Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Pernah Gelap, Listrik Masjidil Haram Tembus Rp 69 Miliar Per Bulan

Kompas.com, 24 April 2026, 14:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di jantung kota suci Makkah, berdiri megah Masjidil Haram yang hampir tak pernah benar-benar gelap.

Siang dan malam, kawasan ini terus bercahaya, mengiringi jutaan langkah jemaah yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk beribadah.

Namun di balik kemegahan itu, tersimpan fakta yang jarang disadari, kebutuhan energi masjid terbesar di dunia ini mencapai angka luar biasa. Bahkan, tagihan listriknya disebut-sebut menembus sekitar Rp 69 miliar per bulan.

Baca juga: MUI Minta Jemaah Haji Doakan RI di Tanah Suci, Ini Pesannya

Masjid yang Hidup 24 Jam Tanpa Henti

Sebagai pusat pelaksanaan Haji dan Umrah, Masjidil Haram beroperasi nyaris tanpa jeda. Aktivitas ibadah berlangsung sepanjang waktu, mulai dari tawaf, salat berjamaah, hingga berbagai layanan penunjang bagi jemaah.

Berbeda dengan masjid pada umumnya yang memiliki waktu operasional terbatas, Masjidil Haram justru dirancang sebagai ruang ibadah yang hidup 24 jam.

Konsekuensinya, seluruh sistem pendukung seperti pencahayaan, pendingin udara, hingga teknologi informasi harus terus menyala.

Dalam laporan yang dilansir media internasional seperti Gulf News dan Al Ekhbariya TV, konsumsi listrik di kawasan ini mencapai hampir 100 megavolt ampere (MVA) per hari, angka yang setara dengan kebutuhan listrik sebuah kota kecil.

Baca juga: Lokasi Penitipan Bagasi di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Jemaah Bisa Titip Gratis hingga 4 Jam

Rincian Konsumsi Energi yang Fantastis

Besarnya tagihan listrik Masjidil Haram tidak muncul tanpa alasan. Hampir setiap sudut masjid dipenuhi fasilitas modern yang membutuhkan daya listrik tinggi.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • Lebih dari 120.000 unit lampu yang menerangi area dalam dan luar masjid
  • Sekitar 8.000 pengeras suara untuk memastikan suara imam terdengar jelas
  • Lebih dari 8.000 kamera pengawas demi keamanan jemaah
  • Ribuan lampu gantung besar yang menjadi ciri khas interior masjid

Tak hanya itu, sistem pendingin udara menjadi penyumbang energi terbesar. Mengingat suhu di Makkah bisa sangat ekstrem, Masjidil Haram dilengkapi sistem AC berkapasitas hingga 155.000 ton.

Pendinginan ini didistribusikan melalui dua stasiun utama, memastikan suhu tetap nyaman bagi jutaan jemaah yang beribadah, terutama saat musim panas dan puncak haji.

Baca juga: Polisi Makkah Tangkap Sindikat Penipuan Haji, Iklan Palsu Beredar di Media Sosial

Infrastruktur Modern untuk Jutaan Jemaah

Modernisasi Masjidil Haram tidak hanya terlihat dari pencahayaan dan pendingin udara. Berbagai fasilitas lain juga turut menopang operasional masjid, antara lain:

  • 883 unit AC tambahan
  • 4.323 kipas ventilasi dan penyemprot kabut
  • 519 eskalator untuk mobilitas jemaah
  • 100 layar interaktif dalam 16 bahasa

Semua ini dirancang untuk memberikan pengalaman ibadah yang aman, nyaman, dan inklusif bagi jemaah dari berbagai latar belakang negara.

Dalam buku Hajj and the Muslim Pilgrimage Experience karya Eric Tagliacozzo, dijelaskan bahwa pengelolaan haji modern telah berkembang menjadi sistem kompleks yang memadukan dimensi spiritual dan teknologi tinggi.

Infrastruktur seperti di Masjidil Haram menjadi contoh nyata bagaimana ibadah massal dikelola secara profesional dan berbasis teknologi.

Dampak Perluasan dan Lonjakan Jemaah

Konsumsi energi yang besar juga tidak bisa dilepaskan dari proyek perluasan Masjidil Haram yang terus dilakukan dalam beberapa dekade terakhir. Tujuannya adalah menampung lebih dari dua juta jemaah dalam satu waktu.

Lonjakan jumlah pengunjung, terutama saat bulan Ramadan dan musim haji, membuat kebutuhan listrik meningkat drastis. Setiap tambahan area berarti tambahan lampu, pendingin, dan sistem pendukung lainnya.

Dalam perspektif fikih, menjaga kenyamanan dan keselamatan jemaah merupakan bagian dari maqashid syariah (tujuan syariat).

Hal ini sejalan dengan penjelasan dalam kitab Fiqh al-Ibadat karya Wahbah az-Zuhaili, yang menekankan bahwa ibadah tidak hanya berkaitan dengan ritual, tetapi juga dengan aspek kemaslahatan dan perlindungan manusia.

Baca juga: 5.997 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Hotel Hanya 50 Meter dari Masjid Nabawi

Antara Kemegahan dan Pelayanan Ibadah

Angka Rp 69 miliar per bulan mungkin terdengar fantastis, namun di balik itu tersimpan tanggung jawab besar. Masjidil Haram bukan sekadar bangunan megah, melainkan pusat spiritual umat Islam dunia.

Setiap lampu yang menyala, setiap hembusan udara sejuk, hingga setiap suara azan yang terdengar jelas, semuanya adalah bagian dari upaya menghadirkan kenyamanan bagi jemaah dalam beribadah.

Di tengah hiruk-pikuk jutaan manusia, Masjidil Haram tetap menjadi ruang yang menghadirkan ketenangan.

Dan mungkin, di balik cahaya yang tak pernah padam itu, ada satu pesan yang tersirat, bahwa ibadah tidak hanya tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga tentang bagaimana fasilitas dan teknologi mendukung kekhusyukan tersebut.

Pada akhirnya, kemegahan energi yang digunakan bukan sekadar angka, melainkan representasi dari pelayanan global bagi umat Islam, sebuah perpaduan antara iman, teknologi, dan manajemen modern yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar