Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramai Sewa iPhone Jelang Lebaran, Ini Kisaran Harganya di Jakarta

Kompas.com, 13 Maret 2026, 16:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, berbagai persiapan biasanya mulai dilakukan masyarakat, mulai dari membeli pakaian baru hingga menyiapkan hampers untuk kerabat.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, muncul fenomena lain yang tak kalah menarik: meningkatnya permintaan jasa sewa iPhone untuk mengabadikan momen Lebaran.

Di sejumlah kota besar seperti Jakarta, penyedia jasa rental iPhone mengaku permintaan meningkat tajam beberapa hari sebelum hari raya.

Banyak orang memilih menyewa perangkat premium tersebut untuk mendokumentasikan momen kebersamaan bersama keluarga, mulai dari sesi foto bersama hingga membuat konten media sosial.

Bagi sebagian orang, menggunakan iPhone dinilai mampu menghasilkan foto dan video yang lebih jernih serta estetis.

Tak sedikit pula yang ingin tampil lebih percaya diri ketika membagikan momen Lebaran di media sosial.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana perkembangan teknologi, gaya hidup digital, dan tradisi Lebaran saling berkelindan membentuk kebiasaan baru di tengah masyarakat.

Mengabadikan Momen Lebaran dengan Kamera Lebih Baik

Hari raya seperti Idul Fitri sering menjadi waktu yang penuh kehangatan. Setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan, keluarga besar biasanya berkumpul untuk bersilaturahmi.

Dalam tradisi tersebut, sesi foto bersama hampir selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Foto keluarga di ruang tamu, potret kebersamaan saat makan ketupat, hingga video suasana mudik sering kali menjadi kenangan yang disimpan bertahun-tahun.

Di tengah kebutuhan tersebut, smartphone dengan kamera berkualitas tinggi menjadi pilihan utama.

Salah satu perangkat yang kerap dianggap mampu menghasilkan gambar tajam dan stabil adalah iPhone dari Apple Inc.

Reputasi kamera yang konsisten dan mudah digunakan membuat iPhone sering menjadi andalan untuk mendokumentasikan berbagai momen penting.

Baca juga: Gamis “Istri Sultan” Jadi Tren Lebaran 2026, Mewah dan Glamor Saingi Gamis Bini Orang

Mengapa Banyak Orang Memilih Menyewa?

Harga perangkat iPhone yang relatif mahal membuat tidak semua orang memilih membelinya secara langsung. Karena itu, jasa penyewaan smartphone menjadi alternatif yang dinilai lebih praktis.

Dengan menyewa, seseorang dapat menggunakan perangkat premium hanya dalam waktu tertentu, misalnya satu hari hingga beberapa hari selama masa libur Lebaran.

Tren konsumsi seperti ini sebenarnya mencerminkan perubahan pola penggunaan teknologi di masyarakat.

Kepemilikan perangkat tidak lagi selalu menjadi prioritas utama. Yang lebih penting adalah pengalaman menggunakan teknologi tersebut saat dibutuhkan.

Dalam buku The Sharing Economy: The End of Employment and the Rise of Crowd-Based Capitalism karya Arun Sundararajan dijelaskan bahwa model ekonomi berbagi memungkinkan masyarakat mengakses barang atau layanan tanpa harus memilikinya secara permanen.

Pola ini juga semakin berkembang di berbagai sektor, termasuk persewaan perangkat teknologi.

Faktor Gaya Hidup dan Media Sosial

Selain alasan praktis, tren sewa iPhone juga berkaitan dengan gaya hidup digital. Saat ini, banyak orang ingin membagikan momen Lebaran melalui platform media sosial seperti Instagram atau TikTok.

Foto keluarga dengan kualitas gambar yang lebih baik sering dianggap dapat membuat unggahan terlihat lebih menarik.

Bahkan bagi sebagian orang, penggunaan iPhone juga dianggap sebagai bagian dari gaya hidup modern.

Dalam buku Consumer Behavior karya Leon G. Schiffman dan Joseph Wisenblit disebutkan bahwa produk tertentu sering dipandang sebagai simbol status sosial.

Artinya, barang yang digunakan seseorang dapat memengaruhi cara orang lain memandang dirinya.

Karena itu, tak jarang momen Lebaran juga menjadi ajang “flexing” atau menunjukkan pencapaian tertentu, termasuk penggunaan gadget premium.

Baca juga: 10 Tren Warna Baju Lebaran 2026 yang Diprediksi Populer: dari Putih Timeless hingga Sage Green Elegan

Permintaan Bisa Naik Dua Kali Lipat

Beberapa penyedia jasa rental gadget mengungkapkan bahwa permintaan sewa iPhone menjelang Lebaran bisa meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

Lonjakan ini biasanya terjadi mulai satu minggu sebelum hari raya hingga beberapa hari setelahnya.

Model yang paling diminati umumnya adalah seri terbaru karena memiliki kualitas kamera yang lebih baik.

Selain untuk dokumentasi keluarga, sebagian penyewa juga menggunakan iPhone untuk membuat konten perjalanan mudik atau vlog selama libur Lebaran.

Daftar Kisaran Harga Sewa iPhone

Harga sewa iPhone bervariasi tergantung tipe perangkat dan durasi pemakaian. Berikut kisaran harga yang umum ditemukan di beberapa jasa rental gadget di Jakarta:

  • iPhone 11: sekitar Rp80.000 – Rp120.000 per hari
  • iPhone 12: sekitar Rp120.000 – Rp170.000 per hari
  • iPhone 13: sekitar Rp150.000 – Rp220.000 per hari
  • iPhone 14: sekitar Rp200.000 – Rp300.000 per hari
  • iPhone 15: sekitar Rp300.000 – Rp450.000 per hari

Harga tersebut dapat berubah tergantung ketersediaan unit, paket sewa, serta kebijakan masing-masing penyedia jasa.

Baca juga: 6 Model Baju Lebaran 2026 Paling Tren: Gamis Minimalis hingga Abaya

Peluang Bisnis Musiman

Meningkatnya tren sewa iPhone juga membuka peluang bisnis baru di sektor persewaan gadget.

Selama kebutuhan dokumentasi momen kebersamaan tetap tinggi, layanan seperti ini diperkirakan akan terus diminati.

Lebaran menjadi salah satu momentum yang memperlihatkan bagaimana teknologi, budaya, dan gaya hidup modern bertemu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Di satu sisi, teknologi membantu mengabadikan kenangan kebersamaan. Di sisi lain, fenomena ini juga menunjukkan bagaimana cara masyarakat mengakses teknologi semakin fleksibel.

Bagi yang tertarik menyewa, sebaiknya melakukan pemesanan lebih awal. Pasalnya, menjelang Lebaran, unit yang paling diminati biasanya cepat habis dipesan.

Pada akhirnya, apa pun perangkat yang digunakan, hal paling penting dari momen Lebaran tetaplah kebersamaan dan hangatnya silaturahmi bersama keluarga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Aktual
Fenomena Sosial 'Marriage is Scary': Bagaimana Pandangan Islam?
Fenomena Sosial "Marriage is Scary": Bagaimana Pandangan Islam?
Aktual
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
Aktual
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Aktual
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar