Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menjelang Pengumuman SNBP, Amalkan Doa Ini agar Hati Tenang dan Siap Menerima Takdir

Kompas.com, 31 Maret 2026, 05:00 WIB
Khairina

Penulis

KOMPAS.com-Menjelang pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada Selasa (31/3/2026) pukul 15.00 WIB , banyak siswa diliputi rasa cemas dan harap yang bercampur menjadi satu.

Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) merupakan jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tanpa tes yang didasarkan pada prestasi akademik berupa nilai rapor serta pencapaian non-akademik selama di sekolah.

Sistem ini menjadi pengganti SNMPTN dan dikelola oleh tim Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).

Baca juga: Doa Ibu Menghadapi Anak yang Sedang Ujian, Memohon Kelancaran dan Ketenangan Hati

Detik-detik sebelum membuka hasil SNBP sering terasa menegangkan karena akan menentukan langkah pendidikan ke depan.

Dalam situasi seperti ini, Islam mengajarkan untuk kembali kepada Allah SWT melalui doa dan tawakal.

Doa bukan sekadar harapan, melainkan cara menenangkan hati dan memperkuat keyakinan bahwa setiap hasil adalah bagian dari ketetapan terbaik-Nya.

Berikut beberapa doa yang dapat diamalkan sebelum membuka pengumuman SNBP, lengkap dengan sumber dari hadits dan Al-Qur’an.

Doa memohon kemudahan

Arab:
اللهم لا سهل إلا ما جعلته سهلا وأنت تجعل الحزن إذا شئت سهلا

Latin:
Allahumma la sahla illa ma ja'altahu sahla, wa anta taj'alul hazna idza syi'ta sahla.

Artinya:
Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau mudahkan, dan Engkau menjadikan kesulitan menjadi mudah jika Engkau kehendaki.

Doa ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan kerap dibaca saat menghadapi ujian atau keadaan yang menegangkan.

Maknanya mengingatkan bahwa segala kemudahan hanya datang dari Allah SWT.

Baca juga: 6 Doa Ibu untuk Anak yang Menghadapi Ujian TKA 2025, Agar Tenang dan Dimudahkan

Doa memohon rahmat dan petunjuk

Arab:
رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

Latin:
Rabbanaa aatinaa milladunka rahmatan wa hayyi' lanaa min amrinaa rasyadaa.

Artinya:
Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu dan mudahkanlah bagi kami petunjuk dalam segala urusan kami.

Doa ini terdapat dalam QS. Al-Kahfi ayat 10.

Ayat tersebut mengajarkan pentingnya memohon bimbingan Allah dalam setiap keputusan hidup, termasuk hasil SNBP.

Doa memohon kesabaran dan keteguhan hati

Arab:
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا

Latin:
Rabbanaa afrigh 'alaynaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa.

Artinya:
Ya Tuhan kami, limpahkanlah kepada kami kesabaran dan teguhkanlah langkah kami.

Doa dari QS. Al-Baqarah ayat 250 ini menjadi penguat hati agar tetap tenang saat menanti hasil.

Kesabaran menjadi kunci untuk menerima apa pun keputusan dengan lapang dada.

Baca juga: Kumpulan Doa Ibu Hamil Agar Diberi Kelancaran Hingga Melahirkan

Doa memohon pilihan terbaik 

Latin:
Allahumma inni as-aluka khayral mukhtaar bi'ilmika...

Artinya:
Ya Allah, aku memohon pilihan terbaik dengan ilmu-Mu.

Doa ini selaras dengan ajaran istikharah dalam hadits riwayat Bukhari.

Maknanya menegaskan sikap berserah diri kepada Allah setelah berusaha semaksimal mungkin.

Ayat Alquran untuk menenangkan hati

Allah SWT berfirman:

Arab:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Latin:
Alaa bidzikrillahi tathma’innul quluub.

Artinya:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”

Ayat ini terdapat dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28.

Pesan tersebut menegaskan bahwa ketenangan sejati tidak bergantung pada hasil, melainkan pada kedekatan dengan Allah SWT.

Menyikapi hasil dengan ikhlas dan tawakal

Doa dapat dipanjatkan setelah salat atau pada waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam.

Keyakinan bahwa Allah memberikan yang terbaik menjadi fondasi utama dalam menghadapi hasil SNBP.

Hasil yang diterima, baik sesuai harapan maupun tidak, tetap merupakan bagian dari rencana terbaik Allah SWT.

Sikap ikhlas dan tawakal akan membantu hati tetap tenang serta membuka jalan kebaikan di masa depan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar