Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Garuda Siapkan Penerbangan Haji 2026 Ramah Lansia, 102 Ribu Jemaah Dilayani

Kompas.com, 16 April 2026, 10:53 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com-Garuda Indonesia memperkuat kesiapan operasional penerbangan haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan fokus pada layanan ramah lansia, keselamatan, dan keandalan armada.

Maskapai pelat merah tersebut menyampaikan kesiapan ini menjelang dimulainya operasional haji pada 21 April 2026.

Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan menegaskan penguatan dilakukan seiring meningkatnya proporsi jamaah calon haji lanjut usia pada tahun ini.

Baca juga: Garuda Siapkan 15 Pesawat Badan Lebar untuk Haji 2026, Lansia di Kelas Bisnis

Kesiapan operasional mencakup seluruh aspek layanan, mulai dari armada, awak pesawat, hingga layanan darat dan pengalaman penerbangan bagi jemaah.

"Kami menitikberatkan pada aspek keselamatan penerbangan, keandalan armada, serta penguatan layanan ramah lansia, sejalan dengan meningkatnya proporsi jemaah haji lansia pada tahun ini," kata Glenny dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (16/4/2026), dilansir dari Antara.

Fokus layanan haji 2026 ramah lansia

Garuda Indonesia memprioritaskan layanan bagi jamaah lansia yang jumlahnya mencapai sekitar 18 ribu orang atau sekitar 18 persen dari total jemaah yang dilayani.

Selain lansia, maskapai juga memberikan perhatian khusus kepada jamaah berkebutuhan khusus.

Penguatan layanan dilakukan dengan menghadirkan fasilitas yang lebih adaptif dan inklusif selama proses perjalanan.

Layanan tersebut mencakup asistensi mobilitas baik di darat maupun di udara, serta peningkatan peran awak kabin dalam memastikan kenyamanan jemaah.

"Hal itu menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan haji yang tidak hanya aman, namun juga penuh empati dan kemudahan bagi seluruh jamaah,” lanjut Glenny.

Baca juga: Garuda dan Saudia Airlines Ajukan Kenaikan, Biaya Haji Dievaluasi Ulang

Fasilitas pendukung selama penerbangan

Garuda Indonesia menyiapkan berbagai fasilitas penunjang untuk mendukung kenyamanan jemaah selama perjalanan haji.

Fasilitas tersebut meliputi penyediaan kursi roda di setiap embarkasi serta ambulift di embarkasi Jakarta dan Solo.

Maskapai juga menyediakan bus jemaah dengan fasilitas toilet, penggunaan garbarata di sejumlah embarkasi, layanan penanganan bagasi khusus, hingga buggy car di Bandara Internasional King Abdulaziz.

Awak kabin disiagakan untuk memberikan asistensi intensif selama penerbangan, terutama bagi jamaah lansia dan penyandang disabilitas.

Untuk mendukung kenyamanan penerbangan jarak jauh, Garuda Indonesia menyediakan dua kali layanan makan utama dan satu kali snack.

Fasilitas hiburan dalam pesawat serta portable bidet di lavatory juga disiapkan untuk menunjang kebutuhan jemaah selama penerbangan.

Kesiapan SDM dan jumlah jemaah

Garuda Indonesia menyiapkan lebih dari 1.085 awak pesawat yang terdiri dari 731 awak kabin dan 354 awak kokpit.

Selain itu, sebanyak 139 petugas darat haji disiagakan untuk mendukung kelancaran mobilisasi jemaah di seluruh embarkasi.

Pada musim haji 2026, Garuda Indonesia akan melayani sedikitnya 102.502 jamaah calon haji.

Jumlah tersebut terbagi dalam 278 kelompok terbang dari 10 embarkasi, yaitu Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok.

Baca juga: Daftar Lengkap Kloter Haji 2026: Garuda Indonesia Layani 277 Kloter, Saudia 248 Kloter

Jadwal penerbangan haji 2026

Pemberangkatan jemaah haji dilaksanakan secara bertahap mulai 21 April hingga 21 Mei 2026.

Fase keberangkatan menuju Madinah berlangsung pada 21 April hingga 6 Mei 2026.

Sementara itu, penerbangan menuju Jeddah dijadwalkan pada 7 hingga 21 Mei 2026.

Adapun fase pemulangan jemaah haji akan berlangsung pada 1 hingga 30 Juni 2026.

Penerbangan perdana dijadwalkan dari embarkasi Yogyakarta pada Selasa (21/4) pukul 23.40 WIB dengan nomor penerbangan GA 6501 menggunakan Airbus A330-300.

Armada dan dukungan operasional

Garuda Indonesia menyiapkan 15 pesawat berbadan lebar untuk mendukung operasional haji tahun ini.

Armada tersebut terdiri dari 8 pesawat milik Garuda Indonesia dan 7 pesawat sewa.

Jenis pesawat yang digunakan mencakup 6 Boeing 777-300ER, 6 Airbus A330-300, dan 3 Airbus A330-900neo.

Seluruh armada dipastikan dalam kondisi prima melalui program perawatan berlapis Aircraft Health Program.

"Termasuk pemenuhan sertifikasi dari otoritas penerbangan Arab Saudi sebagai prasyarat utama operasional haji," katanya.

Glenny menambahkan keberhasilan operasional haji merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak.

“Keberhasilan operasional haji merupakan hasil dari kolaborasi erat lintas ekosistem, mulai dari regulator, otoritas kebandarudaraan, hingga seluruh lini operasional Garuda Indonesia Group mulai dari perawatan pesawat, layanan katering, hingga dukungan kargo," katanya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar