KOMPAS.com – Bulan Ramadhan selalu menghadirkan ritme baru dalam kehidupan, termasuk bagi anak kos yang jauh dari rumah.
Alarm berbunyi dini hari, mata masih berat, sementara dapur seadanya menunggu untuk “diajak kompromi”.
Di tengah keterbatasan alat masak, waktu, dan anggaran, sahur kerap terasa sebagai tantangan.
Padahal, sahur memegang peran penting dalam menjaga stamina selama berpuasa. Dalam sejumlah literatur gizi, sahur dianjurkan mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cairan yang cukup agar energi bertahan lebih lama sepanjang hari.
Baca juga: Ide Menu Sahur Pertama Ramadhan: Praktis, Bergizi, dan Tahan Lapar
Lalu, bagaimana jika tidak sempat memasak? Kabar baiknya, sahur tidak selalu identik dengan menu rumit.
Dengan pilihan bahan yang tepat, anak kos tetap bisa menyiapkan hidangan praktis, bergizi, dan mengenyangkan tanpa ribet.
Berikut ide menu sahur tanpa masak yang bisa menjadi penyelamat selama Ramadhan dirangkum dari berbagai sumber.
Dalam buku Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi karya Prof. Dr. Hardinsyah, dijelaskan bahwa tubuh memerlukan kombinasi karbohidrat sebagai sumber energi utama, protein untuk mempertahankan massa otot, serta serat untuk menjaga kestabilan gula darah dan rasa kenyang lebih lama. Prinsip ini relevan diterapkan saat sahur.
Sementara itu, dalam Pedoman Gizi Seimbang terbitan Kementerian Kesehatan RI, disebutkan bahwa pola makan saat puasa sebaiknya tetap memperhatikan keberagaman pangan dan kecukupan cairan agar tubuh tidak mudah lemas.
Artinya, meski tanpa kompor, sahur tetap bisa disusun dengan komposisi yang tepat.
Baca juga: Menu Diet Ramadhan: Rekomendasi Berbuka dan Sahur Sehat
Ilustrasi abon ikan.Cukup siapkan nasi hangat baik dari rice cooker kecil atau nasi yang sudah ditanak sebelumnya, lalu taburkan abon di atasnya. Rasanya gurih, penyajiannya cepat, dan tetap memberi asupan protein hewani.
Untuk variasi, abon juga bisa dipadukan dengan roti tawar sebagai menu sahur alternatif saat nasi habis.
Makan camilan tengah malam tanpa menambah berat badan.Menu ini hanya membutuhkan mangkuk dan sendok. Tanpa kompor, tanpa repot. Pilih sereal rendah gula agar energi lebih stabil dan tidak cepat turun di siang hari.
Sumber gandum utuh melepaskan energinya secara perlahan ke dalam aliran darah, membuat kita tetap waspada secara mental sepanjang hari. Itulah mengapa sumber gandum utuh dapat dikatakan sebagai salah satu makanan penambah daya ingat.Dalam buku Gizi dalam Daur Kehidupan karya Hardinsyah dan Supariasa, dijelaskan bahwa kombinasi karbohidrat dan protein pada waktu makan membantu memperlambat rasa lapar. Roti gandum dan selai kacang adalah contoh sederhana penerapan prinsip tersebut.
Menu ini mudah disimpan dan tidak memerlukan persiapan khusus, cocok bagi anak kos dengan mobilitas tinggi.
Baca juga: Ide Menu Sahur Pertama Ramadhan: Praktis, Bergizi, dan Tahan Lapar
Ilustrasi oatmeal. Ahli gizi mengungkapkan bahwa tidak semua karbo perlu dihindari saat diet, bahkan ada jenis yang justru membantu menurunkan berat badan.Kandungan beta-glukan dalam oat dikenal mampu membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.
Tambahkan irisan pisang, madu, atau kismis agar cita rasa lebih variatif sekaligus menambah asupan vitamin dan mineral.
Menu ini sering direkomendasikan karena kandungan seratnya membantu menjaga kestabilan energi selama puasa.
Ilustrasi kering kentang mustofa. Rasanya gurih dan praktis. Cukup ambil secukupnya, sajikan bersama nasi hangat. Solusi ini sangat membantu ketika waktu sahur mepet.
Ilustrasi cumi saus padang.Produk ini umumnya sudah matang dan hanya perlu dipanaskan, bahkan ada yang bisa langsung dikonsumsi.
Meski praktis, tetap perhatikan kandungan garam dan lemak pada label kemasan. Kombinasikan dengan nasi atau roti gandum agar lebih seimbang.
Baca juga: 7 Ide Menu Sahur Paling Nikmat dan Bergizi untuk 7 Hari ke Depan, Biar Puasa Tahan Lama!
Ilustrasi telur rebus. Telur rebus bermanfaat bagi kesehatanDipadukan dengan roti atau nasi, telur membantu memenuhi kebutuhan protein tanpa harus memasak di pagi buta.
Sahur bukan sekadar formalitas sebelum puasa. Ia menjadi fondasi energi seharian. Dalam perspektif kesehatan, pola makan sederhana namun seimbang lebih penting daripada menu mewah tetapi minim nutrisi.
Bagi anak kos, kunci utamanya ada pada perencanaan. Siapkan stok bahan tahan lama, pilih menu tinggi serat dan protein, serta jangan lupa minum air yang cukup.
Ramadhan tidak seharusnya menjadi alasan untuk melewatkan sahur. Dengan strategi yang tepat, keterbatasan dapur bukan lagi hambatan.
Karena pada akhirnya, sahur bukan soal rumit atau tidaknya memasak, melainkan tentang menjaga amanah tubuh agar tetap kuat menjalani ibadah hingga waktu berbuka tiba.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang