SOLO, KOMPAS.com- Sebanyak 426 orang Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter digembleng selama 10 hari di Embarkasi Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah.
Pendidikan dan pelatihan (diklat) dilangsungkan sejak 5 Februari 2026 hingga 14 Februari 2026.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah Fitriyanto mengungkapkan, para petugas kloter yang digembleng akan melayani jemaah haji embarkasi Solo (SOC) dan Yogyakarta (YIA).
"Jumlah total peserta (PPIH kloter) sebanyak 426 orang yang akan tersebar pada 80 kloter dari SOC dan 26 kloter dari DIY," kata Fitriyanto saat ditemui di Asrama Haji Solo, Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Umrah di Bulan Ramadhan Setara Haji? Ini Penjelasan Ulama
Peserta diklat PPIH kloter melakukan gladi posko, Jumat (13/2/2026) di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah.Kakanwil Kemenhaj Jateng memaparkan, selama 10 hari, calon petugas haji kloter menerima sejumlah materi sebagai bekal petugas melayani jemaah haji di Arab Saudi. Terlebih para petugas kloter adalah petugas yang berinteraksi langsung dengan jemaah haji dan membersamai dalam kelompok terbang
Selama dua hari penuh, petugas kloter dilatih baris-berbaris untuk mengasah kedisiplinan. Pelatihan kedisiplinan diberikan oleh fasilitator dari Kodam IV/Diponegoro.
PPIH Kloter juga mendapatkan pelatihan bahasa Arab dasar.
"Supaya nanti saat pelayanan di Arab Saudi betul-betul bisa maksimal. Agar (petugas kloter) bisa berkomunikasi dengan syarikah yang ada di Arab Saudi dan para pemilik hotel," katanya.
Baca juga: Saudi Terbitkan Visa Haji 2026 Lebih Awal, Ini Dampaknya bagi Jamaah
Fitriyanto menambahkan, materi -materi terkait pembinaan, pelayanan, dan perlindungan jemaah haji juga diberikan kepada peserta. Para petugas kloter mengikuti gladi posko pada Jumat (13/2/2026) untuk mendapatkan gambaran konkret situasi dan prosesi ibadah haji.
Selain melibatkan TNI, sejumlah fasilitator dari bidang kesehatan dan Kementerian Haji dan Umrah juga terjun dalam diklat.
"Ada 21 orang (fasilitator) dari kesehatan dan kementerian haji," tambahnya.
Diklat petugas kloter bersinergi dengan PPIH Arab Saudi pada hari kesembilan.
Sejumlah PPIH Arab Saudi turut bergabung saat petugas kloter melakukan simulasi atau gladi posko.
Fitriyanto berharap, sinergi antara petugas kloter dan Arab Saudi mampu mendorong pelayanan maksimal bagi jemaah haji Indonesia
"PPIH Arab Saudi yang kemarin sudah dilatih di Jakarta ikut bergabung, ada kolaborasi yang baik antara petugas kloter dan petugas PPIH Arab Saudi yang sudah dimulai dari Tanah Air sehingga di Tanah Suci nanti akan semakin kompak melayani jemaah," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang