Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Kudapan dari Daging Sapi dan Kambing yang Cocok Jadi Camilan saat Idul Adha

Kompas.com, 13 Mei 2026, 20:18 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Idul Adha identik dengan melimpahnya olahan daging sapi dan kambing di rumah.

Selain dimasak menjadi menu utama seperti gulai atau sate, daging kurban juga bisa diolah menjadi aneka kudapan ringan yang cocok disantap saat santai bersama keluarga.

Berbagai camilan berbahan daging kini semakin beragam, mulai dari gorengan, makanan bakar, hingga jajanan kekinian.

Baca juga: 10 Kuliner Khas Idul Adha dari Berbagai Daerah di Indonesia, Tidak hanya Gulai dan Sate

Rasanya yang gurih dan kaya rempah membuat kudapan berbahan daging sapi maupun kambing banyak digemari semua kalangan.

Aneka Kudapan dari Daging Sapi dan Kambing 

Berikut adalah ide kudapan yang bisa dibuat dari olahan daging kurban saat Idul Adha yang Lezat dan Praktis.

Baca juga: Bahaya Penggunaan Kantong Kresek untuk Pembungkus Daging Kurban, Ahli Gizi: Mengandung Zat Karsinogen

1. Martabak Mini Daging

Martabak telur pakai kulit lumpia.canva.com Martabak telur pakai kulit lumpia.

Martabak mini daging menjadi camilan favorit yang mudah dibuat saat Idul Adha. Isian daging sapi cincang ditumis bersama bawang, daun bawang, dan bumbu kari lalu dibungkus kulit lumpia berukuran kecil.

Cita rasanya gurih dan renyah dengan aroma rempah yang khas. Ukurannya yang mini membuat kudapan ini cocok disantap saat berkumpul bersama keluarga.

2. Tahu Isi Daging

Tahu isi daging menjadi salah satu camilan sederhana yang banyak dibuat untuk memanfaatkan daging kurban.

Bagian tengah tahu diisi tumisan daging sapi atau kambing cincang yang dicampur wortel, kol, dan bumbu sederhana. Setelah itu tahu digoreng hingga renyah di luar tetapi tetap lembut di dalam.

Kudapan ini cocok disajikan bersama cabai rawit atau saus sambal.

3. Kebab Kambing

Kebab daging sapi memiliki cita rasa khas yang berasal dari daging, isian, hingga kulitnya.canva.com Kebab daging sapi memiliki cita rasa khas yang berasal dari daging, isian, hingga kulitnya.

Kebab kambing menjadi camilan dengan sentuhan Timur Tengah yang cukup populer saat Idul Adha.

Daging kambing dipanggang dengan bumbu rempah seperti lada hitam, jintan, dan bawang putih lalu dibungkus roti tortilla bersama sayuran segar dan saus.

Rasanya gurih dengan aroma smoky yang khas. Kebab juga praktis dijadikan camilan sore atau bekal perjalanan.

4. Bakso Bakar

Bakso bakar menjadi olahan daging sapi yang banyak digemari anak-anak hingga orang dewasa.

Bakso dibakar di atas bara api lalu dilumuri saus kecap, sambal, dan margarin sehingga menghasilkan rasa gurih, manis, dan sedikit pedas.

Aroma bakaran membuat camilan ini semakin menggugah selera, terutama saat disantap hangat.

5. Risoles Daging

Risoles daging menjadi kudapan gurih yang cocok disajikan saat menerima tamu Idul Adha.

Kulit risoles diisi tumisan daging cincang, wortel, kentang, dan saus creamy sebelum digulung dan digoreng hingga keemasan.

Teksturnya renyah di luar dengan isian lembut dan gurih di bagian dalam.

6. Kroket Daging

Kroket daging merupakan camilan berbahan kentang dan daging cincang yang cukup populer di Indonesia.

Kentang tumbuk dicampur bumbu lalu diisi tumisan daging sapi sebelum dibentuk lonjong dan dilapisi tepung panir.

Setelah digoreng, kroket memiliki tekstur renyah di luar dan lembut di dalam dengan rasa gurih yang khas.

7. Lumpia Daging

Ilustrasi lumpia. DOK.SHUTTERSTOCK/Maharani afifah Ilustrasi lumpia.

Lumpia daging menjadi alternatif camilan praktis berbahan daging sapi maupun kambing.

Kulit lumpia diisi tumisan daging cincang, sayuran, dan bumbu sederhana lalu digoreng hingga garing.

Rasanya gurih dan renyah sehingga cocok disantap bersama saus sambal atau cabai rawit.

8. Sosis Solo Isi Daging

Sosis Solo merupakan jajanan khas Jawa Tengah yang cocok dibuat dari daging kurban.

Kulit tipis berbahan telur diisi tumisan daging cincang berbumbu manis gurih lalu digulung dan digoreng sebentar.

Camilan ini memiliki tekstur lembut dengan rasa gurih yang ringan sehingga cocok untuk semua usia.

9. Pastel Daging

Pastel daging menjadi kudapan klasik yang banyak hadir saat acara keluarga.

Kulit pastel yang renyah diisi campuran daging cincang, kentang, wortel, dan bihun berbumbu gurih.

Pastel cocok dijadikan teman minum teh atau kopi saat bersantai bersama keluarga di momen Idul Adha.

10. Bola-Bola Daging Keju

Bola-bola daging keju menjadi camilan modern yang kini banyak digemari.

Daging sapi cincang dicampur tepung dan bumbu lalu diisi potongan keju sebelum digoreng hingga matang.

Saat digigit, lelehan keju di dalamnya memberikan sensasi gurih dan creamy yang menggugah selera.

Daging sapi dan kambing hasil kurban tidak selalu harus diolah menjadi masakan berat seperti gulai atau tongseng.

Dengan sedikit kreativitas, daging kurban juga bisa diubah menjadi berbagai kudapan lezat yang praktis dan cocok disantap kapan saja.

Mulai dari camilan tradisional hingga jajanan modern, setiap olahan memiliki cita rasa gurih yang khas dan menggugah selera.

Aneka kudapan tersebut juga bisa menjadi pilihan menu keluarga agar olahan daging kurban terasa lebih variatif selama momen Idul Adha.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar