Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Nabi Saat Hidup Terasa Sangat Berat

Kompas.com, 17 Januari 2026, 19:30 WIB
Add on Google
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Dalam kehidupan, setiap manusia pasti pernah menghadapi masalah berat. Ujian tersebut terkadang terasa begitu sulit hingga seakan tidak ada jalan keluar. Pada saat seperti inilah, Islam mengajarkan satu solusi paling utama, yaitu berdoa kepada Allah SWT.

Berdoa adalah bentuk ketundukan, penghambaan, dan penyerahan diri seorang hamba kepada Rabb-nya. Melalui doa, seorang mukmin mengakui keterbatasannya dan menggantungkan sepenuhnya pertolongan hanya kepada Allah SWT. Kesungguhan dalam berdoa inilah yang akan mendatangkan pertolongan dan kemudahan dari-Nya.

Rasulullah SAW sendiri telah mencontohkan berbagai doa yang dibaca ketika menghadapi masalah berat, kesempitan hidup, dan ujian yang menekan hati. Berikut ini adalah beberapa doa meminta pertolongan dan dimudahkan urusan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Doa Agar Hidup Berkah dan Beruntung dalam Segala Urusan

Doa-doa Nabi Saat Hidup Terasa Sangat Berat

1. Doa Meminta Pertolongan dan Dimudahkan Urusan

Doa ini berasal dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam At Tirmidzi. Doa ini dibaca Rasulullah SAW ketika menghadapi perkara yang berat dan menyesakkan hati. 

Bacaan Arab:

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

Bacaan Latin:

Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ashlih lii sya’nii kullahu, wa laa takilnii ilaa nafsii tharfata ‘ainin abadan.

Artinya:

Wahai Rabb Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah seluruh urusanku dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap mata.

Baca juga: Doa Dimudahkan Segala Urusan, Lengkap dengan Bacaan Arab dan Artinya

2. Doa Menyandarkan Seluruh Urusan Kepada Allah SWT

Doa ini mengajarkan seorang Muslim untuk sepenuhnya bersandar kepada rahmat Allah SWT dan tidak mengandalkan kekuatan diri sendiri. Doa ini berasal dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Imam Ahmad.

Arab:

اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِى إِلَى نَفْسِى طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِى شَأْنِى كُلَّهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

Latin:

Allaahumma rahmataka arjuu fa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin, wa ashlih lii sya’nii kullahu, laa ilaaha illaa anta.

Artinya:

Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang aku harapkan. Jangan Engkau serahkan urusanku kepada diriku sendiri walau sekejap mata. Perbaikilah seluruh urusanku. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau.

Baca juga: 5 Doa Sedekah Subuh agar Rezeki Lancar dan Penuh Keberkahan

3. Doa Al Karb: Doa Saat Ujian Sangat Berat

Al Karb berarti kesedihan, kesempitan, dan ujian yang sangat berat. Ketika menghadapi kondisi ini, Rasulullah SAW mengajarkan untuk membaca doa berikut.

Arab:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَظِيمُ الحَلِيمُ

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ وَرَبُّ العَرْشِ الكَرِيمِ

Latin:

Laa ilaaha illallahul ‘adziimul haliim.
Laa ilaaha illallahu rabbul ‘arsyil ‘adziim.
Laa ilaaha illallahu rabbus samaawaati wa rabbul ardhi wa rabbul ‘arsyil kariim.

Artinya:

Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Agung dan Maha Penyantun.

Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, Rabb pemilik ‘Arsy yang agung.

Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, Rabb langit, bumi, dan ‘Arsy yang mulia.

Baca juga: Doa Ketika Angin Kencang Datang agar Terhindar dari Bahaya

Penutup

Menghadapi masalah berat adalah bagian dari ujian hidup setiap manusia. Namun, Islam mengajarkan bahwa doa adalah senjata orang beriman.

Dengan membaca doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW, hati menjadi lebih tenang, iman semakin kuat, dan keyakinan terhadap pertolongan Allah SWT pun semakin besar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muslimat NU Surati PBB agar Hentikan Perang, Khofifah: Seruan untuk Perdamaian Dunia
Muslimat NU Surati PBB agar Hentikan Perang, Khofifah: Seruan untuk Perdamaian Dunia
Aktual
Muktamar NU 2026 Disorot, Gus Kikin: Kembalikan ke Qanun Asasi dan Perkuat Ukhuwah
Muktamar NU 2026 Disorot, Gus Kikin: Kembalikan ke Qanun Asasi dan Perkuat Ukhuwah
Aktual
Cara Gunakan Toilet di Pesawat, Jemaah Haji Harus Tahu
Cara Gunakan Toilet di Pesawat, Jemaah Haji Harus Tahu
Aktual
Peran Orang Tua Kunci Pendidikan Anak, Pesan KH Qosim di Purworejo
Peran Orang Tua Kunci Pendidikan Anak, Pesan KH Qosim di Purworejo
Aktual
Doa Setelah Shalat Tahajud, Waktu Sunyi yang Diyakini Penuh Keberkahan
Doa Setelah Shalat Tahajud, Waktu Sunyi yang Diyakini Penuh Keberkahan
Doa dan Niat
Cuaca Haji 2026 Diprediksi Ekstrem meski Masuk Musim Semi, Suhu Makkah Bisa Tembus 40°C
Cuaca Haji 2026 Diprediksi Ekstrem meski Masuk Musim Semi, Suhu Makkah Bisa Tembus 40°C
Aktual
Kumpulan Doa UTBK 2026, Amalan Agar Hati Tenang dan Fokus
Kumpulan Doa UTBK 2026, Amalan Agar Hati Tenang dan Fokus
Doa dan Niat
Kalender Hijriyah Mei 2026 Lengkap: Weton, Hari Besar, dan Tanggal Baik
Kalender Hijriyah Mei 2026 Lengkap: Weton, Hari Besar, dan Tanggal Baik
Aktual
Haji 2026 Berangkat Kapan? Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan hingga Kepulangan Jemaah
Haji 2026 Berangkat Kapan? Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan hingga Kepulangan Jemaah
Aktual
Arab Saudi Kembali Tegaskan Sanksi bagi Jemaah Ilegal, Haji 2026 Wajib Pakai Izin Resmi
Arab Saudi Kembali Tegaskan Sanksi bagi Jemaah Ilegal, Haji 2026 Wajib Pakai Izin Resmi
Aktual
Gelombang Perdana Jemaah Haji 2026 Tiba di Madinah, Program Makkah Route Makin Luas ke 10 Negara
Gelombang Perdana Jemaah Haji 2026 Tiba di Madinah, Program Makkah Route Makin Luas ke 10 Negara
Aktual
Badai Debu Melanda Makkah, Jarak Pandang Menurun di Tanah Suci
Badai Debu Melanda Makkah, Jarak Pandang Menurun di Tanah Suci
Aktual
Gelombang Awal Jemaah Haji Tiba, Awal Perjalanan Suci Menuju Baitullah
Gelombang Awal Jemaah Haji Tiba, Awal Perjalanan Suci Menuju Baitullah
Aktual
MUI Kritik Penguburan Ikan Sapu-sapu Hidup-hidup, Dinilai Menyiksa
MUI Kritik Penguburan Ikan Sapu-sapu Hidup-hidup, Dinilai Menyiksa
Aktual
Ribuan Pengasuh Ponpes di Kebumen Luncurkan “Pesantren Ramah Anak”
Ribuan Pengasuh Ponpes di Kebumen Luncurkan “Pesantren Ramah Anak”
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com