Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Kue Lebaran Paling Populer, Ikon Wajib di Meja Tamu

Kompas.com, 10 Februari 2026, 14:07 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Lebaran tidak hanya identik dengan gema takbir dan tradisi saling memaafkan, tetapi juga suguhan kue kering yang tersusun rapi di meja tamu.

Berbagai toples berisi aneka kudapan seakan menjadi simbol keramahan tuan rumah dalam menyambut keluarga dan sahabat yang datang bersilaturahmi.

Menariknya, sejumlah kue kering selalu hadir hampir di setiap rumah, seolah menjadi “ikon” Idul Fitri dari tahun ke tahun.

Berikut beberapa rekomendasi kue Lebaran dari berbagai sumber populer lengkap dengan karakter rasa dan tips agar hasilnya maksimal.

Tradisi Kue Kering dalam Budaya Lebaran

Dalam tradisi masyarakat Indonesia, sajian manis memiliki makna simbolik sebagai bentuk kebahagiaan dan rasa syukur.

Menurut sejumlah catatan kuliner Nusantara, tradisi menyajikan kue kering saat hari raya mulai berkembang sejak era kolonial ketika teknik memanggang ala Eropa diperkenalkan dan kemudian beradaptasi dengan bahan lokal seperti santan, sagu, dan kacang tanah.

Kue kering dipilih karena lebih tahan lama dibanding kue basah, sehingga bisa disiapkan beberapa hari sebelum Lebaran.

Selain itu, teksturnya yang renyah dan rasanya yang ringan cocok dinikmati sambil berbincang santai.

1. Nastar: Si Ikon Lebaran

Nastar memiliki banyak varian, salah satunya nastar keju.canva.com Nastar memiliki banyak varian, salah satunya nastar keju.
Sulit membayangkan meja Lebaran tanpa nastar. Kue berbentuk bulat mungil dengan olesan kuning telur mengilap ini dikenal berkat isian selai nanasnya yang legit dan sedikit asam.

Kini variasinya semakin beragam. Selain nanas, ada yang menggunakan selai stroberi, cokelat, hingga kurma.

Agar nastar tidak retak dan tetap lembut, perhatikan komposisi mentega dan margarin. Penggunaan mentega murni memberi aroma lebih harum dan tekstur lebih lembut.

Baca juga: Ide Parcel Lebaran 2026 yang Cantik, Bermakna, dan Ramah Budget

2. Putri Salju: Lumer di Balik Gula Halus

Ilustrasi putri salju cokelat yang bisa kamu buat dengan mudah hanya 5 langkah saja. DOK.SHUTTERSTOCK/Aris Setya Ilustrasi putri salju cokelat yang bisa kamu buat dengan mudah hanya 5 langkah saja.
Putri salju mudah dikenali dari taburan gula bubuk tebal yang menyelimuti permukaannya. Umumnya berbentuk bulan sabit dan memiliki tekstur padat yang langsung lumer saat digigit.

Rahasia tekstur lembutnya terletak pada perbandingan tepung dan kacang mete atau almond yang digunakan dalam adonan.

Saat masih hangat, kue sebaiknya langsung digulingkan ke gula halus agar lapisannya menempel sempurna.

3. Kastengel: Gurih Keju yang Menggoda

Kue Kastangel, produk jualan eks pegawai KPK Tata Khoiriyah. DOK. Instagram @cakeclub.co.id Kue Kastangel, produk jualan eks pegawai KPK Tata Khoiriyah.
Jika sebagian besar kue Lebaran bercita rasa manis, kastengel hadir sebagai penyeimbang dengan rasa gurih asin.

Parutan keju tidak hanya dicampur dalam adonan, tetapi juga ditaburkan di atasnya sebelum dipanggang.

Keju edam atau cheddar tua sering dipilih karena aromanya kuat. Agar teksturnya renyah, pastikan adonan tidak terlalu lama diuleni agar tidak keras saat matang.

4. Sagu Keju: Renyah Sekaligus Lumer

ilustrasi kue sagu keju.SHUTTERSTOCK/Ika Rahma H ilustrasi kue sagu keju.
Kue berbahan dasar tepung sagu ini dikenal ringan dan langsung meleleh di mulut. Kombinasi sagu yang disangrai terlebih dahulu dan keju parut menghasilkan tekstur unik yang berbeda dari kue lainnya.

Menurut beberapa praktisi kuliner, menyangrai sagu membantu mengurangi kadar air sehingga kue lebih kokoh dan tidak mudah hancur. Tambahan daun pandan juga memberikan aroma khas yang menggoda.

Baca juga: Rekomendasi Parcel Lebaran 2026: Ide Parcel Kekinian, Sederhana, dan Berkesan

5. Lidah Kucing: Tipis dan Elegan

Ilustrasi kue lidah kucingShutterstock Ilustrasi kue lidah kucing
Bentuknya memanjang dan tipis, menyerupai lidah kucing. Teksturnya ringan, renyah, dan memiliki aroma mentega yang kuat.

Kue ini kerap dikreasikan dengan celupan cokelat atau taburan keju agar tampil lebih menarik. Untuk hasil yang tipis dan merata, gunakan cetakan khusus dan panggang dengan suhu stabil.

6. Semprit: Klasik dan Mudah Dibuat

Kue semprit keju, salah satu ide kue kering Lebaran 2025.Dok. Sajian Sedap Kue semprit keju, salah satu ide kue kering Lebaran 2025.
Kue semprit memiliki bentuk bunga hasil cetakan spuit. Rasanya manis lembut dengan sentuhan santan yang khas.

Karena tidak menggunakan keju, semprit memiliki rasa yang lebih ringan. Beberapa daerah mengenalnya sebagai kue Tegal.

Tekstur lumer diperoleh dari penggunaan tepung maizena atau campuran tepung rendah protein.

7. Thumbprint Strawberry: Praktis dan Modern

Kue lebaran thumbprint strawberry Kue lebaran thumbprint strawberry

Kue ini semakin populer karena proses pembuatannya relatif mudah. Adonan cukup dibentuk bulat, lalu bagian tengahnya ditekan dan diisi selai stroberi.

Selain stroberi, selai blueberry atau aprikot juga bisa menjadi alternatif. Teksturnya renyah dengan sentuhan manis segar di bagian tengah.

Baca juga: “Gamis Bini Orang” Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Seperti Apa Bentuknya?

8. Kue Dahlia: Nostalgia Jadul

Kue lebaran dahlia Kue lebaran dahlia

Disebut kue dahlia karena bentuknya menyerupai bunga. Teksturnya renyah di luar dan sedikit empuk saat digigit.

Bagian tengahnya bisa dihias dengan sukade, kismis, atau choco chip. Kue ini sering mengingatkan pada suasana Lebaran tempo dulu.

9. Kue Kacang: Aroma Tradisional yang Kuat

Ilustrasi kue kacang tanpa oven untuk kue kering lebaran yang mudah dibuat.DOK.SHUTTERSTOCK/Maharani afifah Ilustrasi kue kacang tanpa oven untuk kue kering lebaran yang mudah dibuat.
Terbuat dari kacang tanah atau kacang mete yang dihaluskan, kue kacang memiliki aroma khas dan rasa manis gurih.

Beberapa resep menggunakan minyak kacang untuk memperkuat aroma. Teksturnya renyah namun mudah hancur di mulut.

10. Akar Kelapa: Cita Rasa Betawi

Ilustrasi kue akar kelapa khas Betawi.DOK.SHUTTERSTOCK/RIANA AMBARSARI Ilustrasi kue akar kelapa khas Betawi.
Kue tradisional Betawi ini berbentuk memanjang dan berpilin seperti akar. Rasanya manis gurih dengan tekstur renyah.

Akar kelapa biasanya digoreng, bukan dipanggang, sehingga memiliki karakter berbeda dari kue kering lainnya. Cocok dinikmati bersama teh hangat atau kopi saat berbincang santai.

Tips Memilih dan Menyajikan Kue Lebaran

Agar sajian Lebaran tetap berkualitas, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Simpan kue dalam wadah kedap udara agar tetap renyah.
  • Hindari mencampur kue dengan aroma kuat dalam satu stoples.
  • Pilih bahan berkualitas seperti mentega asli dan keju premium untuk rasa lebih maksimal.
  • Buat variasi rasa agar tamu memiliki banyak pilihan.

Selain itu, sesuaikan jumlah dengan kebutuhan agar tidak berlebihan. Kue kering memang menjadi pelengkap kebahagiaan, namun kebersamaan dan silaturahmi tetap menjadi inti perayaan.

Lebaran dan Rasa yang Mengikat Kenangan

Kue Lebaran bukan sekadar camilan. Ia menyimpan kenangan masa kecil, aroma dapur keluarga, hingga cerita panjang tentang kebersamaan.

Dari nastar yang manis hingga kastengel yang gurih, setiap kue menghadirkan cita rasa yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama, menyambut tamu dengan hangat dan penuh sukacita. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com