Editor
KOMPAS.com - Pemerintah menargetkan Beras Haji Nusantara mulai dikirim ke Arab Saudi pada awal Ramadhan, agar seluruh kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia sudah tersedia sebelum puncak musim haji.
Menteri pada Kementerian Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyebut kebutuhan beras untuk 205.420 orang—jemaah reguler dan petugas—mencapai 2.280 ton. Perhitungan ini disusun berdasarkan total frekuensi makan jemaah selama di Tanah Suci.
“Beras Nusantara diupayakan minggu awal Ramadhan sudah mulai kami kirim dengan harapan sebelum musim haji sudah sampai,” ujarnya di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu (11/2/2026).
Setiap jemaah akan menerima nasi 170 gram per kali makan, didampingi lauk 80 gram, sayur 75 gram, air mineral, dan pelengkap lain.
Baca juga: Aset Gedung Kantor Kemenag di Thamrin Resmi Beralih ke Kementerian Haji dan Umrah
Total frekuensi makan yang menjadi dasar kalkulasi:
Standar porsi ini disiapkan untuk menjaga kecukupan gizi, konsistensi rasa, sekaligus standarisasi menu jemaah Indonesia.
Selama ini, dapur penyedia layanan konsumsi di Arab Saudi umumnya menggunakan beras dari negara lain dengan harga pasar sekitar 150 SAR per 40 kg atau setara Rp16.824 per kg.
Lewat program ini, pemerintah menargetkan harga Beras Haji Nusantara bisa menyentuh Rp16.000 per kg saat tiba di dapur katering. Selain efisiensi, faktor preferensi rasa juga jadi pertimbangan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menegaskan jemaah Indonesia lebih cocok dengan karakter beras dalam negeri.
“Jemaah lebih suka beras kita, kan pulen. Jadi kita memutuskan agar beras itu dari kita, ekspor ke Arab Saudi,” katanya.
Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional, Sarwo Edhy, memastikan proses ekspor akan difasilitasi melalui penugasan resmi kepada Perum Bulog.
“Badan Pangan Nasional akan menyiapkan surat penugasan kepada Bulog untuk melakukan ekspor beras haji tersebut,” ujarnya.
Langkah ini memanfaatkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang melimpah, sekaligus memastikan kebutuhan konsumsi jemaah tetap mengandalkan produksi nasional.
Pengiriman beras langsung dari Indonesia bukan hanya soal logistik, tetapi juga strategi:
Baca juga: Menhaj Inisiasi Program Beras Haji Nusantara untuk Jemaah di Tanah Suci
Dengan skema ini, nasi yang disantap jemaah Indonesia di Makkah, Madinah, hingga Armuzna, berasal dari sawah Nusantara.
Program Beras Haji Nusantara menjadi bagian dari upaya peningkatan layanan konsumsi jemaah, agar lebih sesuai selera, lebih terstandar, dan lebih efisien secara anggaran—tanpa mengurangi kualitas layanan selama ibadah di Tanah Suci.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.