Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ka'bah Berbalut Kain Putih, Tanda Resmi Haji 2026 Dimulai

Kompas.com, 20 April 2026, 14:23 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Makkah kembali memasuki fase paling sakral dalam kalender Islam. Sabtu malam, 18 April 2026 waktu setempat, suasana di Ka'bah tampak berbeda.

Bangunan suci yang menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia itu resmi “berbalut” kain putih, sebuah penanda dimulainya musim haji 1447 Hijriah.

Prosesi ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan simbol kuat bahwa jutaan Muslim dari berbagai penjuru dunia akan segera berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Simbol Awal: Ka’bah Diselimuti Kain Ihram

Pemasangan kain ihram di Masjidil Haram diawali dengan pengangkatan Kiswah, kain hitam penutup Ka’bah, setinggi sekitar tiga meter. Setelah itu, bagian bawah Ka’bah ditutup kain katun putih selebar dua meter di setiap sisinya.

Langkah ini memiliki makna simbolik sekaligus fungsional. Secara simbolik, kain putih melambangkan kesucian, kesederhanaan, dan kesetaraan, nilai-nilai yang menjadi inti ibadah haji.

Secara praktis, pemasangan ini bertujuan melindungi Kiswah dari potensi kerusakan akibat padatnya aktivitas jemaah yang melakukan tawaf.

Dilaporkan oleh Saudi Gazette, proses ini melibatkan sekitar 34 perajin terlatih dan diselesaikan dalam waktu kurang lebih dua jam.

Baca juga: Kiswah Ka’bah Diangkat, Isyarat Dimulainya Perjalanan Haji 2026

Tradisi yang Sarat Makna dan Sejarah

Tradisi mengangkat Kiswah dan memasang kain pelindung telah berlangsung selama bertahun-tahun sebagai bagian dari pemeliharaan rutin Ka’bah.

Dalam perspektif sejarah Islam, perawatan Ka’bah merupakan tanggung jawab besar yang telah dijalankan sejak masa para khalifah hingga era modern di bawah pemerintahan Arab Saudi.

Dalam buku The Hajj: Pilgrimage in Islam karya F.E. Peters, dijelaskan bahwa ritual-ritual fisik di sekitar Ka’bah, termasuk pemeliharaannya, bukan hanya aspek teknis, tetapi juga bagian dari penghormatan spiritual terhadap pusat ibadah umat Islam.

Sementara itu, dalam Hajj and Umrah: From A to Z karya M. A. Khan, disebutkan bahwa setiap elemen visual di Masjidil Haram selama musim haji memiliki makna simbolik yang memperkuat pengalaman spiritual jemaah.

Persiapan Besar Sambut Jutaan Jemaah

Musim haji tahun ini diproyeksikan kembali menghadirkan jutaan jemaah dari seluruh dunia. Pemerintah Arab Saudi melalui Otoritas Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi telah melakukan berbagai persiapan intensif.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • Perawatan struktur Ka’bah dan area sekitar, termasuk Hijr Ismail
  • Penggantian lebih dari 30 meter sambungan ekspansi
  • Perbaikan nat pada lebih dari 50 sambungan marmer
  • Pelibatan lebih dari 300 petugas teknis

Langkah ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan haji bukan hanya soal ritual, tetapi juga manajemen skala besar yang membutuhkan koordinasi tinggi.

Baca juga: Kiswah Penutup Kabah: Sejarah, Makna, Proses Penggantian dan Pembuatannya

Regulasi Ketat: Makkah Hanya untuk Jemaah Resmi

Seiring dimulainya musim haji, otoritas Saudi juga menerapkan kebijakan ketat terkait akses ke Kota Suci Makkah. Saat ini, hanya pemegang visa haji resmi yang diperbolehkan memasuki wilayah tersebut.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi telah mengumumkan sanksi tegas bagi pelanggar, mulai dari denda besar, deportasi, hingga larangan masuk selama 10 tahun.

Kebijakan ini bertujuan menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan selama puncak ibadah haji berlangsung.

Kedatangan Jemaah Mulai Berdatangan

Gelombang pertama jemaah haji dilaporkan telah tiba pada 18 April 2026. Kedatangan ini akan terus meningkat hingga mencapai puncaknya menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah pada Mei mendatang.

Momentum ini menjadi titik awal perjalanan spiritual yang dinantikan oleh jutaan Muslim, perjalanan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga transformasi batin.

Baca juga: Momen Langka, Begini Penampakan Asli Kabah Tanpa Kiswah

Lebih dari Sekadar Ritual

Musim haji bukan hanya peristiwa keagamaan tahunan, melainkan fenomena global yang menyatukan umat Islam tanpa memandang latar belakang.

Pemandangan Ka’bah yang diselimuti kain putih menjadi pengingat kuat akan nilai kesederhanaan dan kesatuan.

Seperti ditulis dalam buku Islam: The Straight Path oleh John L. Esposito, haji adalah manifestasi nyata dari persatuan umat Islam di bawah satu tujuan: pengabdian total kepada Tuhan.

Menanti Puncak Ibadah

Dengan dimulainya prosesi pemasangan kain ihram di Ka’bah, dunia Islam kini memasuki fase paling dinanti.

Dalam beberapa pekan ke depan, jutaan langkah akan mengarah ke satu titik yang sama, Ka’bah, pusat spiritual umat Islam.

Di balik kemegahan persiapan dan ketatnya regulasi, haji tetaplah perjalanan hati. Dan semuanya dimulai dari satu simbol sederhana, kain putih yang kini menyelimuti Ka’bah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar