Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Ide Pembungkus Daging Kurban Selain Kantong Plastik, Pilihan yang Lebih Ramah Lingkungan

Kompas.com, 13 Mei 2026, 19:27 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Pembagian daging kurban saat Idul Adha masih identik dengan penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Padahal, limbah plastik dari pembagian hewan kurban kerap menumpuk dan sulit terurai setelah hari raya selesai.

Karena itu, banyak masyarakat mulai beralih menggunakan pembungkus ramah lingkungan yang lebih aman bagi lingkungan sekaligus tetap praktis digunakan.

Baca juga: Bahaya Penggunaan Kantong Kresek untuk Pembungkus Daging Kurban, Ahli Gizi: Mengandung Zat Karsinogen

Selain mengurangi sampah, penggunaan pembungkus alami juga membuat distribusi daging kurban terlihat lebih tradisional dan menarik.

Alternatif Pembungkus Daging Kurban yang Ramah Lingkungan

Berikut beberapa pilihana lternatif pembungkus daging kurban yang lebih ramah lingkungan:

Baca juga: Pemkot Palu Keluarkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik Saat Pembagian Daging Kurban Idul Adha 2026

1. Besek Bambu

Sejumlah jurnalis di Kabupaten Bandung Barat (KBB) melaksanakan pemotongan hewan kurban dan mendistribusikan menggunakan besek bambu sebagai aksi lingkungan atas lonjakan sampah plastik di momen hari raya Iduladha, Sabtu (7/6/2025).KOMPAS.com/BAGUS PUJI PANUNTUN Sejumlah jurnalis di Kabupaten Bandung Barat (KBB) melaksanakan pemotongan hewan kurban dan mendistribusikan menggunakan besek bambu sebagai aksi lingkungan atas lonjakan sampah plastik di momen hari raya Iduladha, Sabtu (7/6/2025).

Besek bambu menjadi salah satu alternatif paling populer untuk menggantikan kantong plastik saat pembagian daging kurban.

Wadah anyaman bambu ini memiliki sirkulasi udara yang baik sehingga daging tidak cepat lembap. Selain ramah lingkungan, besek juga terlihat lebih rapi dan estetik saat dibagikan kepada masyarakat.

Besek bambu mudah ditemukan di pasar tradisional dan dapat digunakan kembali untuk menyimpan berbagai barang rumah tangga setelah Idul Adha selesai.

2. Daun Pisang

Daun pisang sudah lama digunakan masyarakat Indonesia sebagai pembungkus makanan tradisional.

Teksturnya cukup kuat untuk membungkus potongan daging, sementara aromanya membuat isi di dalamnya terasa lebih segar. Selain mudah terurai di alam, daun pisang juga murah dan mudah ditemukan, terutama di daerah pedesaan.

Penggunaan daun pisang membuat pembagian daging kurban terasa lebih tradisional dan alami.

3. Daun Jati

Ilustrasi tumpukam daging dengan alas daun jati yang akan didistribusikan ke penerima.KOMPAS.com/ Nur Khalis Ilustrasi tumpukam daging dengan alas daun jati yang akan didistribusikan ke penerima.

Selain daun pisang, daun jati juga bisa dimanfaatkan sebagai pembungkus daging kurban.

Ukuran daunnya yang lebar membuat daun jati cocok digunakan untuk membungkus potongan daging dalam jumlah cukup besar. Teksturnya juga lebih tebal sehingga tidak mudah sobek.

Di sejumlah daerah di Jawa, daun jati sudah lama dipakai sebagai pembungkus makanan tradisional karena dinilai lebih praktis dan ramah lingkungan.

4. Anyaman Daun Kelapa dan Pandan

Daun kelapa muda atau janur dapat dibentuk menjadi wadah tradisional untuk pembagian daging kurban. Selain itu, anyaman daun pandan juga bisa menjadi pilihan karena memiliki aroma alami yang khas.

Pembungkus berbahan anyaman daun ini memberikan kesan tradisional Nusantara yang kuat saat Idul Adha. Selain unik dan estetik, bahan-bahan tersebut juga mudah terurai sehingga tidak menambah sampah plastik.

Wadah anyaman biasanya cocok digunakan untuk pembagian daging dalam jumlah kecil hingga sedang.

5. Kertas Food Grade

Kertas food grade atau kertas khusus makanan menjadi alternatif praktis pengganti plastik sekali pakai.

Jenis kertas ini aman bersentuhan langsung dengan makanan dan lebih mudah terurai dibanding kantong plastik biasa. Agar lebih kuat, daging bisa dibungkus dua lapis menggunakan kertas dan diikat memakai tali alami.

Pembungkus ini juga membuat distribusi daging terlihat lebih rapi dan higienis.

6. Kotak Kardus Mini

Kotak kardus kecil dapat menjadi pilihan alternatif yang praktis untuk membagikan daging kurban.

Kardus memiliki daya tahan lebih baik dibanding plastik tipis sehingga mengurangi risiko bocor saat membawa daging. Agar lebih aman, bagian dalam kardus bisa dilapisi daun pisang atau kertas minyak.

Selain ramah lingkungan, kotak kardus juga lebih mudah disusun saat proses distribusi.

7. Kemasan Bioplastik

Bioplastik menjadi solusi modern pengganti kantong plastik konvensional.

Kemasan ini dibuat dari bahan alami seperti pati jagung atau singkong sehingga lebih mudah terurai di alam. Meski harganya sedikit lebih mahal, penggunaan bioplastik mulai banyak dipilih karena lebih aman bagi lingkungan.

Bioplastik juga tetap praktis digunakan seperti kantong plastik biasa sehingga cocok untuk distribusi dalam jumlah besar.

Manfaat Mengurangi Penggunaan Plastik saat Idul Adha

Penggunaan pembungkus ramah lingkungan saat pembagian daging kurban memiliki banyak manfaat, terutama dalam mengurangi timbunan sampah setelah Idul Adha.

Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, langkah ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan bahan yang lebih berkelanjutan.

Sejumlah masjid dan panitia kurban bahkan kini mulai mengajak masyarakat membawa wadah sendiri saat mengambil daging kurban.

Cara ini dianggap efektif untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai secara signifikan.

Wadah yang digunakan bisa berupa ember kecil, rantang, baskom, atau kotak makanan dari rumah.

Selain lebih hemat dan ramah lingkungan, penggunaan wadah pribadi juga membuat pembagian daging lebih aman dan higienis.

Tradisi pembagian daging kurban tetap bisa berjalan lancar tanpa menghasilkan limbah plastik berlebihan.

Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan pembungkus tradisional juga dapat menghidupkan kembali budaya lokal yang mulai jarang digunakan.

Dengan kebiasaan tersebut, perayaan Idul Adha dapat berlangsung lebih bijak, bersih, dan berkelanjutan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar