Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Penyakit yang Bisa Gagalkan Izin Haji 2026, Cek Daftarnya

Kompas.com, 1 Mei 2026, 16:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Ibadah haji bukan hanya soal kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik yang matang.

Menjelang musim haji 2026, Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Kesehatan Arab Saudi kembali menegaskan bahwa kondisi kesehatan menjadi faktor penentu utama seseorang bisa mendapatkan izin berangkat ke Tanah Suci.

Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Dengan jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul di satu tempat, risiko kelelahan ekstrem hingga penularan penyakit meningkat drastis.

Oleh karena itu, otoritas kesehatan menetapkan sejumlah kondisi medis yang dinilai berisiko tinggi dan dapat menggagalkan izin haji.

Baca juga: Saudi Tinjau Embarkasi Makassar, Layanan Makkah Route Haji 2026 Dipastikan Lebih Cepat

Penyakit Serius yang Jadi Penghalang Izin Haji

Berdasarkan laporan Saudi Gazette, terdapat beberapa kondisi kesehatan yang masuk kategori tidak layak untuk menjalani ibadah haji.

Penyakit-penyakit ini umumnya bersifat kronis, membutuhkan perawatan intensif, atau berpotensi memburuk saat menjalani aktivitas fisik berat di tengah cuaca ekstrem.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • Gagal ginjal tahap lanjut yang mengharuskan pasien menjalani hemodialisis (cuci darah) secara rutin
  • Gagal jantung berat, terutama yang sudah masuk stadium lanjut
  • Sirosis hati yang menyebabkan gangguan fungsi organ vital
  • Gangguan mental berat yang memengaruhi kemampuan mengambil keputusan
  • Demensia, termasuk Alzheimer, yang mengganggu daya ingat dan orientasi
  • Lansia dengan kondisi fisik sangat lemah (frailty)
  • Kehamilan trimester akhir, yang berisiko tinggi jika melakukan perjalanan jauh

Dalam perspektif medis, kondisi tersebut berpotensi memperburuk keadaan pasien ketika berada di lingkungan padat, suhu tinggi, serta mobilitas tinggi seperti di Mekkah dan Madinah.

Baca juga: Bahasa Ibu: Jembatan Pelayanan Inklusif Jamaah Haji

Mengapa Standar Kesehatan Haji Semakin Ketat?

Ibadah haji dikenal sebagai salah satu aktivitas fisik paling menantang. Rangkaian seperti tawaf, sa’i, hingga wukuf di Arafah menuntut daya tahan tubuh yang prima. Dalam kondisi tertentu, suhu di Arab Saudi dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.

Dalam buku Travel Medicine karya Jay S. Keystone, disebutkan bahwa perjalanan ke wilayah dengan suhu ekstrem dan kepadatan tinggi meningkatkan risiko dehidrasi, heatstroke, serta komplikasi penyakit kronis.

Oleh karena itu, individu dengan kondisi medis berat sangat disarankan untuk menunda perjalanan ibadah.

Hal serupa juga dijelaskan dalam buku Clinical Guide to Hajj and Umrah Medicine karya Ahmed Rashid, yang menekankan bahwa haji merupakan “ujian fisiologis” bagi tubuh, terutama bagi lansia dan penderita komorbid.

Vaksinasi Wajib dan Rekomendasi untuk Jemaah

Selain seleksi kesehatan, pemerintah Saudi juga menetapkan kewajiban vaksinasi sebagai syarat mutlak.

Beberapa vaksin yang diwajibkan antara lain:

  • Vaksin meningitis meningokokus (quadrivalent), diberikan minimal 10 hari sebelum keberangkatan
  • Vaksin COVID-19, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis
  • Vaksin influenza musiman, dengan versi terbaru untuk perlindungan optimal

Kebijakan ini selaras dengan rekomendasi World Health Organization yang menekankan pentingnya pencegahan penyakit menular dalam kegiatan mass gathering internasional seperti haji.

Baca juga: KKHI Makkah Ingatkan Jamaah Haji Wanita Patuhi Dosis Obat Penunda Haid

Antara Niat dan Kesiapan: Pesan untuk Calon Jemaah

Bagi umat Islam, haji adalah panggilan spiritual yang sangat kuat. Namun dalam ajaran Islam sendiri, kemampuan (istitha’ah) menjadi syarat utama.

Artinya, ibadah ini hanya diwajibkan bagi mereka yang benar-benar mampu, termasuk dari sisi kesehatan.

Dalam buku Fikih Ibadah karya Yusuf Al-Qaradawi, dijelaskan bahwa menjaga keselamatan jiwa (hifz an-nafs) merupakan salah satu tujuan utama syariat.

Karena itu, memaksakan diri dalam kondisi sakit berat justru bertentangan dengan prinsip dasar Islam.

Upaya Menjaga Haji Tetap Aman

Langkah tegas Pemerintah Arab Saudi ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memastikan pelaksanaan haji berlangsung aman, sehat, dan tertib.

Dengan jumlah jemaah yang mencapai jutaan setiap tahun, pengendalian risiko kesehatan menjadi prioritas utama.

Bagi calon jemaah Indonesia dan dunia, pesan ini jelas: persiapkan diri jauh sebelum keberangkatan. Bukan hanya secara finansial dan spiritual, tetapi juga secara medis.

Sebab pada akhirnya, haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, melainkan perjalanan total yang menuntut kesiapan tubuh dan jiwa secara seimbang.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar