Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Ketika Mendengar Ayam Berkokok di Malam Hari Lengkap dengan Artinya

Kompas.com, 6 Desember 2025, 20:01 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Ayam berkokok di malam hari bermakna negatif dalam masyarakat Jawa. Ayam berkokok di malam hari sering diartikan ada perawan yang hamil di luar nikah. Namun dalam Islam, ayam berkokok di malam hari mempunyai makna positif.

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab Fathul Baari' menjelaskan tentang keistimewaan ayam jantan. Ayam jantan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki binatang lain, yaitu mengetahui perubahan waktu di malam hari.

Baca juga: Doa Memohon Kesucian Jiwa: Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahannya

Dia berkokok di waktu yang tepat dan tidak pernah ketinggalan. Dia berkokok sebelum subuh dan sesudah subuh, hampir tidak pernah meleset. Baik malamnya panjang atau pendek. Karena itulah, sebagian syafiiyah memfatwakan untuk mengacu kepada ayam jantan yang sudah terbukti, dalam menentukan waktu.

Hadits tentang Ayam Berkokok

Perihal ayam berkokok ternyata sudah disampaikan Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya.

إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا

Artinya: “Apabila kalian mendengar ayam berkokok, mintalah karunia Allah (berdoalah), karena dia melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan keledai, mintalah perlindungan kepada Allah dari setan, karena dia melihat setan.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Doa Pagi Hari agar Rezeki Lancar dan Hati Tenang, Yuk Amalkan!

Sementara dalam hadits lain disampaikan:

إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ مِنَ اللَّيْلِ، فَإِنَّمَا رَأَتْ مَلَكًا، فَسَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ

Artinya: "Apabila kalian mendengar ayam berkokok di malam hari, sesungguhnya dia melihat Malaikat. Karena itu, mintalah kepada Allah karunia-Nya." (H.R. Ahmad).

Makna Ayam Berkokok

Berdasakan kedua hadits di atas, makna ayam berkokok adalah ia sedang melihat malaikat yang turun ke dunia. Maka ketika hal tersebut terjadi, Nabi Muhammad SAW memerintahkan untuk berdoa.

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari' menjelasakan bahwa berdoa ketika ayam berkokok itu dianjurkan agar doanya diaminkan malaikat. Selain itu, berdoa ketika ayam berkokok dimaksudkan agar malaikat memohonkan ampun dan menjadi saksi kebaikan di akhirat kelak.

Baca juga: 7 Doa Meminta Jodoh agar Mendapat Pasangan Terbaik Lengkap dengan Artinya

Selain melihat malaikat, ayam berkokok di waktu pagi sebagai pertanda pagi telah menjelang dan sebagai pertanda waktu shalat Subuh tiba. Hal ini disampaikan Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya:

كلا، إنَّه يدعوا إلى الصلاة

Artinya: "...sekali-kali jangan, sesungguhnya ayam jantan membangunkan seseorang untuk mengerjakan shalat." (H.R. Al Bazzar).

Doa Ketika Mendengar Ayam Berkokok

Berikut ini doa ketika mendengar ayam berkokok. Doa ini terdapat dalam kitab Maslakul Akhyar karya Utsman bin Yahya.

Baca juga: Doa Nabi Ayub: Bacaan Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahannya

Arab:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Latin:

Laa ilaha illallaah. Allaahumma innii as-aluka min fadhlika.

Artinya:

Tiada tuhan yang disembah selain Allah. Hai Tuhanku, aku meminta kepada-Mu sebagian dari kemurahan-Mu.

Itulah anjuran Rasulullah SAW untuk berdoa ketika mendengar ayam berkokok di malam hari. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com