari Lahir hingga Wafat

Ia sudah melakukan pekerjaannya selama 30 tahun. Dari hasil kerjanya, ia sisihkan sebagian. Ali Bin Muwaffaq mempunyai cita-cita untuk bisa menunaikan haji. Setelah 30 tahun menekuni pekerjaannya, akhirnya terkumpul uang yang cukup untuk berangkat haji.

Namun suatu hari, istrinya yang sedang hamil mencium bau masakan dari tetangganya. Sang istri ingin mencicipi masakan tersebut. Ali bin Muwaffaq pergi menemui tetangganya dan mengutarakan maksud kedatangannya.

Tetangga yang memasak itu adalah seorang janda dengan beberapa anaknya. Ia mengatakan bahwa masakan tersebut haram untuk Ali bin Muwaffaq dan istrinya, tetapi tidak dengan ia dan anak-anaknya.

Janda tersebut menceritakan bahwa ia sudah beberapa hari tidak makan. Saat sedang berjalan, ia menemukan bangkai keledai dan mengambil beberapa potong dagingnya. Ia kemudian memasak untuk memberi makan anak-anaknya. Ia terpaksa melakukannya karena tidak ada lagi yang bisa dimakan.

Baca juga: Kisah Barshisha: Ahli Ibadah yang Masuk Neraka

Mendengar hal tersebut, Ali bin Muwaffaq terkejut dan turut merasakan kesedihan mendalam. Akhirnya ia merelakan tabungan hajinya untuk memenuhi kebutuhan janda dan anak-anaknya tersebut. Ia merelakan tidak jadi berangkat haji demi menolong tetangganya.

Atas amalannya tersebut, Ali Muwaffaq mendapat pahala haji mabrur meskipun tidak jadi menunaikan ibadah haji. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Tanpa Disadari, 10 Tanda-Tanda Kiamat Kecil Ini Sudah Terjadi
Tanpa Disadari, 10 Tanda-Tanda Kiamat Kecil Ini Sudah Terjadi
Doa dan Niat
Kenapa Nisfu Syaban Istimewa? Ulama Sebut Hari Raya Malaikat
Kenapa Nisfu Syaban Istimewa? Ulama Sebut Hari Raya Malaikat
Doa dan Niat
11 Waktu Mustajab Untuk Berdoa: Saat Doa yang Dilangitkan Mudah Dikabulkan
11 Waktu Mustajab Untuk Berdoa: Saat Doa yang Dilangitkan Mudah Dikabulkan
Doa dan Niat
Bukan Cuma Sya’ban, Ini Waktu-waktu Amal Dilaporkan ke Allah
Bukan Cuma Sya’ban, Ini Waktu-waktu Amal Dilaporkan ke Allah
Doa dan Niat
Setan Dibelenggu Saat Ramadhan, Kok Dosa Masih Banyak?
Setan Dibelenggu Saat Ramadhan, Kok Dosa Masih Banyak?
Aktual
Puasa Qadha Ramadhan: Panduan Niat Ganti Puasa dan Dasar Hukumnya Menurut Ulama
Puasa Qadha Ramadhan: Panduan Niat Ganti Puasa dan Dasar Hukumnya Menurut Ulama
Doa dan Niat
Amalan Utama di Bulan Ramadhan Beserta Dalilnya
Amalan Utama di Bulan Ramadhan Beserta Dalilnya
Doa dan Niat
Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Perkiraan Awal Ramadhan Menurut Hisab dan Rukyat
Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Perkiraan Awal Ramadhan Menurut Hisab dan Rukyat
Aktual
Niat Puasa Ramadhan: Wajib Setiap Malam atau Cukup Sekali? Ini Penjelasan Ulama
Niat Puasa Ramadhan: Wajib Setiap Malam atau Cukup Sekali? Ini Penjelasan Ulama
Doa dan Niat
Puasa Syaban dan Rajab: Bacaan Niat, Keutamaannya, serta Bolehkah Digabung dengan Qadha Ramadhan?
Puasa Syaban dan Rajab: Bacaan Niat, Keutamaannya, serta Bolehkah Digabung dengan Qadha Ramadhan?
Doa dan Niat
Berapa Kali Rasulullah Puasa Ramadhan? Ini Jawaban Sejarah Islam
Berapa Kali Rasulullah Puasa Ramadhan? Ini Jawaban Sejarah Islam
Aktual
Muhaimin Dorong Sarjana NU Perkuat Transformasi Pesantren
Muhaimin Dorong Sarjana NU Perkuat Transformasi Pesantren
Aktual
Amalan Hari Jumat untuk Muslimah, Raih Berkah dan Pahala Besar
Amalan Hari Jumat untuk Muslimah, Raih Berkah dan Pahala Besar
Aktual
Puasa Qadha Ramadhan: Niat, Waktu Pelaksanaan, dan Bolehkah Digabung dengan Puasa Sunnah?
Puasa Qadha Ramadhan: Niat, Waktu Pelaksanaan, dan Bolehkah Digabung dengan Puasa Sunnah?
Doa dan Niat
Jemaah Haji Dilarang Jalan Kaki dari Muzdalifah ke Mina
Jemaah Haji Dilarang Jalan Kaki dari Muzdalifah ke Mina
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com