Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

17.400 Jemaah Haji Jabar Berangkat dari Asrama Haji Indramayu, Mulai Masuk 21 April 2026

Kompas.com, 8 April 2026, 16:46 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Sebanyak 17.400 jemaah haji asal Jawa Barat dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci melalui Asrama Haji Jawa Barat di Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.

Pemberangkatan ini menjadi bagian dari operasional Embarkasi Kertajati pada musim haji 2026.

Para jemaah akan mulai memasuki asrama pada 21 April 2026 sebelum diberangkatkan sehari setelahnya.

Baca juga: Jadwal Masuk Asrama Haji Aceh 2026 Disesuaikan, Jemaah Kloter Pertama Akan Masuk Mulai 5 Mei

Pemerintah memastikan kesiapan fasilitas dan layanan untuk mendukung kelancaran proses keberangkatan.

Kabag TU Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Elfin Fakhridas, menyebutkan ribuan jemaah tersebut berasal dari 19 kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Dari total 27 daerah di Jawa Barat, hanya delapan wilayah yang diberangkatkan melalui Embarkasi Bekasi.

Baca juga: Asrama Haji Lampung Punya Dua Gedung Baru, Jemaah Haji 2026 Bisa Nikmati Fasilitas Modern

Sementara itu, mayoritas jemaah lainnya berangkat melalui Embarkasi Kertajati atau Asrama Haji Indramayu.

"Yang berangkat dari Embarkasi Bekasi hanya Kota Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Cianjur, Kota dan Kabupaten sukabumi, serta Karawang," ujar Elfin Fakhridas saat ditemui di Asrama Haji Jawa Barat di Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Rabu (8/4/2026).

17.400 Jemaah Haji Terbagi dalam 40 Kloter

Elfin menjelaskan, total 17.400 jemaah tersebut terbagi dalam 40 kelompok terbang (kloter).

Setiap kloter terdiri dari sekitar 440 jemaah, ditambah petugas seperti ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, dan perawat.

Kedatangan jemaah ke asrama dijadwalkan mulai 21 April 2026, sementara keberangkatan ke Tanah Suci dilakukan mulai 22 April 2026 menggunakan maskapai Saudia dari BIJB Kertajati di Kabupaten Majalengka.

"Insyaallah, kloter pertama masuk asrama pada 21 April 2026 dan akan terbang ke Tanah Suci 22 April 2026. Tahun ini, Embarkasi Kertajati hanya melayani jemaah haji dari Jawa Barat," kata Elfin Fakhridas.

Jadwal Keberangkatan dari Asrama Haji Indramayu

Selama periode keberangkatan 21 April hingga 19 Mei 2026, rata-rata terdapat dua kloter yang masuk ke Asrama Haji Indramayu setiap hari.

Para jemaah akan menginap satu malam di asrama sebelum diberangkatkan ke bandara.

Asrama menyediakan empat gedung penginapan dengan kapasitas masing-masing sekitar 400 orang.

"Kami memastikan, fasilitas yang tersedia sangat memadai, khususnya terkait penginapan, karena totalnya ada empat gedung yang mampu menampung satu kloter penuh, sedangkan setiap hari hanya melayani dua kloter," ujar Elfin Fakhridas.

Layanan One Stop Service Disiapkan Menyambut Jemaah

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat menyiapkan sistem layanan terpadu atau one stop service di Asrama Haji Indramayu.

Setibanya di lokasi, jemaah yang datang menggunakan bus akan langsung diarahkan ke Aula Kedatangan untuk mendapatkan berbagai layanan administrasi dan kesehatan.

Menurut Elfin, di aula tersebut jemaah akan menerima layanan kesehatan, pembagian gelang identitas, uang living cost, paspor, hingga kartu Nusuk sebagai identitas digital untuk akses ke Masjidil Haram di Makkah.

"Setelah proses tersebut, para jemaah haji dapat beristirahat di kamar masing-masing sambil menunggu jadwal pelepasan di aula keberangkatan," ujar Elfin Fakhridas saat ditemui di Asrama Haji Jawa Barat di Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Rabu (8/4/2026).

Fasilitas Konsumsi dan Pemeriksaan Barang Bawaan

Selama berada di asrama, jemaah mendapatkan fasilitas konsumsi berupa tiga kali makan dan dua kali snack.

Setelah itu, mereka diberangkatkan menuju BIJB Kertajati untuk penerbangan ke Tanah Suci.

Selain layanan konsumsi, pihak asrama juga menyediakan pemeriksaan barang bawaan, baik koper maupun tas kabin, guna memastikan keamanan sebelum keberangkatan.

"Kami menerapkan sistem layanan satu pintu atau one stop service di Asrama Haji Indramayu untuk mempercepat proses administrasi bagi jemaah haji yang baru tiba dari daerah asal," kata Elfin Fakhridas.

Meski layanan terpadu tersedia di asrama, jemaah tetap harus menjalani pemeriksaan imigrasi secara reguler di BIJB Kertajati.

Hal ini disebabkan Embarkasi Kertajati belum memiliki layanan fast track seperti di Embarkasi Bekasi, yang memungkinkan pemeriksaan imigrasi Arab Saudi dilakukan di asrama.

Selain itu, mulai tahun ini gedung Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) resmi dioperasikan sebagai pusat aktivitas petugas. Gedung tersebut dilengkapi fasilitas pendukung seperti dapur umum dan klinik kesehatan.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul "17.400 Jemaah Haji Asal Jawa Barat Bakal Berangkat dari Asrama Haji Indramayu", dan "Kemenhaj Jabar Siapkan Layanan One Stop Service Bagi Jemaah Haji di Asrama Haji Indramayu".

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar