Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

SDM Petugas Haji Disorot, Evaluasi Masalah Lama Jelang Haji 2026

Kompas.com, 1 April 2026, 06:33 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kualitas sumber daya manusia (SDM) petugas haji menjadi sorotan dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026, menyusul evaluasi berbagai persoalan yang terjadi pada musim haji sebelumnya.

Ketua Komnas Haji, Mustolih Siradj, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan haji setiap tahun selalu menghadapi dinamika yang berbeda, namun sejumlah persoalan mendasar cenderung berulang jika tidak dimitigasi dengan baik.

Ia menyoroti sejumlah masalah krusial pada pelaksanaan haji sebelumnya, mulai dari ketidaksinkronan data antara pemerintah dan pihak penyedia layanan (syarikah), gangguan transportasi, hingga distribusi konsumsi yang sempat bermasalah.

“Terjadi mismatch data antara kementerian dan syarikah, sehingga ada jemaah yang terpisah dari rombongan. Ini harus jadi pelajaran penting,” ujar Mustolih dalam Bincang Haji Outlook 2026 di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Biaya Haji 2026 Berpotensi Naik, DPR Minta Jangan Bebani Jemaah

Selain itu, ia juga menyinggung persoalan serius terkait jemaah yang hilang dan belum memiliki kejelasan status hingga saat ini.

Menurutnya, hal tersebut tidak boleh kembali terulang karena menyangkut kepastian dan hak keluarga jemaah.

Di sisi lain, persoalan SDM petugas turut menjadi perhatian. Pendamping haji, Soleh Sofyan, menilai kesiapan petugas di lapangan masih perlu ditingkatkan, terutama dalam menghadapi situasi kompleks selama ibadah haji.

“Kadang petugas justru lebih bingung daripada jemaah. Ini harus menjadi perhatian serius, karena petugas adalah ujung tombak pelayanan,” katanya.

Ia menambahkan, masalah klasik seperti akomodasi, konsumsi, hingga fasilitas dasar seperti toilet juga masih sering terjadi setiap tahun. Menurutnya, kebutuhan dasar jemaah harus menjadi prioritas utama dalam perbaikan layanan.

“Masalahnya itu-itu saja, dari tahun ke tahun tidak jauh dari akomodasi, makan, dan fasilitas dasar,” ungkapnya.

Baca juga: Menhaj: Haji 2026 Tetap Jalan, Mitigasi Disiapkan di Tengah Konflik

Menanggapi berbagai evaluasi tersebut, pemerintah didorong untuk memperkuat langkah mitigasi, terutama dalam peningkatan kualitas SDM petugas serta koordinasi lintas pihak.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, sebelumnya juga menegaskan pentingnya memastikan kesiapan tidak hanya pada tahap awal, tetapi juga saat pelaksanaan di Arab Saudi.

“Jangan sampai persiapan yang sudah matang menjadi tidak berarti karena masalah di lapangan,” kata Marwan.

Sementara itu, Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) menyatakan persiapan haji, khususnya untuk jemaah haji khusus, saat ini telah memasuki tahap akhir.

Ketua AMPHURI, Firman M. Nur, mengatakan pihaknya tengah melaksanakan manasik haji sebagai bagian dari pematangan kesiapan jemaah.

“Persiapan haji AMPHURI sudah selesai dan matang. Saat ini kami di haji khusus sedang melakukan manasik haji,” ujarnya.

Baca juga: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung, Visa Sudah 99 Persen

Ia berharap dalam sisa waktu sekitar satu bulan menjelang keberangkatan, seluruh proses dapat berjalan lancar, termasuk kondisi geopolitik di Timur Tengah yang diharapkan semakin kondusif.

“Kita berharap dalam sisa waktu sekitar 30 hingga 45 hari ke depan semuanya dalam kondisi baik, sehingga ibadah haji bisa dilaksanakan dengan lancar,” kata Firman.

Namun demikian, ia juga menyoroti tantangan teknis yang dihadapi tahun ini, termasuk waktu persiapan yang dinilai lebih sempit dibandingkan tahun sebelumnya.

Firman meminta Kementerian Haji menyiapkan mitigasi bagi jemaah yang batal berangkat, khususnya pada haji khusus, agar kuota yang tersedia tetap dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kami berharap ada mitigasi, jika ada jemaah yang tidak berangkat bisa digantikan oleh jemaah lain meskipun visanya sudah terbit, sehingga kuota tidak mubazir,” ujarnya.

Dengan kuota haji Indonesia yang mencapai ratusan ribu jemaah, ia menekankan pentingnya pengelolaan yang optimal agar semakin banyak masyarakat dapat menunaikan ibadah haji.

Berbagai evaluasi dan masukan tersebut diharapkan menjadi dasar perbaikan dalam penyelenggaraan haji 2026, khususnya dalam peningkatan kualitas layanan dan kesiapan SDM petugas, agar ibadah haji dapat berjalan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar