KOMPAS.com – Lebaran tidak hanya identik dengan gema takbir dan tradisi saling memaafkan, tetapi juga suguhan kue kering yang tersusun rapi di meja tamu.
Berbagai toples berisi aneka kudapan seakan menjadi simbol keramahan tuan rumah dalam menyambut keluarga dan sahabat yang datang bersilaturahmi.
Menariknya, sejumlah kue kering selalu hadir hampir di setiap rumah, seolah menjadi “ikon” Idul Fitri dari tahun ke tahun.
Berikut beberapa rekomendasi kue Lebaran dari berbagai sumber populer lengkap dengan karakter rasa dan tips agar hasilnya maksimal.
Dalam tradisi masyarakat Indonesia, sajian manis memiliki makna simbolik sebagai bentuk kebahagiaan dan rasa syukur.
Menurut sejumlah catatan kuliner Nusantara, tradisi menyajikan kue kering saat hari raya mulai berkembang sejak era kolonial ketika teknik memanggang ala Eropa diperkenalkan dan kemudian beradaptasi dengan bahan lokal seperti santan, sagu, dan kacang tanah.
Kue kering dipilih karena lebih tahan lama dibanding kue basah, sehingga bisa disiapkan beberapa hari sebelum Lebaran.
Selain itu, teksturnya yang renyah dan rasanya yang ringan cocok dinikmati sambil berbincang santai.
Nastar memiliki banyak varian, salah satunya nastar keju.Kini variasinya semakin beragam. Selain nanas, ada yang menggunakan selai stroberi, cokelat, hingga kurma.
Agar nastar tidak retak dan tetap lembut, perhatikan komposisi mentega dan margarin. Penggunaan mentega murni memberi aroma lebih harum dan tekstur lebih lembut.
Baca juga: Ide Parcel Lebaran 2026 yang Cantik, Bermakna, dan Ramah Budget
Ilustrasi putri salju cokelat yang bisa kamu buat dengan mudah hanya 5 langkah saja. Rahasia tekstur lembutnya terletak pada perbandingan tepung dan kacang mete atau almond yang digunakan dalam adonan.
Saat masih hangat, kue sebaiknya langsung digulingkan ke gula halus agar lapisannya menempel sempurna.
Kue Kastangel, produk jualan eks pegawai KPK Tata Khoiriyah. Parutan keju tidak hanya dicampur dalam adonan, tetapi juga ditaburkan di atasnya sebelum dipanggang.
Keju edam atau cheddar tua sering dipilih karena aromanya kuat. Agar teksturnya renyah, pastikan adonan tidak terlalu lama diuleni agar tidak keras saat matang.
ilustrasi kue sagu keju.Menurut beberapa praktisi kuliner, menyangrai sagu membantu mengurangi kadar air sehingga kue lebih kokoh dan tidak mudah hancur. Tambahan daun pandan juga memberikan aroma khas yang menggoda.
Baca juga: Rekomendasi Parcel Lebaran 2026: Ide Parcel Kekinian, Sederhana, dan Berkesan
Ilustrasi kue lidah kucingKue ini kerap dikreasikan dengan celupan cokelat atau taburan keju agar tampil lebih menarik. Untuk hasil yang tipis dan merata, gunakan cetakan khusus dan panggang dengan suhu stabil.
Kue semprit keju, salah satu ide kue kering Lebaran 2025.Karena tidak menggunakan keju, semprit memiliki rasa yang lebih ringan. Beberapa daerah mengenalnya sebagai kue Tegal.
Tekstur lumer diperoleh dari penggunaan tepung maizena atau campuran tepung rendah protein.
Kue lebaran thumbprint strawberryKue ini semakin populer karena proses pembuatannya relatif mudah. Adonan cukup dibentuk bulat, lalu bagian tengahnya ditekan dan diisi selai stroberi.
Selain stroberi, selai blueberry atau aprikot juga bisa menjadi alternatif. Teksturnya renyah dengan sentuhan manis segar di bagian tengah.
Baca juga: “Gamis Bini Orang” Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Seperti Apa Bentuknya?
Kue lebaran dahliaDisebut kue dahlia karena bentuknya menyerupai bunga. Teksturnya renyah di luar dan sedikit empuk saat digigit.
Bagian tengahnya bisa dihias dengan sukade, kismis, atau choco chip. Kue ini sering mengingatkan pada suasana Lebaran tempo dulu.
Ilustrasi kue kacang tanpa oven untuk kue kering lebaran yang mudah dibuat.Beberapa resep menggunakan minyak kacang untuk memperkuat aroma. Teksturnya renyah namun mudah hancur di mulut.
Ilustrasi kue akar kelapa khas Betawi.Akar kelapa biasanya digoreng, bukan dipanggang, sehingga memiliki karakter berbeda dari kue kering lainnya. Cocok dinikmati bersama teh hangat atau kopi saat berbincang santai.
Agar sajian Lebaran tetap berkualitas, perhatikan beberapa hal berikut:
Selain itu, sesuaikan jumlah dengan kebutuhan agar tidak berlebihan. Kue kering memang menjadi pelengkap kebahagiaan, namun kebersamaan dan silaturahmi tetap menjadi inti perayaan.
Kue Lebaran bukan sekadar camilan. Ia menyimpan kenangan masa kecil, aroma dapur keluarga, hingga cerita panjang tentang kebersamaan.
Dari nastar yang manis hingga kastengel yang gurih, setiap kue menghadirkan cita rasa yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama, menyambut tamu dengan hangat dan penuh sukacita.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang