KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menghadirkan program Mudik Gratis 2026 sebagai bentuk pelayanan publik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Program yang digagas melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta ini bukan sekadar fasilitas transportasi, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan mudik yang aman, tertib, dan humanis bagi warga ibu kota.
Informasi resmi mengenai program ini diumumkan melalui akun Instagram @dishubdkijakarta, termasuk jadwal pendaftaran, rute tujuan, serta ketentuan yang wajib dipenuhi calon peserta.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat saat Lebaran, program ini diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan, terutama penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh.
Baca juga: War Tiket Mudik Gratis Jabar 2026 Dimulai, Simak Rute dan Cara Daftar via Sapawarga
Mudik merupakan tradisi sosial dan budaya yang telah mengakar kuat di Indonesia. Dalam buku Mudik: Tradisi dan Transformasi Sosial karya Dr. Mudjijono disebutkan bahwa mudik bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga ritual sosial yang memperkuat ikatan keluarga dan identitas kultural.
Namun, tingginya arus mudik juga kerap menimbulkan persoalan keselamatan. Kementerian Perhubungan dalam berbagai laporan arus mudik sebelumnya mencatat sepeda motor sebagai moda transportasi dengan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi.
Karena itu, penyediaan bus gratis serta fasilitas pengangkutan sepeda motor dengan truk menjadi solusi konkret untuk menekan potensi kecelakaan di jalan raya.
Baca juga: Mudik Gratis BUMN 2026 Dibuka, Catat Jadwal, Cara Daftar, & Rutenya
Pendaftaran dilakukan secara daring (online) melalui laman resmi:
mudikgratis.jakarta.go.id
Pendaftaran dibuka mulai 22 Februari 2026 dan akan ditutup apabila kuota telah terpenuhi.
Calon peserta disarankan menyiapkan data diri serta anggota keluarga sebelum mendaftar, termasuk:
Satu pendaftar dapat mendaftarkan maksimal tiga anggota keluarga dalam satu KK.
Setelah mendaftar, peserta wajib melakukan verifikasi berkas secara langsung di lokasi Suku Dinas Perhubungan sesuai jadwal klaster kota tujuan. Peserta yang tidak hadir saat verifikasi akan dianggap mengundurkan diri.
Solo, Tasikmalaya, Palembang, Madiun, Sragen, Cilacap
Verifikasi: 25–27 Februari 2026
Yogyakarta, Kuningan, Lampung, Tegal, Kebumen, Jombang, Pekalongan
Verifikasi: 28 Februari–2 Maret 2026
Wonogiri, Kediri, Malang, Wonosobo, Purwokerto, Semarang, Sidoarjo
Verifikasi: 3–5 Maret 2026
Baca juga: Mudik Gratis Klaten 2026 Dibuka, Warga Jabodetabek Bisa Pulang Kampung Tanpa Biaya
Program ini melayani 20 kota/kabupaten tujuan, di antaranya:
Semarang, Kebumen, Solo, Yogyakarta, Wonogiri, dan Sidoarjo.
Dalam Islam, silaturahmi memiliki nilai yang sangat tinggi. Rasulullah SAW bersabda:
Man aḥabba an yubsaṭa lahu fī rizqihi wa yunsa’a lahu fī atharihi falyashil raḥimah.
“Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mudik pada dasarnya menjadi momentum mempererat tali keluarga, saling memaafkan, dan memperkuat kebersamaan saat Idul Fitri.
Dalam buku Fiqh Sosial karya KH. Ali Yafie dijelaskan bahwa kebijakan publik yang menghadirkan kemaslahatan dan menjaga keselamatan jiwa termasuk bagian dari tujuan syariat (maqashid syariah).
Program mudik gratis dapat dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga jiwa (hifzh al-nafs) dan kemaslahatan umum.
Baca juga: Mudik Gratis KAI 2026 Resmi Dibuka 13 Februari, 480 Tiket Jakarta–Semarang Siap Dipesan
Selain aspek sosial, program ini juga mendukung manajemen transportasi nasional. Dengan mengalihkan pemudik dari kendaraan pribadi terutama sepeda motor ke moda bus, risiko kecelakaan dan kemacetan dapat ditekan.
Dalam perspektif kebijakan transportasi, sebagaimana dijelaskan dalam buku Revolusi Transportasi karya Bambang Susantono, integrasi angkutan massal menjadi kunci mobilitas yang aman dan efisien saat puncak arus mudik.
Karena kuota terbatas dan pendaftaran ditutup jika terpenuhi, warga diimbau untuk segera mendaftar sesuai jadwal klaster masing-masing.
Informasi terbaru dan pembaruan teknis dapat dipantau melalui akun resmi Instagram:
@dishubdkijakarta
Mudik bukan hanya perjalanan pulang kampung. Ia adalah perjalanan kembali ke akar, keluarga, dan tradisi.
Dengan fasilitas yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta, warga ibu kota kini memiliki pilihan mudik yang lebih aman, nyaman, dan terencana.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang