Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fauziah, Jemaah Lansia Asal Padang, Terharu Dapat Bus Khusus Disabilitas di Bandara Madinah

Kompas.com, 27 April 2026, 10:45 WIB
Pythag Kurniati,
Khairina

Tim Redaksi

MADINAH, KOMPAS.com- Fauziah Rahmaddin Kadema (62), jemaah haji asal kloter 3 Padang tersenyum dan tak henti-hentinya mengucap syukur.

Jemaah haji lansia tersebut mengapresiasi kinerja petugas haji daerah kerja (daker) bandara yang membantu mengupayakan bus khusus disabilitas demi mengantarkannya dari terminal kedatangan haji ke hotel jemaah.

"Alhamdulillah, petugas membantu memberikan fasilitas seperti ini untuk kelancaran ibadah saya," kata Fauziah haru, Minggu (26/4/2026).

Baca juga: Jemaah Haji Lansia Tak Perlu Paksakan Diri Shalat Arbain, Ini Penjelasannya

Fauziah harus menggunakan kursi roda untuk mobilitas. Selain memiliki riwayat stroke, Fauziah pernah terjatuh di kamar mandi dan mengalami gangguan saraf motorik.

Praktis hal ini membuatnya mengalami keterbatasan gerak. Untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya, Fauziah harus menggunakan kursi roda.

Sedangkan untuk berdiri dan berpindah dari kursi roda ke bus, Fauziah masih mengalami kesulitan.

"Keluhannya belum bisa berdiri dan berjalan karena habis stroke itu. Tahun 2020 juga pernah jatuh dari kamar mandi, sehingga belum bisa beraktivitas berjalan," kata Fauziah.

Tahun 2026 ini, Fauziah berhaji didampingi oleh sang anak, Fitri Wulandari (36). Mereka berdua tergabung dalam kloter 3 embarkasi Padang (PDG) yang tiba di Bandara Madinah pada Minggu (26/4/2026) petang.

"Kondisi ibu memang sudah enggak bisa berdiri stroke, enggak bisa jalan setelah jatuh dari kamar mandi. Alhamdulillah bisa damping ibu beribadah (di Tanah Suci)," papar dia.

Baca juga: Jemaah Haji Wajib Bawa Kartu Nusuk Saat di Makkah, Ini Fungsinya

Fasilitas bus khusus

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) daker bandara menyediakan bus khusus disabilitas untuk mengantar Fauziah dari Bandara Madinah menuju ke hotelnya. Bus tersebut memungkinkan Fauziah bisa naik ke dalam kabin bus dengan menggunakan kursi roda.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara PPIH Arab Saudi Ahmad Basir mengungkapkan, kondisi Fauziah tidak memungkinkan menggunakan bus jemaah seperti pada umumnya.

"Beliau (Fauziah) tidak bisa dinaikkan ke dalam bus. Dengan berbagai cara sudah kita coba. Akhirnya kita mendatangkan bus khusus untuk disabilitas," ujar Basir.

Upaya petugas haji daker bandara ini, menurutnya, mempertegas tagline 'Haji Ramah Lansia dan Perempuan' yang diusung oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Petugas haji akan sekuat tenaga mengupayakan fasilitas untuk menunjang kebutuhan ibadah jemaah.

"Bahkan jika jemaah hanya satu orang membutuhkan layanan seperti itu, kita berusaha mendapatkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan jemaah dan fasilitas itu gratis," kata Basir.

Baca juga: Dokter Imbau Jemaah Haji Rutin Peregangan di Pesawat, Cegah Risiko Penggumpalan Darah

30.611 jemaah haji Indonesia tiba di Tanah Suci

Sebanyak 30.611 jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci hingga Minggu (26/4/2026) pukul 18.00 Waktu Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, tercatat ada 6.172 jemaah lanjut usia yang ikut dalam rombongan kedatangan dan tersebar dalam 78 kloter.

"Angka ini (jemaah haji lansia) menjadi perhatian kami, karena pelayanan di bandara harus benar-benar responsif terhadap kondisi jemaah,” ujar Abdul Basir.

Tingginya jumlah jemaah haji lansia, menurutnya, harus dibarengi dengan sejumlah fasilitas pelayanan bagi mereka. Di area bandara, disediakan mobil golf dan kursi roda untuk membantu mobilitas jemaah lansia. Para lansia juga mendapatkan fasilitas pampers dan payung.

"Ini bagian dari ikhtiar kami agar jemaah, terutama lansia dan pengguna kursi roda, tetap terlindungi dan mendapat perhatian lebih sejak tiba di bandara,” katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Aktual
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Aktual
Fenomena Sosial 'Marriage is Scary': Bagaimana Pandangan Islam?
Fenomena Sosial "Marriage is Scary": Bagaimana Pandangan Islam?
Aktual
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
Aktual
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Aktual
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar